Hadits No. 43 & 44

12 01 2009

HADITS No. 43 SANADNYA DHO’IF

HADITS No. 44

Dari Anas , katanya: “Abu Thalhah itu mempunyai seorang putera yang sedang menderita sakit. Abu Thalhah keluar pergi – menghadap Nabi, kemudian anaknya itu dicabutlah rohnya – yakni meninggal dunia. Ketika Abu Thalhah kembali -waktu itu ia sedang berpuasa, ia berkata: “Bagaimanakah keadaan anakku?” Ummu Sulaim, iaitu ibu anak tersebut – jadi isterinya Abu Thalhah – menjawab: “Ia dalam keadaan yang setenang-tenangnya.” Isterinya itu lalu menyiapkan makanan malam untuknya kemudian Abu Thalhah pun makan malamlah, selanjutnya ia menyetubuhi isterinya itu. Setelah selesai, Ummu Sulaim berkata: “Makamkanlah anak itu.” Setelah menjelang pagi harinya Abu Thalhah mendatangi Rasulullah, lalu memberitahukan hal tersebut – kematiannya anaknya yang ia baru mengerti setelah selesai tidur bersama isterinya. Kemudian Nabi bersabda: “Adakah engkau berdua bersetubuh tadi malam?” Abu Thalhah menjawab: “Ya.” Beliau lalu bersabda pula: “Ya Allah, berikanlah keberkahan pada kedua orang ini -yakni Abu Thalhah dan isterinya. Selanjutnya Ummu Sulaim itu melahirkan seorang anak lelaki lagi. Abu Thalhah lalu berkata padaku – aku di sini ialah Anas r.a. yang meriwayatkan Hadis ini: “Bawalah ia sehingga engkau datang di tempat Nabi dan besertanya kirimkanlah beberapa biji buah kurma. NabiĀ  bersabda: “Adakah besertanya sesuatu benda?” Ia -Anas- menjawab: “Ya. ada beberapa biji buah kurma.” Buah kurma itu diambil oleh Nabi lalu dikunyahnya kemudian diambillah dari mulutnya, selanjutnya dimasukkanlah dalam mulut anak tersebut. Setelah itu digosokkan di langit-langit mulutnya dan memberinya nama Abdullah.”

PENGESAHAN HADITS

Diriwayatkan oleh Bukhori [III/269-Fath], Muslim [2144][23].

KANDUNGAN HADITS

1. Diperintahkan bagi para istri agar berhias untuk suaminya dan memperlihatkannya untuk memancing gairah seksual suaminya.

2. Diperintahkan kepada istri agar melakukan segala sesuatu untuk kepentingan suaminya dan berbakti kepadanya.

3. Dibolehkan menggunakan kata-kata sindiran/kiasan jika memang dibutuhkan.

4. Barangsiapa yang meninggalkan kehilangan sesuatu karena Alloh maka Alloh akan menggantikannya dengan yang lebih baik darinya.

5. Dianjurkan dari orang yang terkena musibah untuk menghibur ketika tertimpa musibah.





Hadits No. 42

23 12 2008

Dari Ibnu Mas’ud , katanya: “Ketika hari peperangan Hunain, Rasulullah melebihkan – mengutamakan – beberapa orang dalam pemberian pembahagian – harta rampasan, lalu memberikan kepada al-Aqra’ bin Habis seratus ekor unta dan memberikan kepada ‘Uyainah bin Hishn seperti itu pula – seratus ekor unta, juga memberikan kepada orang-orang yang termasuk bangsawan Arab dan mengutamakan dalam cara pembahagian kepada mereka tadi. Kemudian ada seorang lelaki berkata: “Demi Allah, pembahagian secara ini, sama sekali tidak ada keadilannya dan agaknya tidak dikehendaki untuk mencari keredhaan Allah.” Saya lalu berkata: “Demi Allah, hal ini akan saya beritahukan kepada Rasulullah ” Saya pun mendatanginya terus memberitahukan kepadanya tentang apa-apa yang dikatakan oleh orang itu. Maka berubahlah warna wajah beliau sehingga menjadi semacam sumba merah – merah padam kerana marah – lalu bersabda:

“Siapakah yang dapat dinamakan adil, jikalau Allah dan RasulNya dianggap tidak adil juga.” Selanjutnya beliau bersabda: “Allah merahmati Nabi Musa. Ia telah disakiti dengan cara yang lebih sangat dari ini, tetapi ia tetap sabar.” Saya sendiri berkata: “Ah, semestinya saya tidak memberitahukan dan saya tidak akan mengadukan lagi sesuatu pembicaraanpun setelah peristiwa itu kepada beliau lagi.”

PENGESAHAN HADITS

Diriwayatkan oleh Bukhori [VI/251-252], Muslim [1062][141].

KANDUNGAN HADITS

1. Dibolehkan mengkhususkan suatu kaum tertentu untuk diberi suatu pemberian jika sang pemimpin mengetahui kemaslahatan yang tepat.

2. Diantara siyasah dalam dakwah ke jalan Alloh adalah menyatukan hati para pembesar dan orang-orang terhormat dengan sesuatu yang mereka senangi berupa harta benda.

3. Setiap masa selalu saja ada musuh-musuh para Nabi dan para pengikutnya.

4. Kewajiban memberi nasehat.

5. Memaklumi tindakan para pencaci merupakan sunnah yang sudah ada sejak para Nabi.

6. Orang yang paling adil dan paling takut kepada Alloh serta yang paling mengetahui Alloh adalah Para Rosul dan Nabi.





Hadits No. 41

17 12 2008

Dari Abu Abdullah, yaitu Khabbab bin Aratti , katanya: “Kita mengadu kepada Rasulullah dan beliau ketika itu meletakkan pakaian burdahnya di bawah kepalanya sebagai bantal dan berada di naungan Ka’bah, kita berkata: Mengapa Tuan tidak memohonkan pertolongan – kepada Allah – untuk kita, sehingga kita menang? Mengapa Tuan tidak berdoa sedemikian itu untuk kita?” Beliau lalu bersabda:

“Pernah terjadi terhadap orang-orang sebelum mu – yakni zaman Nabi-nabi yang lalu, iaitu ada seorang yang diambil – oleh musuhnya, kerana ia beriman, kemudian digalikanlah tanah untuknya dan ia diletakkan di dalam tanah tadi, selanjutnya didatangkanlah sebuah gergaji dan ini diletakkan di atas kepalanya, seterusnya kepalanya itu dibelah menjadi dua. Selain itu ia pun disisir dengan sisir yang terbuat dari besi yang dikenakan di bawah daging dan tulangnya, semua siksaan itu tidak memalingkan ia dari agamanya -yakni ia tetap beriman kepada Allah. Demi Allah nescayalah Allah sungguh akan menyempurnakan perkara ini – yakni Agama Islam, sehingga seseorang yang berkendaraan yang berjalan dari Shan’a ke Hadhramaut tidak ada yang ditakuti melainkan Allah atau kerana takut pada serigala atas kambingnya – sebab takut sedemikian ini lumrah saja. Tetapi engkau semua itu hendak bercepat-cepat saja.”

PENGESAHAN HADITS

Diriwayatkan oleh Bukhori [VI/18 Fath].

KANDUNGAN HADITS

1. Pujian atas kesabaran ketika menerima cobaan dalam menjalankan agama.

2. Orang-orang lemah diperkuat dengan doa dan nasehat dari orang-orang yang kuat.

3. Diperbolehkan mendoakan keburukan bagi orang-orang kafbahkan hal itu memang dituntut.

4. diperbolehkan menyebut siksaan dari orang-orang kafir yang menimpa orang mukmin dan hal itu bukan termasuk pengaduan.

5. Seorang mukmin aqidahnya akan tetap kokoh, meskipun di siksa dengan gergaji.

6. Cobaan merupakan suatu keharusan atas iman pada setiap saat.

7. Beratnya cobaan yang dialami para sahabat Nabi, dan kesanggupan atau tabah menerima perlakuan tak menyenangkan.

8. Perlawanan terhadap keimanan itu sudah ada sejak dahulu

9. Masa depan hanya milik Islam.

10. Pemberitahuan Nabi mengenai berbagai hal yang akan terjadi di kemudian hari sudah ada yang terwujud.

11. Islam merupakan agama keimanan dan kedamaian.

12. Manusia senang sekali dengan segala sesuatu yang cepat dan segera. Jika kebaikan terlambat maka akan hilang kesabaran.

13. Diantara hukum Siyasah Syar’iyah adalah menyandingkan antara cobaan, kesabaran dan perjuangan dengan harapan luas.





Hadits No. 40

12 12 2008

Dari Anas, katanya: “Rasulullah bersabda:

“Janganlah seseorang dari engkau semua itu mengharap-harapkan tibanya kematian dengan sebab adanya sesuatu bahaya yang mengenainya. Tetapi jikalau ia terpaksa harus berbuat demikian maka hendaklah mengatakan: “Ya Allah, tetapkanlah aku hidup selama kehidupanku itu masih merupakan kebaikan untukku dan matikanlah aku apabila kematian itu merupakan kebaikan untukku.”

PENGESAHAN HADITS

Diriwayatkan oleh Bukhori [X/127 Fath], Muslim [2680].

KANDUNGAN HADITS

1. Diharamkan mengharap kematian.

2. Kehidupan seorang mukmin adalah lebih baik baginya sebab jika dia mati maka akan terputus semua amalnya.

3. Bersabar dalam mengalami cobaan dan tidak gelisah.

4. Seorang hamba yang mukmin akan menyerahkan semua urusannya kepada Alloh.





Hadits No. 39

12 12 2008

Dari Abu Hurairah, katanya: “Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa oleh Allah dikehendaki akan memperolehi kebaikan, maka Allah akan memberikan mushibah padanya-baik yang mengenai tubuhnya, hartanya ataupun apa-apa yang menjadi kekasihnya.”

PENGESAHAN HADITS

Diriwayatkan oleh Bukhori [X/103 Fath].

KANDUNGAN HADITS

1. Seorang mukmin tidak lepas dari penyakit, kekurangan, dan kehinaan.

2. Cobaan merupakan salah satu tanda kecintaan Alloh kepada hamba-Nya.





Hadits No. 38

21 11 2008

Dari Ibnu Mas’ud , katanya: Saya memasuki tempat Nabi dan beliau sedang dihinggapi penyakit panas. Saya lalu berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya Tuan dihinggapi penyakit panas yang amat sangat.” Beliau kemudian bersabda: “Benar, sesungguhnya saya terkena panas sebagaimana panas dua orang dari engkau semua yang menjadi satu.” Saya berkata lagi: “Kalau demikian Tuan tentulah mendapatkan dua kali pahala.” Beliau bersabda: “Benar, demikianlah memang keadaannya, tiada seorang Muslim pun yang terkena oleh sesuatu kesakitan, baik itu berupa duri ataupun sesuatu yang lebih dari itu, melainkan Allah pasti menutupi kesalahan-kesalahannya dengan sebab mushibah yang mengenainya tadi dan diturunkanlah dosa-dosanya sebagaimana sebuah pohon menurunkan daunnya – dan ini jikalau disertai kesabaran.”

PENGESAHAN HADITS

Diriwayatkan oleh Bukhori [X/110 Fath], Muslim [2571].

KANDUNGAN HADITS

1. Tercapainya pahala dalam berbagai cobaan melalui kesabaran.

2. Setip kali penyakit seorang mukmin semakin parah maka Alloh melipatkangandakan pahalanya dan menghapuskan berbagai kesalahannya.





Hadits No. 37

19 11 2008

Dari Abu Said dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhuma dari Nabi , sabdanya:

“Tidak suatu pun yang mengenai seseorang muslim – sebagai mushibah – baik dari kelelahan, tidak pula sesuatu yang mengenainya yang berupa kesakitan, juga kesedihan yang akan datang atau pun yang lampau, tidak pula yang berupa hal yang menyakiti – yakni sesuatu yang tidak menepati kehendak hatinya, ataupun kesedihan – segala macam dan segala waktunya, sampai pun sebuah duri yang masuk dalam anggota tubuhnya, melainkan Allah menutupi kesalahan-kesalahannya dengan sebab apa-apa yang mengenainya-yakni sesuai dengan mushibah yang diperolehinya- itu.”

PENGESAHAN HADITS

Diriwayatkan oleh Bukhori [X/103 Fath], Muslim [2573].

KANDUNGAN HADITS

1. Segala sesuatu yang menyakitkan dari apa yang menimpa orang mukmin akan menyucikan dari dosa.

2. Sekecil apapun musibah yang menimpa orang mukmin akan menjadi kaffarah baginya.

3. Seorang hamba tidaklah patut menyatukan dalam dirinya antara hal-hal yang tidak menyenangkan dan hal-hal yang menyebabkan hilangnya pahala.





Hadits No. 36

13 11 2008

Dari Abu Abdur Rahman, yaitu Abdullah bin Mas’ud katanya: “Seakan-akan saya melihat kepada Rasulullah sedang menceriterakan tentang seorang Nabi dari sekian banyak Nabi-nabi . Beliau dipukuli oleh kaumnya, sehingga menyebabkan keluar darahnya dan Nabi tersebut mengusap darah dari wajahnya sambil mengucapkan: “Ya Allah ampunilah kaum hamba itu, sebab mereka itu memang tidak mengerti.

PENGESAHAN HADITS

Diriwayatkan oleh Bukhori [VI/514 Fath], Muslim [1792].

KANDUNGAN HADITS

1. Kesabaran para nabi dan kemampuan mereka menahan rasa sakit yang menimpa dalam menyampaikan risalah kepada umat manusia dalam rangka mencari keridhoan dan rahmat Alloh.

2. Menghadapi kebodohan dengan maaf dan toleransi.

3. Tidak memperlakukan orang-orang bodoh seperti apa yang mereka lakukan serta tidak mendoakan mereka dengan keburukan, tetapi memohonkan petunjuk bagi mereka dan bersungguh-sungguh di dalamnya.

4. Para pelaku pengerusakan dan orang-orang kafir tidak mau menghadapi hujjah dengan hujjah yang sama, tetapi lebih cenderung kepada pembunuhan, penyiksaan, dan pendustaan.

5. Tidak memohonkan disegerakan siksaan bagi pelaku pelanggaran dan para musuh dalam dakwah.





Hadits No. 35

7 11 2008

Dari ‘Atha’ bin Abu Rabah, katanya: “Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengatakan padaku: “Apakah engkau suka saya tunjukkan seorang wanita yang tergolong ahli syurga?” Saya berkata: “Baiklah.” Ia berkata lagi: “Wanita hitam itu pernah datang kepada Nabi lalu berkata: “Sesungguhnya saya ini terserang oleh penyakit ayan dan oleh sebab itu lalu saya membuka aurat tubuhku. Oleh kerananya haraplah Tuan mendoakan untuk saya kepada Allah – agar saya sembuh.” Beliau bersabda: “Jikalau engkau suka hendaklah bersabar saja dan untukmu adalah syurga, tetapi jikalau engkau suka maka saya akan mendoakan untukmu kepada Allah Ta’ala agar penyakitmu itu disembuhkan olehNya.” Wanita itu lalu berkata: “Saya bersabar,” lalu katanya pula: “Sesungguhnya kerana penyakit itu, saya membuka aurat tubuh saya. Kalau begitu sudilah Tuan mendoakan saja untuk saya kepada Allah agar saya tidak sampai membuka aurat tubuh itu.” NabiĀ  lalu mendoakan untuknya – sebagaimana yang dikehendakinya itu.”

PENGESAHAN HADITS

Diriwayatkan oleh Bukhori [X/14 Fath], Muslim [2576].

KANDUNGAN HADITS

1. Kesabaran atas musibah yang menimpa didunia akan mewariskan surga.

2. Pengobatan berbagai macam penyakit dengan doa dan berlindung kepada Alloh.

3. Dibolehkan untuk tidak berobat.

4. Tingginya rasa malu para sahabat wanita.






Negara Pengunjung

free counters

User Online

Tarikh Hari Ini

Waktu Sholat

Arsip

Sifat Wudhu & Sholat Nabi


Portal Herbal

Ilmu Komputer