<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pusat Kajian Salaf</title>
	<atom:link href="http://kampungsalaf.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kampungsalaf.wordpress.com</link>
	<description>Menghidupkan Sunnah Nabi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 17:36:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kampungsalaf.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/e89ed198b984ae6b85ab42bcb0c98f2b?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Pusat Kajian Salaf</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kampungsalaf.wordpress.com/osd.xml" title="Pusat Kajian Salaf" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kampungsalaf.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Shahih Al Bukhari, Kitab Hadits Terbaik</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/05/16/shahih-al-bukhari-kitab-hadits-terbaik/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/05/16/shahih-al-bukhari-kitab-hadits-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 02:07:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1317</guid>
		<description><![CDATA[Pemaparan sejarah para Ulama itu sangat bermanfaat bagi generasi berikutnya agar dapat meneladani tokoh-tokoh umat tersebut. Ibnu Khalikan berkata dalam Wafayatu al-A&#8217;yan (1/20), &#8220;Aku sebutkan (biografi) sejumlah orang yang aku lihat mereka secara langsung dan aku kutip berita tentang mereka, atau orang-orang yang hidup di masaku, namun aku tidak sempat menjumpai mereka tujuannya agar orang-orang &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/05/16/shahih-al-bukhari-kitab-hadits-terbaik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1317&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pemaparan sejarah para Ulama itu sangat bermanfaat bagi generasi berikutnya agar dapat meneladani tokoh-tokoh umat tersebut. Ibnu Khalikan berkata dalam Wafayatu al-A&#8217;yan (1/20), &#8220;Aku sebutkan (biografi) sejumlah orang yang aku lihat mereka secara langsung dan aku kutip berita tentang mereka, atau orang-orang yang hidup di masaku, namun aku tidak sempat menjumpai mereka tujuannya agar orang-orang (generasi) yang datang setelahku bisa mengetahui (baiknya) kondisi mereka&#8221;. (Kutipan • dari al-Albani durus wa mawaqifwa &#8216;ibar hlm.7)</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara tokoh ternama dan menonjol dengan khidmahnya dalam bidang ilmu hadits, yaitu Abu Abdillah Muhammad bin Ismail yang lazim dikenal dengan nama Imam al-Bukhari. Beliau dilahirkan di Bukhara, tanggal 13 Syawal 194 H. Ayah Imam al-Bukhari, seorang yang bertakwa dan wara&#8217;, sempat belajar dari Imam Malik dan berjumpa Hammad bin Zaid dan Ibnul Mubarak. Namun Allah berkehendak mewafatkannya saat Imam al-Bukhari masih kanak-kanak. Karena itu, beliau tumbuh dan berkembang dalam tarbiyah dan asuhan sang ibu.</p>
<p style="text-align:justify;">Imam al-Bukhari memulai perjalanan ilmiahnya sejak dini. Beliau juga telah menghafalkan al-Qur&#8217;an semenjak kecil. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan beliau senang dan suka menghafal hadits-hadits Nabi. Kegemaran yang didukung kecerdasan serta taufiq dari Allah , beliau menjadi orang sangat menonjol dalam ilmu hadits. Pujian demi demi pujian beliau  dapatkan, baik semasa beliau masih hidup maupun setelah beliau diwafatkan oleh Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Ahmad bin Hambal (wafat th. 241 H) berkata, &#8220;Belum pernah ada di Khurasan orang yang melahirkan anak seperti Muhammad bin Ismail al-Bukhari. {Siyar A&#8217;lamin Nubala&#8217;, XII/419)</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Hatim ar-Razi (wafat th. 277 H) berkata, &#8216;Tidak ada orang yang keluar dari Khurasan yang lebih hafal dari Muhammad bin Isma&#8217;il (al-Bukhari) dan tidak ada yang datang ke Iraq yang lebih &#8216;alim dari al-Bukhari                        {Muqaddimah Fat-hil Bari, hlm. 484, cet. Darul Fikr)</p>
<p style="text-align:justify;">Abdullah bin Abdurrahman bin Fadhl bin Bahram ad-Darimi (wafat th. 255 H) berkata, &#8220;Saya melihat Ulama di Haramain, Hijaz, Syam, dan Iraq. Dan tidak ada yang lebih sempurna {ajma&#8217;) daripada Muhammad bin Isma&#8217;il. Beliau (al-Bukhari) adalah orang yang paling &#8216;alim diantara kami dan paling faqih serta paling banyak muridnya. {Muqaddimah Fat-hul Bari, him. 484)</p>
<p style="text-align:justify;">Pujian tidak hanya terbatas pada pribadi beliau   , karya-karya beliau pun sarat dengan pujian.Bahkan Salah satu kitab karya beliau dinobatkan sebagai kitab hadits terbaik oleh para Ulama. Kitab yang bernama lengkap al-Jami&#8217;al-Musnad ash-Shahihal-Mukhtashar min Umuri Rasulillah wa Sunanihi wa Ayyamihi yang kemudian mashur dengan sebutan Shahih al-Bukhari ini, disusun oleh Imam al-Bukhari dalam waktu 16 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Imam an-Nawawi mengungkapkan, &#8220;Para Ulama -rahimahumullahu- telah sepakat menyatakan bahwa kitab yang paling Shahih setelah al-Qur&#8217;an adalah ash-Shahihain ; Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Umat telah menerima keduanya dengan baik. Kitab Shahih al-Bukhari adalah yang tershahih dari keduanya dan lebih banyak mengandung faedah dan pengetahuan, baik yang nampak maupun masih samar. (al-Minhaj Syarh Shahih Muslim 1/14. Lihat Fiqhud Dakwah min Shahih al-Bukhari, 1/28)</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Hafizh Ibnu Katsir               (wafat th. 774 H) penyusun kitab tafsir yang sangat dikenal oleh kaum Muslimin ini mengatakan, &#8220;Para Ulama telah bersepakat menerimanya -{Shahih al-Bukhari) dan keshahihan semua yang ada di dalamnya, begitu juga semua umat Islam.&#8221; {al-Bidayah wan Nihayah (XI/250, Cet II, th. 1431 H, Daar Ibnu Katsir)</p>
<p style="text-align:justify;">Pernyataan Imam Nawawi dan Ibnu Katsir ini sudah cukup untuk menunjukkan betapa tinggi dan penting kedudukan Shahih al-Bukhari bagi kaum Muslimin secara umum. Sebuah kitab yang dijelaskan oleh penulisnya, &#8220;Tidak ada satupun hadits yang aku takhrij dalam kitab ini melainkan yang shahih, dan hadits shahih yang aku tinggalkan (tidak aku masukkan ke dalam kitab ini) masih lebih banyak lagi&#8221;. {Hadyus Sari Muqaddimah Fat-hul Bari&#8217; Syarah Shahih al-Bukhari (him. 9) oleh al-Hafizh Ibnu Hajar ).</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah penegasan dari penyusunnya yang digelari oleh para Ulama dengan Amirul Mukminin fil Hadits, bahwa semua hadits bersanad yang beliau cantumkan dalam kitab itu adalah shahih, namun bukan berarti semua hadits Shahih sudah tercantum di sana, sebagaimana beliau tegaskan dalam kalimat berikutnya</p>
<p style="text-align:justify;">inilah Imam al-Bukhari dan kitabnya, lalu setelah kita mengetahuinya, bagaimana seharusnya kita menyikapinya ? Tentu sebagai insan yang beriman, kewajiban kita adalah memperlakukannya sebagaimana para Ulama Islam memperlakukannya, bukan sebagaimana pandangan orang hasad yang sudah terkontarninasi pikirannya oleh pikiran-pikiran barat yang nota benenya benci dengan Islam, meskipun disajikan dengan nama dan istilah memukau semisal &#8220;Studi Kritis&#8221; dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Serroga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita, seluruh kaum Muslimin sehingga bisa membedakan yang haq dan batil di tengah usaha gencar para pembenci Islam untuk mengaburkannya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1317/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1317&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/05/16/shahih-al-bukhari-kitab-hadits-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MELURUSKAN PEMAHAMAN HABIB RIZIEQ SHIHAB 3</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/30/meluruskan-pemahaman-habib-rizieq-shihab-3/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/30/meluruskan-pemahaman-habib-rizieq-shihab-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 06:01:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1309</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kita nikmat Islam dan nikmat di atas Sunnah dan menghindarkan kita dari jalan kesesatan. Semoga Allah menetapkan kita di atas kebenaran, di atas jalan yang ditempuh Rasulullah dan Sahabatnya. Shalawat dan salam kita mohonkan kepada Allah agar tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarganya dan semua sahabatnya. Ini &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/30/meluruskan-pemahaman-habib-rizieq-shihab-3/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1309&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kepada kita nikmat Islam dan nikmat di atas Sunnah dan menghindarkan kita dari jalan kesesatan. Semoga Allah menetapkan kita di atas kebenaran, di atas jalan yang ditempuh Rasulullah dan Sahabatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Shalawat dan salam kita mohonkan kepada Allah agar tercurah kepada Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, </em>keluarganya dan semua sahabatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah tulisan kami yang ketiga yang berkaitan dengan menepis kerancuan pemahaman Habib Rizieq Shihab (semoga Allah memberi petunjuk kepadanya). Kami berharap tulisan ini bermanfaat bagi penulis dan kaum muslimin. Kami juga berharap agar Allah menjadikan kita ikhlash dalam seluruh amalan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkaitan dengan pernyataan Habib Rizieq Shihab pada suatu ceramahnya, yang berisi kerancuan yang banyak. Maka mari kita lihat perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah: <strong>“Kebenaran itu apabila semakin ditentang dengan syubhat (kerancuan) maka Allah akan membangkitkan kebenaran dan melenyapkan kebatilan dengan bukti-bukti kuat. Kebenaran itu ibaratnya emas murni, semakin teruji semakin tampak keasliannya, sedangkan kebatilan itu seperti emas palsu, semakin diuji semakin tampak kepalsuannya.”<sup>1</sup></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf” </strong>pada Bab 13, Ustadz Yazid<strong> </strong>menyebutkan:<strong><sup>2</sup></strong>“Penulis bawakan sebagian firqah-firqah sesat, golongan atau aliran-aliran, dan pemahaman-pemahaman sesat agar umat Islam tidak mengikuti pemahaman ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Prinsip disyari’atkannya mengkaji tentang firqah-firqah sesat dasarnya adalah al-Qur’an dan as-Sunnah.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Ta’ala menyebutkan tentang keyakinan kufur dari Yahudi, Nasrani, para penyembah berhala dan lainnya, supaya umat Islam berhati-hati tidak mengikuti agama dan keyakinan mereka…</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian Sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang kebaikan dan kejelekan karena khawatir jatuh dalam kejelekan. Rasulullah telah memberitahukan kepada Hudzaifah Ibnul Yaman tentang berbagai macam fitnah…</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak diragukan lagi bahwa pembahasan tentang firqah, aliran, pemahaman sesat, madzhab-madzhab yang menyesatkan dan menyingkap kesesatan serta penyimpangan-penyimpangan mereka merupakan penjelasan tentang jalannya orang-orang yang berdosa.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;" align="center"><strong>وَكَذَلِكَ نُفَصِّلُ الْآَيَاتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ الْمُجْرِمِينَ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat al-Qur’an, (agar terlihat jelas jalan orang-orang yang shalih) dan agar terlihat jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.” (QS. Al-An’aam: 55).</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Imam al-Qurthubi berkata, ‘Apabila sudah jelas jalan orang-orang yang berdosa, maka akan jelas jalan orang-orang yang beriman.’<strong><sup>3</sup></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Umar bin al-Khaththab berkata, ‘Sesungguhnya tali Islam akan terurai apabila bertambah di dalam Islam orang yang tidak kenal Jahiliyyah.’<strong><sup>4</sup></strong></p>
<p style="text-align:justify;">(Sampai di sini perkataan Ustadz Yazid).</p>
<p style="text-align:justify;">Pembahasan tentang firqah-firqah sudah dilakukan oleh ulama sejak zaman dahulu dan terdapat kitab-kitab tantang firqah-firqah tersebut. Di antara ulama yang menulis tentang firqah-firqah adalah <strong>Imam Abul Hasan al-Asy’ari </strong>rahimahullah (wafat th. 324 H)<strong><sup>5</sup></strong>. Kitab-kitab yang membahas firqah-firqah:<strong><sup>6</sup></strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><em>Maqaalatul Islamiyyiin</em> karya Imam <strong>Abul Hasan al-Asy’ari </strong>(wafat th. 324 H).</li>
<li><em>Al-Fishal fil Milal fil Ahwa’ wan Nihal</em> karya Imam Ibnu Hazm (wafat th. 456 H).</li>
<li><em>Al-Farqu bainal Firaq</em> karya Imam Abdul Qahir bin Thahir bin Muhammad al-Baghdadi (wafat th. 429 H).<em></em></li>
<li><em>Al-Milal wan Nihal </em>karya Abul Fathi Muhammad bin Abul Qasim bin Abdul Karim bin Abu Bakar, yang terkenal dengan asy-Syahrastani (wafat th. 548 H).<em></em></li>
<li><em>Majmu’ Fataawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.</em> Dan kitab-kitab lainnya.<em></em></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Di antara kitab-kitab para ulama dan masyayikh pada zaman sekarang yang membahas dan menjelaskan firqah-firqah, aliran, dan pemahaman yang menyimpang dari shirathal mustaqim, menyimpang dari pemahaman para sahabat, menyimpang dari aqidah dan manhaj Salafush Shalih adalah:<strong><sup>7</sup></strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><em>Dirasat fil Ahwaa’ wal Firaq wal Bida’ wa Mauqifus Salaf minha,</em> karya Dr. Nashir bin Abdil Karim al-‘Aql.<em></em></li>
<li>Karya-karya Syaikh Dr. Ihsan Ilahi Zhahir tentang bantahan terhadap firqh-firqah sesat.<em></em></li>
<li><em>Al-Muujaz fil Adyaan wal Madzahib al-Mu’aashirah, </em>karya Dr. Nashir bin Abdullah al-Qafari dan Dr. Nashir bin Abdil Karim al-‘Aql.<em></em></li>
<li><em>Al-Jamaa’aatul Islamiyyah fii Dhau-il Kitab was Sunnah bi Fahmi Salafil Ummah, </em>karya Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali. Dan kitab-kitab lainnya.<em></em></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>Faedah: </strong>Dari pembahasan di atas kita mendapatkan faedah, yaitu:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Seorang yang tidak mengenal kesesatan dikhawatirkan dia akan terjerumus ke dalamnya.</li>
<li>Memperingatkan manusia dari jalan kejelekan dan kesesatan ada dasarnya dari al-Qur’an dan as-Sunnah.</li>
<li>Menjelaskan kesesatan firqah-firqah, golongan, dan aliran telah dicontohkan oleh para ulama, termasuk di dalamnya adalah Imam <strong>Abul Hasan al-Asy’ari</strong><strong> </strong>rahimahullah.<strong></strong></li>
<li>Menjelaskan kesesatan suatu kelompok bukanlah untuk memecah belah umat, akan tetapi agar kita terhindar dari kesesatan sehingga kita bisa bersatu di atas kebenaran.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Di antara manfaat mempelajari firqah-firqah sesat adalah:<strong><sup>8</sup></strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Supaya kita selamat dari kesesatan dan penyimpangan. Sebagaimana disebutkan dalam sya’ir: <em>Aku mengetahui kejelekan, bukan untuk kejelekan, tetapi untuk menjaga diri. Dan siapa saja yang tidak tahu kejelekan, maka dia akan terjatuh padanya.</em></li>
<li>Kita mengajak mereka kepada pemahaman yang benar serta berusaha menyelamatkan mereka dari kesesatan.</li>
<li>Kita akan mengetahui cara dan metode menjaga diri kita, keluarga, dan umat Islam supaya terhindar dari kejelekan mereka, rencana-rencana mereka, dan juga konspirasi mereka terhadap Islam dan kaum muslimin.</li>
<li>Kita membahas masalah ini dengan tujuan untuk ishlah (memperbaiki) keadaan umat agar kembali kepada agama yang benar.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>MENEBAS SYUBHAT HABIB RIZIEQ SHIHAB</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tebasan Pertama.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di sebagian ocehannya, Habib Rizieq Shihab menggambarkan bahwa membantah atau menjelaskan pemikiran sesat adalah bentuk memecah belah umat. Maka syubhat ini telah terjawab pada pembahasan di atas dan pada tulisan kami sebelumnya. Insya Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menjelaskan pemikiran sesat adalah bagian dari dakwah kepada kebenaran</strong>, bukan memecah belah umat. Bahkan menjelaskan pemikiran sesat adalah untuk menyatukan umat di atas kebenaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami akan berikan urutan proses bersatunya kaum muslimin:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Kaum muslimin mengetahui jalan kesesatan dan jalan kebenaran.</li>
<li>Kemudian menghindari jalan kesesatan dan menuju jalan yang benar.</li>
<li>Selanjutnya mereka akan berada di atas kebenaran, mereka akan berada dalam satu manhaj, mereka akan berada di atas al-Qur’an dan Sunnah, berada di atas agama Rasulullah dan Sahabatnya.</li>
<li>Hasilnya mereka bersatu dalam jalan kebenaran. Maka akan terwujud Ukhuwah Islamiyah. Pahamilah hal ini!</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Jika tidak ada yang menjelaskan jalan kesesatan, maka urutannya adalah:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Kaum muslimin tidak mengetahui jalan kesesatan.</li>
<li>Kaum muslimin akan terjerumus kepada kesesatan yang banyak. Kaum muslimin akan terjerumus ke dalam kubangan kesesatan yang bermacam-macam. Kaum muslimin akan terdiri dari berbagai macam pemikiran sesat yang berbeda-beda.</li>
<li>Akibatnya mereka berpecah belah. Pahamilah hal ini!</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tebasan Kedua.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di sebagian ocehannya, Habib Rizieq Shihab memberikan gambaran kepada kaum muslimin bahwa buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> adalah buku yang mengkafirkan sesama muslim dan mengkafirkan ulama.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka kami katakan: Kami mempersilahkan kepada Habib Rizieq Shihab dan orang-orang yang sepemikiran dengannya untuk menunjukkan ‘pernyataan’ yang ada dalam buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong><strong> </strong>yang menunjukkan pengkafiran sesama muslim dan pengkafiran ulama.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika tidak ada ‘pernyataan’ pengkafiran tersebut, maka jangan sekali-kali mengadakan kebohongan, jangan memberikan gambaran jelek kepada buku yang menjelaskan tentang<strong>manhaj salaf. </strong>Jangan menipu kaum muslimin! <strong>Takutlah kepada Allah!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jangan menjauhkan kaum muslimin dari kebenaran! </strong>Jangan menjauhkan kaum muslimin dari manhaj Rasulullah dan Sahabatnya! Jangan menjauhkan kaum muslimin dari ahli ilmu!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jangan menjauhkan kaum muslimin dari buku yang bermanfaat!</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan, jika kita mau jujur kita akan mengakui manhaj salaf adalah manhaj yang memuliakan ulama. Kita akan dapati di dalam ceramah dan buku bermanhaj salaf pujian kepada ulama. Kita akan dapati buku yang berisi biografi ulama yang ditulis oleh seorang Salafi. Di dalam buku bermanhaj salaf akan didapati perkataan ulama. Penulis yang bermanhaj salaf mendo’akan ulama dalam bukunya. Jadi, bagaimana mungkin manhaj salaf mengkafirkan ulama?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Segala tuduhan tanpa bukti, maka pelontarnya hanya pembual semata.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tebasan Ketiga.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di sebagian ocehannya, Habib Rizieq Shihab memberikan gambaran kepada kaum muslimin bahwa Salafi suka mengkafirkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami katakan: Ini adalah tuduhan semata! Ini menunjukkan ketidakpahaman Habib Rizieq tentang manhaj Salaf. Maka kami mempersilahkan kepada Habib Rizieq agar membaca buku<strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong><strong>. </strong>Andai saja Habib Rizieq mau meluangkan waktunya untuk membaca buku ini (dari awal sampai akhir), maka (Insya Allah) akan menghilangkan syubhat yang ada pada dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Manhaj salaf adalah manhaj (metode) yang benar dalam beragama. Manhaj salaf adalah manhaj Rasulullah dan Sahabatnya. Bagaimana mungkin manhaj Rasulullah dan Sahabatnya adalah suka mengkafirkan? Hanya kepada Allah kami adukan kebodohan orang yang bodoh!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tebasan Keempat</strong><strong> (Penyebutan macam-macam firqah sesat).</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada bab 13 buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> disebutkan judul “Firqah-Firqah Sesat dan Menyesatkan”. Di dalam bab 13 ini disebutkan sejumlah firqah sesat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketahuilah wahai Saudara-Saudariku, penyebutan berbagai macam firqah sesat dalam satu bab, <strong>bukan </strong>berarti setiap firqah sesat adalah sama dalam hal kesesatannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ambil contoh: Di antara firqah sesat yang disebutkan dalam buku ini adalah jama’ah tabligh dan ahmadiyah. Maka penyebutan jama’ah tabligh dan ahmadiyah ini dalam satu bab, bukan berarti kedua firqah ini adalah sama dalam kesesatannya. Mohon diperhatikan!</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi jika kita mengatakan Ahmadiyah adalah kafir <strong>bukan</strong> berarti jama’ah tabligh langsung kita katakan adalah kafir. Karena kesesatan keduanya ada perbedaan. Pahamilah ini!</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga penyebutan firqah Asy’ari satu bab dengan JIL (Jaringan Iblis) maka bukan berarti kita menyamakan Asy’ari dengan JIL. Karena keduanya ada perbedaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita lihat hadits Nabi tentang pembatal Shalat!</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila seseorang shalat, lalu dilewati oleh salah satu dari tiga, maka shalatnya batal, yaitu</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Wanita yang sudah baligh,</li>
<li>Keledai, dan</li>
<li>Anjing hitam.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Dzarr al-Ghifari <em>Radhiyallahu ‘anhu,</em> ia berkata, “Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa Sallam</em>bersabda, <strong>“Jika seorang muslim tidak menggunakan sutrah seperti pelana unta dalam shalatnya maka shalatnya akan terputus jika lewat di hadapannya seorang wanita, seekor keledai, dan anjing hitam.’” Al-Hadits. Dalam hadits tersebut disebutkan: “Anjing hitam itu adalah setan.” (HR. Muslim).</strong><strong><sup>9</sup></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam buku <strong>Sifat Shalat Nabi </strong>karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani disebutkan Rasulullah bersabda, <strong>“Yang memutuskan shalat seseorang, apabila di hadapannya tidak terdapat sesuatu setinggi kayu yang terdapat pada ujung pelana adalah dilewati perempuan (yang haidh)</strong><strong><sup>10</sup></strong><strong>, keledai, dan anjing hitam.” Abu Dzar berkata: Aku bertanya: “Wahai Rasulullah! Apa bedanya anjing hitam dengan anjing merah?” “Anjing hitam adalah syaithan,” jawab beliau.</strong><strong><sup>11</sup></strong><strong>  </strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penyebutan wanita yang sudah baligh dan keledai dalam satu pembahasan bukan berarti kita menyamakan wanita dengan keledai. Begitu juga penyebutan Asy’ari, jama’ah tabligh, Ahmadiyah dan JIL dalam satu pembahasan, bukan berarti kita menyamakan keempat firqah tersebut. Karena masing-masing firqah memiliki kesesatan yang berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Ambil contoh: Jika kita mengatakan Ahmadiyah dan JIL memiliki keyakinan kufur. Bukan berarti kita langsung mengatakan Asy’ari dan jama’ah tabligh juga memiliki keyakinan kufur yang sama dengan Ahmadiyah dan JIL (Jaringan Iblis).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Walhasil, dalam pembahasan kesesatan dan kekafiran hendaklah kita merujuk kepada ahli ilmu. Oleh sebab itu jangan serampangan dalam pembahasan kesesatan dan kekafiran. Allahu a’lam.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan bisa dimengerti. Semoga Allah memberikan pemahaman agama kepada kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tebasan Keenam (Penggunaan kata ‘sesat’ dan ‘kafir’).</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penggunaan kata ‘sesat’ dan ‘kafir’ ada perincian. Jika kita katakan suatu firqah adalah sesat bukan berarti firqah itu langsung dikatakan kafir. Maka dilihat dulu apakah kesesatannya menyebabkan kekafiran atau tidak. Akan tetapi jika suatu firqah dikatakan adalah kafir maka tidak diragukan lagi kesesatannya. Jadi ‘sesat’ belum tentu ‘kafir’, dan ‘kafir’ sudah jelas ‘sesat’. Mohon dipahami!</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu Habib Rizieq Shihab jangan memukul rata istilah ‘sesat’ dan ‘kafir’!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita ambil pelajaran dari perkataan Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah. Beliau berkata,<strong>“Siapa saja yang berbicara bukan pada bidangnya, niscaya dia akan melontarkan keanehan-keanehan.” (Fathul Bari).<sup>12</sup></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Allahu a’lam.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Disusun oleh </strong>Abu Aslam bin Syahmir Marbawi</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Footnote:</strong></p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Thariqul Wushul hlm. 194 oleh Syaikh Abdurrahman as-Sa’di. Lihat buku “Meluruskan Sejarah Wahhabi” karya Ustadz Yusuf Abu Ubaidah halaman xiii.</li>
<li style="text-align:justify;">Lihat buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf” </strong>karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas (semoga Allah menjaganya) halaman 497.</li>
<li style="text-align:justify;">Tafsir al-Qurthubi (IV/281) cet. Darul Kutub al-Ilmiyyah. Lihat buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf” </strong>halaman 498.</li>
<li style="text-align:justify;">Majmuu’ Fataawaa (XV/54), Minhaajus Sunnah (II/398, IV/590), dan Madaarijus Saalikiin (I/373). Lihat buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf” </strong>halaman 498.</li>
<li style="text-align:justify;">Lahir pada tahun 260 H. Lihat buku “Al Ibanah, Buku Putih Imam al-Asy’ari” halaman 18. Lihat buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf” </strong>halaman 519.<strong></strong></li>
<li style="text-align:justify;">Lihat buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf” </strong>halaman 498-499.</li>
<li style="text-align:justify;">Lihat buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf” </strong>halaman 499.</li>
<li style="text-align:justify;">Lihat buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf” </strong>halaman 500.</li>
<li style="text-align:justify;"><strong>Shahih: </strong>HR. Muslim (no. 510), Abu Dawud (no. 702), an-Nasa-i (no. 750), dan Ibnu Majah (no. 952). Lihat buku “Sifat Shalat Nabi” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas halaman 66-67.</li>
<li style="text-align:justify;">Maksudnya adalah wanita yang sudah baligh. Yang dimaksud dengan putus di sini, shalatnya batal.</li>
<li style="text-align:justify;">Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Khuzaimah (I/95/2). Lihat kitab<em>Tahdziirus Saajid min Ittikhaadzil Qubuuril Masaajid </em>dan kitab <em>Ahkaamul Janaa-iz wa Bida’uha</em>karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani. Lihat buku “Sifat Shalat Nabi” karya Syaikh al-Albani halaman 114 (bahasa Indonesia). Lihat juga kitab <em>Shifatu Shalaatin Nabiyyi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam minat Takbir ilat Taslim ka annaka taraahaa </em>karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani halaman 74.</li>
<li style="text-align:justify;"><em>Fathul Bari</em> 3/466. <em>Kalimatul Haq </em>halaman 131 oleh Syaikh Ahmad Syakir. Lihat buku “Meluruskan Sejarah Wahhabi” karya Ustadz Yusuf Abu Ubaidah halaman xxiii.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1309&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/30/meluruskan-pemahaman-habib-rizieq-shihab-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MELURUSKAN PEMAHAMAN HABIB RIZIEQ SHIHAB 2</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/16/meluruskan-pemahaman-habib-rizieq-shihab-2/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/16/meluruskan-pemahaman-habib-rizieq-shihab-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 06:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1307</guid>
		<description><![CDATA[Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang yang mempunyai sifat dan karakter mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan menjauhi perkara-perkara yang baru dan bid’ah dalam agama. Karena mereka adalah orang-orang yang ittiba’ (mengikuti) kepada Sunnah Rasulullah dan mengikuti Atsar (jejak Salaful Ummah), maka mereka juga disebut Ahlul Hadits, Ahlul Atsar dan Ahlul Ittiba’. Di samping &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/16/meluruskan-pemahaman-habib-rizieq-shihab-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1307&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Ahlus Sunnah wal Jama’ah </strong>adalah orang yang mempunyai sifat dan karakter mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan menjauhi perkara-perkara yang baru dan bid’ah dalam agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena mereka adalah orang-orang yang ittiba’ (mengikuti) kepada Sunnah Rasulullah dan mengikuti Atsar (jejak Salaful Ummah), maka mereka juga disebut Ahlul Hadits, Ahlul Atsar dan Ahlul Ittiba’. Di samping itu, mereka juga dikatakan sebagai ath-Thaa-ifatul Manshuurah (golongan yang mendapatkan pertolongan Allah), al-Firqatun Naajiyah (golongan yang selamat), Ghurabaa’ (orang asing).<strong><sup>1</sup></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ahlus Sunnah wal Jama’ah</strong> dikatakan juga <strong>as-Salafiyyuun</strong>, karena mereka mengikuti manhaj Salafush Shalih dari Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in. Kemudian setiap orang yang mengikuti jejak mereka serta berjalan berdasarkan manhaj mereka –di sepanjang masa-, mereka ini disebut <strong>Salafi, </strong>karena dinisbatkan kepada<strong>Salaf.<sup>2</sup></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penamaan </strong><strong>Ahlus Sunnah wal Jama’ah telah ada </strong><strong>pada</strong><strong> generasi pertama umat Islam pada kurun yang dimuliakan Allah, yaitu generasi Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in.</strong><strong><sup>3</sup></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;" align="center"><strong>يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan): ‘Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu itu.’” (QS. Ali Imran: 106).</strong></p>
<p style="text-align:justify;" align="center"><strong>وقوله تعالى: { يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ } يعني: يوم القيامة، حين تبيض وجوه أهل السنة والجماعة، وتسودّ وجوه أهل البِدْعَة والفرقة، قاله ابن عباس، رضي الله عنهما</strong><strong><sup>4</sup></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Abbas berkata, “Yakni pada hari kiamat, ketika menjadi putih wajah-wajah <strong>Ahlus Sunnah wal Jama’ah. </strong>Dan menjadi hitam wajah-wajah ahlul bid’ah dan perpecahan.”<strong><sup>5</sup></strong> <strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian penggunaan istilah <strong>Ahlus Sunnah</strong> ini diikuti oleh kebanyakan ulama, di antaranya:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Ayyub as-Sikhtiyani (wafat th. 131 H), ia berkata, “Apabila aku dikabarkan tentang meninggalnya seorang dari <strong>Ahlus Sunnah</strong> seolah-olah hilang salah satu anggota tubuhku.”<strong><sup>6</sup></strong></li>
<li>Sufyan ats-Tsaury (wafat th. 161 H) berkata, “Aku wasiatkan kalian untuk tetap berpegang kepada <strong>Ahlus Sunnah</strong> dengan baik, karena mereka adalah al-ghurabaa’. Alangkah sedikitnya <strong>Ahlus Sunnah wal Jama’ah.</strong>”<strong><sup>7</sup></strong></li>
<li>Fudhail bin Iyadh (wafat th. 187 H) berkata, “… Berkata <strong>Ahlus Sunnah: </strong>Iman itu keyakinan, perkataan, dan perbuatan.”<strong><sup>8</sup></strong></li>
<li>Imam Ahmad bin Hanbal (hidup th. 164-241 H), beliau berkata dalam muqaddimah kitabnya, <strong><em>As-Sunnah</em></strong>, “Inilah madzhab ahlul ‘ilmi, ash-haabul atsar dan <strong>Ahlus Sunnah,</strong>yang mereka dikenal sebagai pengikut Sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para Sahabatnya Radhiyallahu ‘anhum, dari semenjak zaman para Sahabat hingga pada masa sekarang ini…”<strong><sup>9</sup></strong></li>
<li>Imam Ibnu Jarir ath-Thabari (wafat th. 310 H), “… Adapun yang benar dari perkataan tentang keyakinan bahwa kaum Mukminin akan melihat Allah pada hari Kiamat, maka itu merupakan agama yang kami beragama dengannya, dan kami mengetahui bahwa <strong>Ahlus Sunnah wal Jama’ah</strong> berpendapat bahwa penghuni Surga akan melihat Allah sesuai dengan berita yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.”<strong><sup>10</sup></strong></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>Faedah: </strong>Kami sengaja mencantumkan tahun hidup dan wafat ulama. Dan ini adalah kebiasaan Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas (semoga Allah menjaganya) dalam tulisannya. Dengan mencantumkan tahun hidup dan wafat ulama akan diketahui orang yang berbohong dalam sejarah. Akan diketahui juga orang-orang yang dijangkiti kebodohan dalam masalah sejarah -khususnya sejarah istilah Ahlus Sunnah wal Jama’ah-.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan penjelasan di atas, maka jelaslah bagi kita bahwa lafazh <strong>Ahlus Sunnah</strong> sudah dikenal di kalangan Salaf (generasi awal umat ini) dan para ulama sesudahnya. Istilah Ahlus Sunnah merupakan istilah yang mutlak sebagai lawan kata Ahlul Bid’ah. Para ulama Ahlus Sunnah menulis penjelasan tentang Aqidah Ahlus Sunnah agar umat faham tentang aqidah yang benar dan untuk membedakan antara mereka dengan Ahlul Bid’ah. Sebagaimana telah dilakukan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Imam al-Barbahari, Imam ath-Thahawi serta yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dan ini juga sebagai bantahan kepada orang yang berpendapat bahwa istilah Ahlus Sunnah pertama kali dipakai oleh golongan Asy’ariyyah, padahal Asy’ariyyah muncul pada abad ke-3 dan ke-4 Hijriyyah.<sup>11</sup></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pada hakikatnya, Asy’ariyyah tidak dapat dinisbatkan kepada Ahlus Sunnah, karena beberapa perbedaan prinsip yang mendasar, di antaranya:</strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Golongan Asy’ariyyah menta’wil sifat-sifat Allah Ta’ala, sedangkan Ahlus Sunnah menetapkan sifat-sifat Allah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya, seperti sifat istiwa, wajah, tangan, al-Qur’an Kalamullah, dan lainnya.</li>
<li>Golongan Asy’ariyyah menyibukkan diri mereka dengan ilmu kalam, sedangkan ulama Ahlus Sunnah justru mencela ilmu kalam, sebagaimana penjelasan Imam asy-Syafi’i ketika mencela ilmu kalam.</li>
<li>Golongan Asy’ariyyah menolak kabar-kabar yang shahih tentang sifat-sifat Allah, mereka menolaknya dengan akal dan qiyas (analogi) mereka.<strong><sup>12</sup></strong></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sekilas tentang Asy’ariyyah dan Maturidiyyah.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Asy’ariyyah.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mereka adalah pengikut Abul Hasan Ali bin Isma’il al-Asy’ari (wafat th. 324 H). Sebelumnya beliau menganut pemahaman Mu’tazilah selama 40 tahun, kemudian berpindah kepada paham Kullabiyyah yang menetapkan sebagian sifat-sifat Allah dan mentakwil sebagian yang lain. Setelah itu menjelang akhir hayatnya beliau kembali kepada pemahaman Salaf dan menulis kitab al-Ibanah dan Maqalaatul Islamiyyin. Dikedua kitab tersebut beliau menyebutkan bahwa beliau mengikuti pendapat Imam Ahlus Sunnah Ahmad bin Hanbal, dan pendapatnya mengikuti semua pendapat Imam Ahmad. Namun sayang para pengikutnya mengambil pemahaman beliau ketika menganut paham Kullabiyah dan menisbatkan pemahaman tersebut kepada beliau, sehingga mereka menamakan diri mereka dengan <em>al-Asyaa’irah</em> atau <em>al-Asy’ariyyah</em>. Sedangkan beliau sendiri berlepas diri dari mereka.<strong><sup>13</sup></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Maturidiyyah.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mereka dinisbatkan kepada Abu Manshur al-Maturidi as-Samarkand (wafat th. 332 H), imam mereka. Di antara pendapat bid’ah mereka adalah:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Mereka menafikan sifat fi’liyyah bagi Allah. Sedangkan Ahlus Sunnah menetapkan sifat-sifat Allah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.</li>
<li>Menafikan keyakinan bahwa kaum mukminin melihat Allah pada hari kiamat. Padahal keyakinan yang benar (keyakinan ahlus sunnah) adalah orang mukmin akan melihat Allah pada hari kiamat. Rasulullah bersabda, <strong>“Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb (Allah) kalian, sebagaimana kalian melihat bulan pada malam bulan purnama, kalian tidak terhalang (tidak berdesak-desakan) ketika melihat-Nya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).<sup>14</sup></strong></li>
<li>Mengingkari sebagian besar sifat-sifat Allah Ta’ala. Dan lain-lain.<strong><sup>15</sup></strong></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>BANTAHAN KEPADA HABIB RIZIEQ SHIHAB.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Habib Rizieq berkata:</strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Apalagi umat Islam dari kalangan Asy’ari dan Maturidi yang sudah 1200 tahun lebih secara representatif mewakili Ahlussunnah wal Jama’ah.</li>
<li>1000 tahun lebih yang disebut Ahlussunnah itu adalah Asy’ari dan Maturidi.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bantahan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kelirulah Habib Rizieq</strong> yang mengatakan Asy’ari (Asy’ariyyah) dan Maturidi mewakili Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Karena yang mewakili <strong>Ahlus Sunnah wal Jama’ah </strong>adalah para Sahabat Rasulullah, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, para ulama dan orang-orang yang mengikuti mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Asy’ariyyah dan Maturidi tidak dapat dinisbatkan kepada Ahlus Sunnah karena terdapat perbedaan antara Asy’ariyyah dan Maturidi dengan Ahlus Sunnah.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Wal hasil Asy’ari dan Maturidi <strong>bukan wakil</strong> Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karena Asy-‘ari dan Maturidi <strong>berbeda/tidak sama </strong>dengan Ahlus Sunnah. Bagaimana mungkin suatu yang berbeda dikatakan sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Apalagi istilah Ahlus Sunnah wal jama’ah telah dikenal jauh sebelum timbul pemahaman Asy’ariyyah dan Maturidiyyah. Pahamilah wahai Saudaraku!</p>
<p style="text-align:justify;">Istilah Ahlus Sunnah telah dikenal pada masa Ibnu Abbas yang lahir tiga tahun sebelum hijrah dan meninggal dunia tahun 68 H. Jauh sebelum masa Abul Hasan al-Asy’ari (wafat 324 H) dan jauh sebelum masa Abu Manshur al-Maturidi (wafat 332 H).</p>
<p style="text-align:justify;">(Bersambung, Insya Allah).</p>
<p style="text-align:justify;">Disusun oleh Abu Aslam bin Syahmir bin Marbawi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Footnote:</strong></p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Lihat buku “Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, halaman 38.</li>
<li style="text-align:justify;">Lihat buku “Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” halaman 35.</li>
<li style="text-align:justify;">Lihat buku “Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, halaman 19. Lihat juga buku “Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, halaman 41.</li>
<li style="text-align:justify;">Lihat Maktabah Syamilah, Tafsir Ibnu Katsir, surat al-Ma’idah ayat 106.</li>
<li style="text-align:justify;"><em>Tafsiir Ibni Katsiir</em> (II/92, cet. Daar Thayyibah) dan <em>Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah</em> (I/79, no. 74). Lihat buku “Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” halaman 20. Lihat juga buku “Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” halaman 42.</li>
<li style="text-align:justify;">Lihat buku “Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” halaman 42.</li>
<li style="text-align:justify;"><em>Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah</em> (I/71, no. 49 dan 50). Lihat buku “Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” halaman 42.</li>
<li style="text-align:justify;">Lihat buku “Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” halaman 42.</li>
<li style="text-align:justify;">Lihat buku “Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” halaman 43.</li>
<li style="text-align:justify;">Lihat buku “Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” halaman 43.</li>
<li style="text-align:justify;">Lihat buku “Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” halaman 43-44.</li>
<li style="text-align:justify;">Lihat pembahasan tentang berbagai perbedaan pokok antara Ahlus Sunnah dengan Asy’ariyyah dalam kitab <em>Manhaj Ahlis Sunnah wal Jama’ah wa Manhajil Asyaa’irah fii Tauhiidillahi Ta’aalaa </em>oleh Khalid bin Abdil Lathif bin Muhammad Nur dalam 2 jilid, cet. I/Maktabah al-Ghuraba’ al-Atsariyyah, th. 1416 H. Lihat buku “Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” halaman 44.</li>
<li style="text-align:justify;"><em>Al-Milal wan Nihal</em> (hal. 94-103), <em>Wasathiyyah Ahlus Sunnah bainal Firaq</em> (hal. 297-299), dan <em>Mu’jamul Bida’ </em>(hal. 53). Lihat buku “Mulia dengan Manhaj Salaf” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, halaman 519-520.</li>
<li style="text-align:justify;">HR. Al-Bukhari (no. 554) dan Muslim (no. 633 (211)). Lihat buku “Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” halaman 218.</li>
<li style="text-align:justify;"><em>Al-Maaturidiyyah Diraasatan wa Taqwiiman</em>, karya Awadullah bin Dakhil al-Luhaibi al-Harbi, dan <em>Mu’jamul Bida’</em> (hal 474). Lihat buku “Mulia dengan Manhaj Salaf” karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, halaman 521.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1307/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1307/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1307/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1307&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/16/meluruskan-pemahaman-habib-rizieq-shihab-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MELURUSKAN PEMAHAMAN HABIB RIZIEQ SHIHAB 1</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/16/meluruskan-pemahaman-habib-rizieq-shihab-1/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/16/meluruskan-pemahaman-habib-rizieq-shihab-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 06:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1304</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan berbagai macam nikmatnya kepada kita. Shalawat dan salam kita mohonkan kepada Allah agar ditujukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Telah sampai kepada kami ceramah yang disampaikan oleh Habib Rizieq Shihab. Di dalam ceramahnya tersebut, Habib Rizieq mengomentari buku Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas yang berjudul “Mulia dengan &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/16/meluruskan-pemahaman-habib-rizieq-shihab-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1304&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan berbagai macam nikmatnya kepada kita. Shalawat dan salam kita mohonkan kepada Allah agar ditujukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.</p>
<p>Telah sampai kepada kami ceramah yang disampaikan oleh <strong>Habib Rizieq Shihab.</strong> Di dalam ceramahnya tersebut, Habib Rizieq mengomentari buku <strong>Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas</strong> yang berjudul <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong>.</p>
<p>Buku “Mulia dengan Manhaj Salaf” berisi tentang cara/metode beragama yang benar, yaitu bermanhaj dengan <strong>manhaj salaf. </strong>Ustadz Yazid menjelaskan tentang manhaj salaf dan yang berkaitan dengannya secara gamblang. Beruntunglah orang yang bisa mengambil manfaat.</p>
<p>Di dalam muqaddimah buku ini dikatakan, “Dalam buku ini, penulis akan menjelaskan dengan jelas dan gamblang tentang hujjahnya <strong>manhaj</strong> <strong>para sahabat,</strong> yang akan mengantarkan kita kepada cara beragama yang benar, menuju kepada kejayaan umat, dan yang paling penting ialah bahwa kita berpegang dengan manhaj salaf tidak lain tujuan kita ingin masuk surga.</p>
<p>Dalam buku ini, penulis menjelaskan prinsip-prinsip penting manhaj salaf dalam aqidah, manhaj, dakwah, akhlak dan lainnya. Tentang siapakah orang yang paling berhak disebut salafi dan bagaimana cirinya. Penulis juga menyebutkan faedah-faedah dan manfaat yang besar dari berpegang teguh dengan manhaj salaf.<strong><sup>1</sup></strong></p>
<p><strong>Bantahan pertama.</strong></p>
<p>Jelaslah bagi kita bahwa buku ini ditulis untuk menjelaskan tentang metode beragama yang benar, yaitu <strong>metode salaf</strong><strong> atau </strong><strong>manhaj salaf.</strong> Maka <strong>kami katakan: Kelirulah Habib Rizieq</strong>yang berkomentar bahwa buku ini dapat memecah belah umat, bahkan sebaliknya buku ini dapat menyatukan umat. Menyatukan kaum muslimin di atas agama yang benar, dan di atas cara beragama yang benar. Buku ini mengajak umat untuk mengamalkan Islam sebagaimana pengamalan Rasulullah dan Sahabat-sahabatnya. Inilah manhaj salaf. Pahamilah hal ini!</p>
<p>Selain itu, di dalam buku ini juga terdapat pembahasan tentang menyatukan kaum muslimin di atas al-Qur’an dan as-Sunnah menurut pemahaman salaf. Ini menunjukkan penulis buku juga memperhatikan persatuan kaum muslimin, dan menginginkan persatuan bagi kaum muslimin.</p>
<p>Ketahuilah Saudara-Saudariku (semoga Allah memberikan kepahaman kepadamu), pada hakikatnya orang-orang sesatlah yang membuat perpecahan. Adapun orang yang bermanhaj salaf, maka bukanlah pemecah belah umat. Kenapa? Karena orang-orang bermanhaj salaf adalah orang yang meneladani pengamalan dan pemahaman agama Rasulullah dan Sahabatnya. Adapun orang-orang sesat membuat pemikiran-pemikiran baru yang menjadikan umat berpecah belah. Oleh sebab itu, umat akan bersatu jika mereka kembali kepada manhaj salaf, yaitu metode beragama Rasulullah dan Sahabatnya. Sebaliknya mereka akan berpecah belah jika melenceng dari manhaj salaf.</p>
<p>Oleh sebab itu<strong> Habib Rizieq</strong> tidak perlu prihatin dengan terbitnya buku ini, bahkan Habib Rizieq seharusnya berbahagia karena terbitnya buku yang menjelaskan metode beragama yang benar.</p>
<p><strong>Apa yang dimaksud dengan manhaj?</strong></p>
<p>Manhaj menurut bahasa artinya jalan yang jelas dan terang.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p align="center"><strong>لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا</strong></p>
<p><strong>“…Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang…” (QS. Al-Maa-idah: 48).</strong></p>
<p>Ibnu Abbas berkata menafsirkan, “Maksudnya, jalan dan syari’at.”<strong><sup>2</sup></strong></p>
<p>Sedang menurut istilah, manhaj ialah kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan yang digunakan bagi setiap pembelajaran ilmiah, seperti kaidah-kaidah bahasa Arab, ushul aqidah, ushul fiqih, dan ushul tafsir di mana dengan ilmu-ilmu ini pembelajaran dalam Islam beserta pokok-pokoknya menjadi teratur dan benar.<strong><sup>3</sup></strong></p>
<p><strong>Manhaj</strong> artinya jalan atau metode. Dan manhaj yang benar adalah jalan hidup yang lurus dan terang dalam beragama menurut pemahaman para sahabat Nabi.</p>
<p>Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan menjelaskan perbedaan antara aqidah dan manhaj, beliau berkata, “Manhaj lebih umum daripada aqidah. Manhaj diterapkan dalam aqidah, suluk, akhlak, muamalah, dan dalam semua kehidupan seorang muslim. Setiap langkah yang dilakukan seorang muslim dikatakan manhaj. Adapun yang dimaksud dengan aqidah adalah pokok iman, makna dua kalimat syahadat, dan konsekuensinya. Inilah aqidah.”<strong><sup>4</sup></strong></p>
<p><strong>Apa yang dimaksud dengan </strong><strong>salaf</strong><strong>?</strong><strong></strong></p>
<p><strong>Menurut bahasa.</strong></p>
<p>Salaf berasal dari kata salafa-yaslufu-salafan, artinya telah lalu. Kata salaf juga bermakna: seseorang yang telah mendahului (terdahulu) dalam ilmu, iman, keutamaan dan kebaikan.</p>
<p>Ibnu Manzhur mengatakan, “Salaf juga berarti orang yang mendahului Anda, baik dari bapak maupun orang-orang terdekat (kerabat) yang lebih tua umurnya dan lebih utama. Karena itu generasi pertama dari umat ini dari kalangan para Tabi’in disebut sebagai as-Salafush Shalih.”<strong><sup>5</sup></strong></p>
<p>Masuk juga dalam pengertian secara bahasa, yaitu sabda Rasulullah kepada anaknya, Fathimah, <strong>“Sesungguhnya sebaik-baik salaf (pendahulu) bagimu adalah aku.” (HR. Muslim)<sup>6</sup></strong></p>
<p><strong>Menurut istilah.</strong></p>
<p>Adapun menurut istilah, salaf adalah sifat yang khusus dimutlakkan kepada para Sahabat Nabi. Ketika disebutkan Salaf maka yang dimaksud pertama kali adalah para Sahabat. Adapun selain mereka ikut serta dalam makna Salaf ini, yaitu orang-orang yang mengikuti mereka. Artinya, bila mereka mengikuti para Sahabat maka disebut Salafiyyin, yaitu orang-orang yang mengikuti Salafush Shalih.<strong><sup>7</sup></strong></p>
<p>Kami persilahkan para pembaca untuk mempelajari <strong>Surat at-Taubah ayat 100. </strong>Dalam ayat ini Allah Ta’ala menyebutkan generasi  pertama umat ini yaitu para sahabat dari kalangan muhajirin dan anshar. Mereka adalah orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka dijamin masuk surga. Dan orang-orang setelah mereka, yang mengikuti mereka dengan baik dalam aqidah, manhaj dan lainnya, maka mereka pun akan mendapatkan ridha Allah dan akan masuk surga.</p>
<p>Imam al-Ghazali berkata ketika mendefenisikan salaf, “Yang saya maksud adalah madzhab Sahabat dan Tabi’in.”<strong><sup>8</sup></strong></p>
<p>Al-Baijuri berkata, “Maksud dari orang-orang terdahulu (salaf) adalah orang-orang terdahulu dari kalangan para Nabi, para Sahabat, Tabi’in, dan para pengikutnya.”<strong><sup>9</sup></strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan Salaf pertama kali adalah Sahabat karena Rasulullah telah menyebutkan, <strong>Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Sahabat), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’ut Tabi’in).” (Muttafaq ‘alaihi).<sup>10</sup></strong></p>
<p>Berdasarkan keterangan di atas menjadi jelaslah bahwa kata <strong>salaf </strong>mutlak ditujukan untuk para sahabat Nabi dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.<strong><sup>11</sup></strong></p>
<p><strong>Salaf adalah istilah yang sah. Istilah yang dipakai untuk orang-orang yang menjaga keselamatan aqidah dan manhaj menurut apa yang dilaksanakan Rasululllah dan para sahabatnya sebelum terjadi perselisihan dan perpecahan.<sup>12</sup></strong></p>
<p><strong>Makna Salafiyyah</strong></p>
<p>Adapun <strong>salafiyyah</strong>, maka itu adalah nisbat kepada manhaj salaf, dan ini adalah penisbatan yang baik kepada manhaj yang benar, dan <strong>bukan suatu bid’ah dari madzhab yang baru.</strong></p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat th. 728 H) mengatakan, <strong>“Bukanlah merupakan aib bagi orang yang menampakkan madzhab salaf dan menisbatkan diri kepadanya, bahkan wajib menerima yang demikian itu darinya berdasarkan kesepakatan (para ulama) karena madzhab salaf tidak lain kecuali kebenaran.”<sup>13</sup></strong></p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga mengatakan, “Telah diketahui bahwa karakter ahlul ahwa’ (pengekor hawa nafsu) ialah meninggalkan atau tidak mengikuti salaf.”<strong><sup>14</sup></strong></p>
<p>Dari penjabaran makna Salafiyyah, baik dari sisi pengertian maupun penisbatan kepadanya, nampak <strong>jelaslah</strong><strong> kesalahan para penulis dan pemikir </strong>yang menganggap penisbatan diri kepada Salafush Shalih, da’i-da’i yang menyeru kepadanya, bermanhaj dengan manhajnya, dan memperingatkan orang-orang yang menyelisihinya sebagai bagian dari firqah (kelompok) yang banyak meracuni umat Islam. Bahkan mereka menganggap bahwa mengingatkan umat dari manhaj yang menyimpang adalah penyebab perpecahan.<strong><sup>15</sup></strong></p>
<p><strong>Bantahan kedua.</strong></p>
<p>Maka <strong>kelirulah Habib Rizieq Shihab </strong>yang menganggap bahwa mengingatkan umat dari manhaj yang menyimpang adalah penyebab perpecahan. Padahal mengingatkan umat dari manhaj yang menyimpang adalah bentuk <strong>nasehat </strong>kepada umat. Hal ini dilakukan untuk mengingatkan umat agar tidak terjerumus dalam penyimpangan dan kesalahan. Perhatikanlah hal ini!</p>
<p><strong>Oleh sebab itu, jika telah jelas kesesatan suatu kelompok yang melenceng dari Islam yang benar maka tidak perlu ragu untuk menyatakan kesesatannya.</strong><strong></strong></p>
<p>(Tulisan bersambung, Insya Allah).</p>
<p>Disusun oleh Abu Aslam bin Syahmir Marbawi.</p>
<p>Footnote:</p>
<ol>
<li>Lihat buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas halaman 11-12.</li>
<li>Tafsiir Ibnu Katsiir (III/129) tahqiq Sami bin Muhammad as-Salamah, cet. IV Daar Thayyibah, th. 1428 H. Lihat buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf” </strong>karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas halaman 13.</li>
<li>Al-Mukhtasharul Hatsiits fii bayaani Ushuuli Manhajis Salaf Ash-haabil Hadiits halaman 15. Lihat buku <strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong><strong> </strong>halaman 13.</li>
<li>Al-Ajwibah al-Mufiidah ‘an As-ilati Manaahijil Jadiidah (halaman 123). Lihat buku<strong> </strong><strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> halaman 13-14.</li>
<li>Lisaanul ‘Arab (VI/331). Lihat buku<strong> </strong><strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> halaman 14.</li>
<li>Shahih: HR. Muslim (no. 2450 [98]). Lihat buku<strong> </strong><strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> halaman 15.</li>
<li>Lihat buku<strong> </strong><strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> halaman 15.</li>
<li>Iljamul Awaam ‘An ‘Ilmil Kalaam (halaman 62). HR. Lihat buku<strong> </strong><strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> halaman 16.</li>
<li>Tuhfatul Muriid Syarah Jauharut Tauhiid (halaman 231). Lihat buku<strong> </strong><strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> halaman 16.</li>
<li>HR. Al-Bukhari (no. 2652) dan Muslim (2533[212]). Lihat buku<strong> </strong><strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> halaman 17.</li>
<li>Usus Manhaj Salaf fii Da’wati ilallah (halaman 24). Lihat buku<strong> </strong><strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> halaman 18.</li>
<li>Bashaa-iru Dzawisy Syaraf (halaman 21). Lihat buku<strong> </strong><strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong>halaman 19.</li>
<li>Majmuu’ Fataawaa Syaikhil Islam Ibni Taimiyyah (IV/149). Lihat buku<strong> </strong><strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> halaman 19.</li>
<li>Majmuu’ Fataawaa Syaikhil Islam Ibni Taimiyyah (IV/155). Lihat buku<strong> </strong><strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> halaman 19.</li>
<li>Usus Manhaj Salaf fii Da’wati ilallah (halaman 29). Lihat buku<strong> </strong><strong>“Mulia dengan Manhaj Salaf”</strong> halaman 22.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1304/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1304&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/16/meluruskan-pemahaman-habib-rizieq-shihab-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Quran Player Portable</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/12/quran-player-portable/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/12/quran-player-portable/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 05:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1298</guid>
		<description><![CDATA[Qur&#8217;an player adalah sebuah kitab suci Al-Qur&#8217;an dalam bentuk digital. Qur&#8217;an Player menyajikan ayat-ayat suci Al Qur&#8217;an 30 juz beserta terjemahan bahasa Indonesia yang bisa anda baca langsung di hadapan monitor komputer sekaligus mendengarkan MP3 dari ayat-ayat yang ditampilkan. Qur&#8217;an Player bersifat portable sehingga bisa dijalankan tanpa proses instalasi bahkan anda juga bisa langsung memburningnya &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/12/quran-player-portable/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1298&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img class="aligncenter" src="http://kampungsalaf.files.wordpress.com/2012/04/qur27anplayer.jpg?w=200&h=143" alt="" width="200" height="143" border="0" /></div>
<p>Qur&#8217;an player adalah sebuah kitab suci Al-Qur&#8217;an dalam bentuk digital. Qur&#8217;an Player menyajikan ayat-ayat suci Al Qur&#8217;an 30 juz beserta terjemahan bahasa Indonesia yang bisa anda baca langsung di hadapan monitor komputer sekaligus mendengarkan MP3 dari ayat-ayat yang ditampilkan.</p>
<p><a name="more"></a>Qur&#8217;an Player bersifat portable sehingga bisa dijalankan tanpa proses instalasi bahkan anda juga bisa langsung memburningnya ke dalam CD dan mendengarkan MP3 nya dari dalam CD player.<br />
Fitur-fitur yang terdapat pada qur&#8217;an player diantaranya :</p>
<ul>
<li>Menyajikan ayat-ayat suci Al Qur&#8217;an 30 Juz beserta terjemahannya.</li>
<li>Dilengkapi dengan MP3 murotal dari dua orang qori yaitu Syaikh Ali Abdurrahman Al-Hudzaifi dan Syaikh Muhammad Ayyub.</li>
<li>Adanya pasilitas pencarian dan penyalinan ayat alqur&#8217;an dan terjemahannya.</li>
<li>Skin bisa digonta ganti.</li>
<li>Tiap ayat yang sedang dibaca akan di highlight hingga memudahkan kita dalam menyimaknya.</li>
<li>Menu navigasi yang mudah dipahami.</li>
<li>Tanpa instalasi (portable).</li>
</ul>
<p>Ukuran file aplikasi ini sangat besar sekitar 600 mb lebih, namun untuk memudahkan anda dalam mendownloadnya,  telah membaginya menjadi beberapa part yang masing-masing berukuran 25 mb kecuali part yang terakhir.</p>
<p>Download Ke 12 Link Disini <a href="http://www.mediafire.com/?9typl2161u10zwd">http://www.mediafire.com/?9typl2161u10zwd</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/software/'>Software</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1298&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/12/quran-player-portable/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kampungsalaf.files.wordpress.com/2012/04/qur27anplayer.jpg?w=200" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hematlah Dalam Berwudhu</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/04/hematlah-dalam-berwudhu/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/04/hematlah-dalam-berwudhu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 06:33:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1293</guid>
		<description><![CDATA[Dari Anas radhiyallahu &#8216;anhu: &#8220;Bahwasannya Nabi shallallahu &#8216;alayhi wa sallam biasa berwudhu dengan 1 mud air (1 mud = 1 genggaman tangan orang arab di zaman Nabi) dan mandi dengan 4 sampai 5 mud air.&#8221; [HR. al-Bukhari no. 201, Muslim no. 325.] Nabi shallallahu &#8216;alayhi wa sallam bersabda: &#8220;&#8230;Beginilah cara berwudhu, barangsiapa menambah-nambah cara ini &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/04/hematlah-dalam-berwudhu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1293&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dari Anas radhiyallahu &#8216;anhu: &#8220;Bahwasannya Nabi shallallahu &#8216;alayhi wa sallam biasa berwudhu dengan 1 mud air (1 mud = 1 genggaman tangan orang arab di zaman Nabi) dan mandi dengan 4 sampai 5 mud air.&#8221; [HR. al-Bukhari no. 201, Muslim no. 325.]</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi shallallahu &#8216;alayhi wa sallam bersabda: &#8220;&#8230;Beginilah cara berwudhu, barangsiapa menambah-nambah cara ini berarti dia telah berbuat kejelekan, melanggar batas dan dzhalim.&#8221; [HR. an-Nasa'i (I/88), Ibnu Majah (I/146), dan Ahmad (II/180). Dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih an-Nasa'i (I/31)]</p>
<p style="text-align:justify;">Setidaknya jika kita tidak bisa berwudhu dengan 1 mud seperti contoh Nabi shallallahu &#8216;alayhi wa sallam, maka kurangi air saat membuka tutup keran. Jangan sampai banyak air yang keluar terbuang percuma. Cukup buka sedikit hingga air keluar secukupnya, lalu berwudhulah agar kita tidak menjadi orang-orang yang mubadzir.<br />
Allahu a&#8217;lam bish shawaab.</p>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1293&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/04/04/hematlah-dalam-berwudhu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sikap Islami Menghadapi Kenaikan Harga BBM</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/03/26/sikap-islami-menghadapi-kenaikan-harga-bbm/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/03/26/sikap-islami-menghadapi-kenaikan-harga-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2012 07:11:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1290</guid>
		<description><![CDATA[Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBMpertanggal 1 April 2012 telah meresahkan banyak masyarakat. Berbagai respon yang beraneka ragam mereka lakukan dalam menghadapi fenomena ini. Sebagai orang yang beriman, kita tentu yakin bahwa Islam mengajarkan aturan terkait masalah ini. Hanya saja ada yang tahu dan ada yang belum tahu aturan itu. Sebagai orang yang beriman, kita tentu &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/03/26/sikap-islami-menghadapi-kenaikan-harga-bbm/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1290&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Rencana pemerintah untuk menaikkan <strong>harga BBM</strong>pertanggal 1 April 2012 telah meresahkan banyak masyarakat. Berbagai respon yang beraneka ragam mereka lakukan dalam menghadapi fenomena ini. Sebagai orang yang beriman, kita tentu yakin bahwa Islam mengajarkan aturan terkait masalah ini. Hanya saja ada yang tahu dan ada yang belum tahu aturan itu.</p>
<p>Sebagai orang yang beriman, kita tentu yakin bahwa aturan syariah merupakan aturan yang paripurna. Aturan yang mengantarkan manusia kepada kebahagiaan,<strong>meskipun bisa jadi tidak sejalan dengan logika kita. Ini penting untuk kita pahami, karena bisa jadi di antara kita ada yang merasa tidak puas dengan aturan ini</strong>. Bisa jadi di antara kita merasa aturan ini tidak sesuai dengan kepentingannya. Namun apapun itu, Anda perlu yakin bahwa aturan syariat harus dinomor-satukan. Dengan demikian, kita layak untuk disebut telah mendapat hidayah, karena kita mengambil sikap yang berbeda dengan mereka yang tidak sesuai aturan Alquran dan sunnah.</p>
<p style="text-align:justify;">لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَى مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Sehingga semakin tersesat orang yang tersesat setelah mendapat penjelasan dan hiduplah orang yang hidup (dengan hidayah) setelah mendapat penjelasan</em>.” (QS. Al-Anfal: 41)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong>, sesungguhnya Allah Dzat yang menakdirkan semua harga</p>
<p style="text-align:justify;">Kasus naiknya harga barang, tidak hanya terjadi di akhir zaman. Fenomena ini bahkan pernah terjadi di zaman Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Disebutkan dalam riwayat bahwa di zaman sahabat pernah terjadi kenaikan harga. Mereka pun mendatangi Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan menyampaikan masalahnya. Mereka mengatakan,</p>
<p style="text-align:justify;">يا رسول الله غلا السعر فسعر لنا</p>
<p style="text-align:justify;">“Wahai Rasulullah, harga-harga barang banyak yang naik, maka tetapkan keputusan yang mengatur harga barang.”</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menjawab,</p>
<p style="text-align:justify;">إن الله هو المسعر القابض الباسط الرازق وإني لآرجو أن ألقى الله وليس أحد منكم يطلبني بمظلمة في دم أو مال</p>
<p style="text-align:justify;">“Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku dalam urusan darah maupun harta.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan dishahihkan Al-Albani)</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memahami hal ini, setidaknya kita berusaha mengedepankan sikap tunduk kepada takdir, dalam arti tidak terlalu bingung dalam menghadapi kenaikan harga, apalagi harus stres atau bahkan bunuh diri. Semua sikap ini bukan solusi, tapi justru menambah beban dan memperparah keadaan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua</strong>, sesungguhnya kenaikan harga tidak mempengaruhi rezeki seseorang</p>
<p style="text-align:justify;">Bagian penting yang patut kita yakini bahwa rezeki kita telah ditentukan oleh Allah<em>‘Azza wa Jalla</em>. Jatah rezeki yang Allah tetapkan tidak akan bertambah maupun berkurang. Meskipun, masyarakat Indonesia diguncang dengan kenaikan harga barang, itu sama sekali tidak akan menggeser jatah rezeki mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah menyatakan,</p>
<p style="text-align:justify;">وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat</em>.” (QS. As-Syura: 27)</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Katsir mengatakan,</p>
<p style="text-align:justify;">أي: ولكن يرزقهم من الرزق ما يختاره مما فيه صلاحهم، وهو أعلم بذلك فيغني من يستحق الغنى، ويفقر من يستحق الفقر.</p>
<p style="text-align:justify;">“Maksud ayat, Allah memberi rezeki mereka sesuai dengan apa yang Allah pilihkan, yang mengandung maslahat bagi mereka. Dan Allah Maha Tahu hal itu, sehingga Allah memberikan kekayaan kepada orang yang layak untuk kaya, dan Allah menjadikan miskin sebagian orang yang layak untuk miskin.” (<em>Tafsir Alquran al-Adzim</em>, 7:206)</p>
<p style="text-align:justify;">Terkait dengan hal ini, jauh-jauh hari, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah mengingatkan umatnya agar jangan sampai mereka merasa rezekinya terlambat atau jatah rezekinya serat. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ ، فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ ، اتَّقُوا اللَّهَ أَيُّهَا النَّاسُ ، وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ ، خُذُوا مَا حَلَّ ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu, jangan kalian merasa rezeki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram.</em>” (HR. Baihaqi, dishahihkan Hakim dalam <em>Al-Mustadrak</em> dan disepakati Ad-Dzahabi)</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah memahami hal ini, seharusnya tidak ada lagi yang namanya orang stres berlebihan ketika mengalami ujian ekonomi. Apapun ujian yang dialami manusia, sama sekali tidak akan mengurangi jatah rezekinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun satu hal yang perlu Anda catat tebal-tebal, hadis ini sama sekali bukan untuk memotivasi Anda agar tidak bekerja atau meninggalkan aktivitas mencari rezeki. Bukan demikian maksudnya. Kita tidak tahu seberapa jatah rezeki kita, sehingga tidak ada seorang pun yang mogok kerja, meninggalkan anak istri terlunta-lunta, karena latar belakang keyakinan bahwa rezekinya sudah dipatok harganya. Ini jelas pemahaman yang salah.</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengingatkan demikian, tujuannya agar manusia tidak terlalu ambisius dengan dunia, sampai harus melanggar yang dilarang syariat. Kemudian ketika terjadi musibah, manusia tidak sedih yang berlebihan, apalagi harus stres.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya segala keresahan dan kesedihan yang dialami kaum muslimin adalah ujian dari Allah. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا ، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Jika ada yang menimpa seorang muslim, baik berupa rasa capek, sakit, kebingunan, kesedihan, kezhaliman orang lain, kesempitan hati, sampai duri yang menancap di badannya maka Allah akan jadikan semua itu sebagai penghapus dosa-dosanya</em>.” (HR. Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Mengingat hadis ini, sikap selanjutnya terkait kenaikan BBM: dilihat dari sudut pAndang takdir, kenaikan BBM adalah musibah yang datang dari Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, untuk menguji kaum muslimin, sekaligus menjadi penghapus dosa mereka. Keresahan yang mereka alami, hakikatnya adalah penghapus dosa yang pernah mereka lakukan. Siapa yang bersabar dan meniti jalan kebenaran maka Allah akan hapuskan dosa-dosanya dan akan Allah berikan jalan keluar terbaik.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Siapa yang bertakwa kepada Allah, maka akan Allah berikan jalan keluar. Allah akan berikan rezeki dari jalur yang tidak mereka perhitungkan..</em>” (QS. At-Thalaq: 2–3)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam memahami konsep musibah, sikap yang harus kita kedepankan adalah menuduh pribadi kita sebagai sumber masalahnya. Masing-masing individu menuding dirinya bahwa bisa jadi musibah ini disebabkan karena perbuatan maksiat yang pernah kita lakukan. Sebagaimana yang Allah firmankan,</p>
<p style="text-align:justify;">وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Segala bentuk musibah yang menimpa kalian, semuanya disebabkan ulah tangan (maksiat) kalian. Dan Allah telah memberi ampunan untuk banyak dosa</em>.” (QS. As-Syuro: 30)</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu katsir mengatakan,</p>
<p style="text-align:justify;">أي:مهما أصابكم أيُّها الناس من المصائب فإنما هو عن سيئات تقدمت لكم</p>
<p style="text-align:justify;">“Maksud ayat, musibah apapun yang menimpa kalian – wahai manusia – semuanya disebabkan maksiat yang kalian lakukan.” (<em>Tafsir Ibn Katsir</em>, 2:207)</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah kita memahami hal ini, sikap selanjutnya yang harus kita lakukan adalah memperbanyak taubat dan memohon ampunan kepada Allah. Sembari berharap agar Allah mengampuni kita dan memberikan penyelesaian terbaik bagi semuanya. Karena alasan inilah, para ulama selalu mengembalikan adanya musibah dengan nasihat taubat. Dikisahkan, dulu ada seorang ulama yang menerima pengaduan dari masyarakat; Harga-harga barang pada naik. Beliau lalu menasihatkan,</p>
<p style="text-align:justify;">أنزلوها بالاسغفار</p>
<p style="text-align:justify;">“Turunkan harga dengan banyak istighfar.”</p>
<p style="text-align:justify;">Nasihat beliau ini didasari firman Allah di surat Nuh,</p>
<p style="text-align:justify;">اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ( ) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai</em>.” (QS. Nuh: 10 – 12)</p>
<p style="text-align:justify;">Ayat ini merupakan jaminan, orang yang banyak memohon ampunan, akan Allah lapangkan rezeki dan keturunannya. Tapi perlu Anda catat tebal-tebal, ini hanya bisa dipahami dengan bahasa iman. Selama seseorang masih mengedepankan logika, selama itu pula dia akan kesulitan untuk menerimanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh nyata penerapan adab ini, diterapkan Nabi Yunus, di saat beliau berada dalam kegelapan perut ikan. Nabi Yunus merengek, memohon ampun kepada Allah,</p>
<p style="text-align:justify;">فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Dia menyeru dalam kegelapan, dengan mengucapkan: Laa ilaaha illaa anta, subhaanak. Innii kuntu minad dzaalimiin. (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim)</em>.” (QS. Al-Anbiya: 87)</p>
<p style="text-align:justify;">Adab selanjutnya, tetap jaga hati untuk husnu-zhan kepada Allah</p>
<p style="text-align:justify;">Apapun yang menimpa diri Anda, jangan sampai menggiring Anda untuk berburuk sangka kepada Allah. Karena sekalipun itu musibah, hakikatnya Allah hendak memberikan kebaikan bagi Anda. Dengan musibah ini, Allah hendak menghapuskan dosa Anda, dan dengan musibah ini Allah hendak meninggikan derajat Anda. Jadi, apapun yang Allah berikan kepada Anda, hakikatnya untuk kebaikan Anda. Perhatikan motivasi yang diberikan sahabat Ibnu Mas’ud berikut,</p>
<p style="text-align:justify;">والذي لا إله غيرُه، ما أعطي عبدٌ مؤمن شيئاً خيرا من حسن الظن بالله عز وجل. والذي لا إله غيره، لا يحسن عبد بالله عز وجل الظن إلا أعطاه الله عز وجل ظنه، ذلك بأنَّ الخير في يده</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Demi Allah, Dzat yang tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Tidak ada pemberian untuk hamba beriman yang lebih baik dari pada husnu-zhan kepada Allah. Demi Allah, jika seorang hamba berbaik sangka kepada Allah, maka pasti Allah akan memberikan sesuai persangkaannya. Karena semua kebaikan ada di tangan Allah</em>.” (HR. Ibnu Abid Dunya)</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana agar bisa disebut husnu-zhan kepada Allah? Caranya, paksa hati Anda untuk meyakini bahwa ujian yang saat ini sedang menimpa Anda adalah penghapus dosa Anda. Jaga hati dan lisan baik-baik, jangan sampai mengucapkan sesuatu yang mengundang murka Allah. Hindari perasaan, Allah tidak adil, Allah zhalim, Allah mengurangi jatah rezekiku, dimana kemurahan Allah,… dst. Hindari.., jangan sampai kita benci ketetapan Allah. Hadis dari Anas bin Malik <em>radhiallahu ‘anhu</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">“عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ”</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Besarnya balasan itu sebanding dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allah mencintai seseorang maka Dia akan memberikan ujian kepadanya. Siapa yang ridha, dia akan mendapatkan ridha Allah dan siapa yang benci, dia akan mendapatkan kebencian Allah</em>.” (HR. Turmudzi, Ibn Majah, dan dishahihkan Al-Albani)</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Mubarokfuri menjelaskan, “Siapa yang membenci ujian yang datang dari Allah, tidak rela terhadap ketetapan dari-Nya maka dia akan mendapatkan kemurkaan dari Allah dan siksa yang menyakitkan. Sebagai balasan terhadap sikap dia menentang takdir.” (<em>Tuhfatul Ahwadzi</em>, 7:65)</p>
<p style="text-align:justify;">Termasuk bagian dari sikap husnu-zhan kepada Allah adalah memperbanyak berdoa dan berharap, agar Allah memberikan jalan keluar terbaik baginya. Dia tidak bosan-bosan untuk bersimpuh di hadapan Rabnya, meminta dan memohon agar Allah memberikan jalan keluar terbaik baginya. Inilah sikap yang dicontohkan para nabi, ketika mendapatkan ujian dari Allah, disamping berusaha untuk sabar dalam menerima ujian ini. Perhatikan Nabi Ayyub, di saat tumpukan musibah dunia yang menimpanya, beliau mengadu kepada Allah:</p>
<p style="text-align:justify;">أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Sesungguhnya aku sedang tertimpa musibah, dan Engkau Dzat yang sangat belas kasihan.</em>” (QS. Al-Anbiya: 83)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa doa yang harus kita baca?</strong><br />
Kita bisa membaca semua doa yang isinya kebaikan. Setelah kita memohon ampunan kepada Allah, berdoalah memohon kebaikan untuk dunia dan akhirat. Kita bisa berdoa dengan bahasa Indonesia atau bahasa apa pun yang bisa Anda pahami.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Adab penting!</strong><br />
Hindari, menyebut-nyebut kenaikan harga di depan tamu Anda atau teman Anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Abul Aina’ menceritakan,<br />
“Suatu ketika ada seseorang yang bertamu di rumah temannya. Ketika itu sedang musim paceklik. Si tuan rumah sering sekali menyebut-nyebut kenaikan harga. Mendengar hal ini, si tamu lantas mengangkat tangannya dan mengatakan, ‘Bukan termasuk sikap terhormat, menyebut-nyebut kenaikan harga di depan tamu, ketika sedang menghidangkan makanan!’ Tuan rumah kemudian minta maaf, dan memohon kepada tamu agar memakan hidangannya. Namun si tamu tidak menyentuhnya sama sekali, kemudian dia pergi keesokan harinya.” (<em>Adab Muwakalah</em>, Hal. 7)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Allahu a’lam</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1290&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/03/26/sikap-islami-menghadapi-kenaikan-harga-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Masa Depan Selalu Suram” Ganti dengan “Tawakkal”</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/03/14/masa-depan-selalu-suram-ganti-dengan-tawakkal/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/03/14/masa-depan-selalu-suram-ganti-dengan-tawakkal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 05:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1287</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka promosi, yang ditanam di benak kita oleh pihak asuransi adalah masa depan yang selalu suram. “Engkau bisa saja mendapatkan kecelakaan”, “Pendidikan anak bisa saja membengkak dan kita tidak ada persiapan”, “Kita bisa saja butuh pengobatan yang tiba-tiba dengan biaya yang besar”. Itu slogan-slogan demi menarik kita untuk menjadi nasabah di perusahaan asuransi. Tidak &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/03/14/masa-depan-selalu-suram-ganti-dengan-tawakkal/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1287&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka promosi, yang ditanam di benak kita oleh pihak asuransi adalah masa depan yang selalu suram. “<em>Engkau bisa saja mendapatkan kecelakaan</em>”, “<em>Pendidikan anak bisa saja membengkak dan kita tidak ada persiapan</em>”, “<em>Kita bisa saja butuh pengobatan yang tiba-tiba dengan biaya yang besar</em>”. Itu slogan-slogan demi menarik kita untuk menjadi nasabah di perusahaan asuransi. Tidak ada ajaran bertawakkal dengan benar. Padahal tawakkal adalah jalan keluar sebenarnya dari segala kesulitan dan kekhawatiran masa depan yang suram.</p>
<p>Berikut Dalilnya</p>
<p dir="RTL" align="center">وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ</p>
<p>“<em>Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. <strong>Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya</strong></em>” (QS. Ath Tholaq: 2-3).</p>
<p>Tawakkal adalah dengan menyandarkan hati kepada Allah <em>Ta’ala</em>. Namun bukan cukup itu saja, dalam tawakkal juga seseorang mengambil sebab atau melakukan usaha. Tentu saja, sebab yang diambil adalah usaha yang disetujui oleh syari’at. Dan asuransi sudah diterangkan adalah sebab yang haram, tidak boleh seorang muslim menempuh jalan tersebut. Untuk membiayai anak sekolah, bisa dengan menabung. Untuk pengobatan yang mendadak tidak selamanya dengan solusi asuransi kesehatan. Dengan menjaga diri agar selalu fit, juga persiapan keuangan untuk menjaga kondisi kecelakaan tak tentu, itu bisa sebagai solusi dan preventif yang halal. Begitu pula dalam hal kecelakaan pada kendaraan, kita mesti berhati-hati dalam mengemudi dan hindari kebut-kebutan, itu kuncinya.</p>
<p>Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="RTL" align="center">أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ</p>
<p>“<em>Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena <strong>sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya.</strong> Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram</em>&#8221; (HR. Ibnu Majah no. 2144, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani).</p>
<p>Anti Asuransi Pro TAWAKAL</p>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1287&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/03/14/masa-depan-selalu-suram-ganti-dengan-tawakkal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download As-Sunnah Search Engine Versi Android</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/02/15/download-as-sunnah-search-engine-versi-android/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/02/15/download-as-sunnah-search-engine-versi-android/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 01:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1282</guid>
		<description><![CDATA[Untuk  download di sini. Filed under: Software<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1282&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk  <a href="http://www.mediafire.com/?fvj29nzom5qqovp" target="_blank">download di sini</a>.</p>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/software/'>Software</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1282&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/02/15/download-as-sunnah-search-engine-versi-android/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revolusi Timur Tengah (3)</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/18/revolusi-timur-tengah-3/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/18/revolusi-timur-tengah-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 05:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1275</guid>
		<description><![CDATA[Pelajaran 3 Unjuk Rasa = Awal Kekacauan &#38; Bencana Ketika badai unjuk rasa berhembus, orang-orang berhamburan keluar rumah mengekspresikan keinginannya. Mereka berkumpul dalam aksi longmarch besar-besaran. Laki-laki, perempuan, tua, muda, semuanya ikut serta. Walaupun awalnya sekedar unjuk rasa damai, tetap saja kerusuhan sering kali mewarnai. Mengapa demikian? Simaklah pendapat seorang ‘alim rabbani yang namanya tak &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/18/revolusi-timur-tengah-3/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1275&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Pelajaran 3</strong></p>
<p align="center"><strong>Unjuk Rasa = Awal Kekacauan &amp; Bencana</strong></p>
<p>Ketika badai unjuk rasa berhembus, orang-orang berhamburan keluar rumah mengekspresikan keinginannya. Mereka berkumpul dalam aksi longmarch besar-besaran. Laki-laki, perempuan, tua, muda, semuanya ikut serta. Walaupun awalnya sekedar unjuk rasa damai, tetap saja kerusuhan sering kali mewarnai. Mengapa demikian? Simaklah pendapat seorang ‘alim rabbani yang namanya tak asing di telinga kita. Beliau lah ulama yang digelari oleh Syaikh Al Albani -<em>rahimahullah</em>- sebagai <em>faqiehuz zamaan</em>, alias ahli fiqih zaman ini. Beliaulah Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -<em>rahimahullah</em>-.</p>
<p>Ada yang bertanya kepada beliau: “Kalau penguasanya tidak berhukum dengan syariat Allah, lalu ia membolehkan sebagian kalangan untuk melakukan unjuk rasa independen berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh si penguasa, kemudian mereka (para demonstran) melakukannya; kemudian bila ada yang mengingkari perbuatan mereka, mereka mengatakan: “Kami tidak melawan penguasa, dan apa yang kami lakukan selaras dengan pendapat penguasa”. Apakah hal tersebut dibolehkan secara syar’i jika mengandung hal-hal yang bertentangan dengan nas (dalil)?</p>
<p>Jawab beliau, “Kamu hendaknya mengikuti para salaf. Kalau memang demonstrasi ada di zaman salaf, berarti baik. Namun jika tidak ada di zaman mereka, berarti jelek. Tidak diragukan sedikitpun bahwa demonstrasi itu jelek, sebab ia menimbulkan kekacauan, baik dari pihak demonstran maupun yang lain. Bahkan terkadang menimbulkan tindak aniaya terhadap kehormatan, harta benda, dan jiwa. Karena mereka yang tenggelam dalam kekacauan tadi, seperti pemabuk yang tidak sadar terhadap ucapan dan perbuatannya. Jadi, demonstrasi itu jelek semua, baik diizinkan oleh penguasa maupun tidak. Adanya sebagian penguasa yang mengizinkan demonstrasi sebenarnya hanyalah basa-basi, sebab jika hati kecilnya ditanya ia pasti sangat membencinya. Namun ia berusaha menampakkan dirinya sebagai orang yang ‘demokrat’, dan memberi kebebasan bagi rakyat… ini semuanya bukanlah sikap para salaf”.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Kalau lah ada yang mengatakan bahwa fatwa ini tidak berlaku bagi demonstrasi damai, maka jawabnya ialah bahwa walaupun demonstrasi itu awalnya damai, namun sering berujung pada kekerasan dan tindak anarkis. Sebab para demonstran belum tentu satu tujuan, dan tidak memiliki satu komando… mereka juga tidak bisa menolak orang lain yang hendak bergabung, dan bahkan mungkin tidak saling mengenal satu sama lain. Dalam kondisi seperti ini, provokator sangat mudah menyusup untuk menyulut fitnah. Apalagi jika mereka keluar dengan emosi lalu mendapat perlakuan dan sikap yang tak sesuai keinginan, maka bukan saja kekacauan yang terjadi, namun perang saudara dan pertumpahan darah.</p>
<p>Revolusi Tunisia awalnya sekedar unjuk rasa akibat meroketnya harga sembako dan solidaritas terhadap Bouazizi yang membakar dirinya. Akan tetapi, unjuk rasa hari itu berujung pada baku hantam antara aparat dan ratusan pengunjuk rasa, penangkapan puluhan demonstran, dan pengrusakan sejumlah fasilitas umum. Kemudian berakhir setelah menyisakan 219 korban tewas.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Revolusi Mesir sampai hari ini belum benar-benar berakhir. Menurut amnesty internasional, jumlah korban tewas sejak meletusnya revolusi tanggal 25 Januari 2011, minimal mencapai 840 orang<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn3">[3]</a>. Dan sampai hari ini aksi demonstrasi masih terus terjadi dan terus menelan korban jiwa.</p>
<p>Yang lebih parah lagi adalah revolusi Libya. Jenderal Abdul Mun’im Al Hauny selaku wakil Majelis Peralihan Nasional Libya di Kairo, pernah menyatakan bahwa revolusi melawan Gaddafi telah menelan korban 35 ribu orang tewas, puluhan ribu orang luka-luka, dan kerugian material atas rusaknya fasilitas dan infrastruktur umum lebih dari 240 milyar Dollar! Hal ini beliau jelaskan dalam wawancara dengan harian <em>Al Masry Al Youm</em> tanggal 11 Agustus 2011. Artinya, saat itu Gaddafi belum benar-benar terguling, sebab ia baru terbunuh tanggal 20 Oktober 2011.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Belum lagi dengan Revolusi Yaman dan Suriah. Semuanya membuktikan bahwa demonstrasi = awal berbagai kekacauan dan bencana. Demonstrasi dan unjuk rasa, termasuk bentuk <em>khuruj</em>, alias pemberontakan terhadap penguasa<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn5">[5]</a>. Kalau penguasa tersebut seorang muslim, maka tindakan ini jelas haram secara syar’i. Simaklah hadits berikut yang sarat dengan pelajaran berharga…</p>
<p>Abdurrahman bin Abdirabbil Ka’bah menceritakan, “Aku pernah masuk ke masjidil haram dan kudapati Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash sedang duduk di balik bayang-bayang Ka’bah, sedangkan orang-orang berkumpul di sekelilingnya. Aku pun menghampiri mereka dan duduk di dekatnya. Ia lantas bercerita, “Kami pernah bersama Rasulullah dalam suatu safar. Kami singgah di sebuah tempat, lalu di antara kami ada yang membenahi tenda, ada yang bermain panah, dan ada yang mengawasi hewan tunggangannya. Tiba-tiba pesuruh Rasulullah memanggil kami untuk shalat berjama’ah. Maka kami segera mendatangi Rasulullah untuk shalat, lalu selepas shalat beliau bersabda:</p>
<p dir="RTL">إنه لم يكن نبي قبلي إلا كان حقا عليه أن يدل أمته على خير ما يعلمه لهم وينذرهم شر ما يعلمه لهم، وإن أمتكم هذه جعل عافيتها في أولها وسيصيب آخرها بلاء وأمور تنكرونها، وتجيء فتنة فيرقق بعضها بعضا، وتجيء الفتنة فيقول المؤمن هذه مهلكتي ثم تنكشف، وتجيء الفتنة فيقول المؤمن هذه هذه؛ فمن أحب أن يزحزح عن النار ويدخل الجنة، فلتأته منيته وهو يؤمن بالله واليوم الآخر وليأت إلى الناس الذي يحب أن يؤتى إليه، ومن بايع إماما فأعطاه صفقة يده وثمرة قلبه فليطعه إن استطاع، فإن جاء آخر ينازعه فاضربوا عنق الآخر.</p>
<p><em>Tidak ada seorang Nabi pun sebelumku, melainkan ia wajib membimbing umatnya kepada sesuatu yang paling baik bagi mereka, dan memperingatkan mereka dari sesuatu yang paling buruk untuk mereka. Sesungguhnya keselamatan umat ini dijadikan bagi generasi awalnya, sedangkan generasi akhirnya akan terkena berbagai bala dan perkara yang kalian ingkari. Fitnah pun datang melanda, dan sebagian fitnah seakan meringankan fitnah lainnya. Lalu datanglah fitnah besar, hingga orang beriman mengatakan bahwa inilah kebinasaannya; lalu fitnah tersebut berakhir. Kemudian datang fitnah yang lebih besar lagi, maka si mukmin berkata: “Ini dia… ini dia”. Maka barangsiapa ingin dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan Surga, hendaklah ia mati dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir; dan hendaklah memperlakukan orang-orang dengan perlakuan yang ia sukai bagi dirinya sendiri. <strong>Barangsiapa telah membaiat seorang pemimpin dengan tulus ikhlas, maka hendaklah ia taat kepadanya selagi mampu</strong>. Bila ada orang lain yang hendak merebut kepemimpinannya, maka bunuhlah orang lain tersebut”.</em></p>
<p>Maka kudekati beliau dan kukatakan, “Kusumpah engkau demi Allah. Benarkah ini semua kau dengar dari Rasulullah?” tanya Abdurrahman. Maka ia menunjuk kedua telinga dan dadanya, seraya berkata: “Aku mendengarnya dengan kedua telingaku, dan memahaminya dengan hatiku”. Jawab Abdullah bin ‘Amru.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan sepupumu Mu’awiyah yang menyuruh kami agar memakan harta kami secara batil, dan saling berbunuhan? Padahal Allah berfirman:<em></em></p>
<p dir="RTL">يا أيها الذين آمنوا لا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل إلا أن تكون تجارة عن تراض منكم ولا تقتلوا أنفسكم إن الله كان بكم رحيما !</p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta sesama kalian secara batil, kecuali dengan jual-beli atas dasar kerelaan. Jangan pula kalian saling membunuh, sesungguhnya Allah amat pengasih terhadap kalian (An Nisa’: 29).</em></p>
<p>Abdullah bin ‘Amru pun terdiam sejenak, lalu berkata: “Taatilah dia dalam hal yang bersifat taat kepada Allah, dan maksiatilah dia dalam hal yang bersifat maksiat kepada Allah”. (HR. Muslim no 1844).</p>
<p>Dalam hadits lain Rasulullah pernah ditanya,</p>
<p dir="RTL">يا نبي الله أرأيت إن قامت علينا أمراء يسألونا حقهم ويمنعونا حقنا فما تأمرنا فأعرض عنه ثم سأله فأعرض عنه ثم سأله في الثانية أو في الثالثة فجذبه الأشعث بن قيس وقال اسمعوا وأطيعوا فإنما عليهم ما حملوا وعليكم ما حملتم</p>
<p>Wahai Nabiyullah, bagaimana menurutmu jika kami dikuasai oleh para pemimpin yang menuntut hak mereka, namun merampas hak kami. Apa yang engkau perintahkan atas kami? Nabi pun berpaling darinya. Lalu beliau ditanya lagi kedua atau ketiga kalinya, maka Asy’ats bin Qais menarik baju si penanya, lalu Nabi menjawab: <em>“Dengarlah dan taatilah para pemimpin kalian, karena mereka bertanggung jawab atas kewajibannya, dan kalian bertanggung jawab atas kewajiban kalian”.</em> (HR. Muslim no 1846).</p>
<p>Dalam perang Hunain, Rasulullah berhasil mengalahkan suku Hawazin dan meraih ghanimah yang demikian besar. Beliau lantas membagi-bagikannya kepada suku Quraisy yang baru masuk Islam dan kebanyakan dari mereka justru lari saat pertempuran. Akan tetapi, kaum Anshar yang begitu berjasa dan membela Rasulullah mati-matian, justru tidak diberi apa-apa. Sebagian dari mereka lantas mengeluhkan sikap Rasulullah tersebut, hingga akhirnya beliau berkhutbah di hadapan mereka dengan sangat mengesankan… lalu menutup khutbahnya dengan kata-kata:</p>
<p dir="RTL">أفلا ترضون أن يذهب الناس بالأموال وترجعون إلى رحالكم برسول الله؟ فوالله لما تنقلبون به خير مما ينقلبون به. فقالوا: بلى يا رسول الله قد رضينا, قال: فإنكم ستجدون أثرة شديدة فاصبروا حتى تلقوا الله ورسوله فإني على الحوض, قالوا: سنصبر.</p>
<p><em>“Tidakkah kalian ridha bila orang-orang pulang membawa harta, sedangkan kalian pulang membawa Rasulullah? Sungguh demi Allah, apa yang kalian bawa pulang lebih baik daripada apa yang mereka bawa pulang”.</em> “Benar wahai Rasulullah, kami ridha”, jawab mereka. <em>“Kalau begitu, nanti <strong>kalian akan melihat sikap mementingkan diri yang luar biasa dari para penguasa</strong>, <strong>maka bersabarlah</strong> hingga kalian menghadap Allah dan Rasul-Nya, sebab aku menanti kalian di telaga”</em>, pesan Rasulullah. “Baiklah, kami akan bersabar”, jawab kaum Anshar. (HR. Muslim no 1059).</p>
<p>Dalam hadits-hadits di atas, Rasulullah telah berwasiat kepada umatnya secara umum, dan kaum Anshar secara khusus; bahwa kelak akan muncul para penguasa yang mementingkan kemaslahatan pribadi mereka, serta melakukan berbagai kezhaliman dan kemunkaran.</p>
<p>Mereka (mayoritas penguasa tadi) mengesampingkan jasa-jasa kaum Anshar yang demikian besar, dan mengedepankan orang-orang yang tidak berjasa dalam Islam untuk memegang tampuk kekuasaan…</p>
<p>Cobalah kita perhatikan sosok Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi. Siapa dia? Dari mana asal-usulnya? Apa jasa-jasanya terhadap Islam? Sungguh tak layak jika orang model Hajjaj menjadi gubernur Mekkah dan Madinah sejak tahun 73-75 H, padahal di sana banyak para sahabat dan tabi’in mulia …<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn6">[6]</a>.</p>
<p>Hajjaj lantas dipindah tugaskan ke Irak dan menjadi gubernur di sana selama 20 tahun. Banyak orang yang ‘tak sabar’ melihat kelakuannya. Sebagian dari mereka berpikir untuk melakukan kudeta… namun sebagian lagi menahan diri. Salah satu orang yang paling dibenci oleh Hajjaj adalah Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu.</p>
<p>Pembantu setia Rasulullah selama 8 tahun ini pernah kena damprat dan caci maki oleh Hajjaj bin Yusuf !! Seorang tabi’in bernama Ali bin Zaid bin Jud’an menuturkan: Aku pernah berada di istana Hajjaj saat ia menginterogasi para pengikut Ibnul Asy’ats. Ketika Anas berdiri di hadapannya, Hajjaj berkata:</p>
<p>“Hei orang busuk yang tenggelam dalam berbagai fitnah. Sesekali kau di pihak Ali, kemudian di pihak Ibnu Zubeir, lalu di pihak Ibnul Asy’ats<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn7">[7]</a>?”.</p>
<p>“Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kamu akan kubunuh dan kukuliti laksana seekor biawak !!” celetuk Hajjaj.</p>
<p>“Siapa yang Anda maksud wahai Amir ?” tanya Anas.</p>
<p>“Kamulah yang kumaksud. Semoga Allah menulikan telingamu !” bentak Hajjaj.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun” kata Anas. Ia pun keluar dari sana lalu mengatakan: “Demi Allah, andai saja aku tak ingat akan anak-anakku, dan khawatir dia (Hajjaj) menganiaya mereka, niscaya akan kuucapkan kepadanya kata-kata yang membuatnya pasti membunuhku” lanjut Anas<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn8">[8]</a>.</p>
<p>Kendatipun demikian, Anas radhiyallahu ‘anhu tidak membalas kekurang ajaran tersebut dengan sikap yang sama, walaupun ia sangat berhak membela diri dari tuduhan ini. Anas lalu menyurati Abdul Malik bin Mirwan selaku khalifah yang mengangkat Hajjaj sebagai gubernur Irak, dan mengeluhkan sikap Hajjaj yang kurang ajar tadi.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn9">[9]</a></p>
<p>Dalam versi lainnya, Imam Al Hakim meriwayatkan kisah ini dari Simak bin Musa, katanya:</p>
<p dir="RTL">لما دخل أنس رضي الله عنه على الحجاج أمر بوجى ء عنقه ثم قال يا أهل الشام أتعرفون هذا هذا خادم رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم قال أتدرون لم وجأت عنقه قالوا الأمير أعلم قال إنه كان بين البلاء في الفتنة الأولى وغاش الصدر في الفتنة الآخرة …</p>
<p>“Saat Anas menghadap Hajjaj, ia menyuruh agar lehernya ditonjok! Hajjaj lantas berkata: “Wahai warga Syam, apakah kalian mengenal orang ini? Dia adalah pembantu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Tahukah kalian mengapa kutonjok lehernya?”. Tanya Hajjaj. “Amir-lah yang lebih tahu” jawab mereka. “Itu karena ia berada di antara bencana yang terjadi dalam fitnah pertama, dan berkhianat dalam fitnah yang terakhir”.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn10">[10]</a></p>
<p>Hajjaj konon berkeliling mempertontonkan Anas kepada pasukannya. Anas lantas menyurati Abdul Malik bin Marwan dengan mengatakan: “Bagaimana menurutmu jika pembantu Nabi Musa mendatangi kalian, apakah kalian akan menyakitinya?”. Maka Abdul Malik menyurati Hajjaj dan menyuruhnya agar membiarkan Anas bin Malik untuk tinggal di bumi mana saja yang dia suka. Ia juga menulis surat kepada Anas dan mengatakan “Tidak ada seorang pun yang berkuasa atasmu selainku”.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn11">[11]</a></p>
<p>ِMeskipun demikian menyakitkan perlakuan Hajjaj terhadap Anas, Anas tetap saja tidak memberontak atau mengajak orang-orang untuk ‘berdemonstrasi’ menuntut agar Hajjaj dicopot dari jabatannya…. Dan jangan lupa, bahwa status beliau adalah pembantu setia Rasulullah dan satu dari segelintir sahabat Nabi yang masih hidup… bahkan umur beliau kala itu telah demikian lanjut, sebab beliau wafat tahun 93 H dalam usia 103 tahun menurut pendapat paling shahih, sedangkan fitnah Ibnul Asy’ats berakhir pada tahun 84 H. Ini berarti bahwa usia beliau saat dicaci-maki oleh Hajjaj adalah 90 tahun atau lebih…</p>
<p>Kendatipun demikian, simaklah bagaimana sikap beliau terhadap warga Basrah yang mengeluhkan perilaku Hajjaj ini. Salah seorang tabi’in murid Anas bin Malik yang bernama Zubeir bin Adiy mengatakan,</p>
<p dir="RTL">أتينا أنس بن مالك نشكو إليه ما نلقى من الحجاج، فقال: اصبروا فإنه لا يأتي عليكم عام أو زمان أو يوم إلا والذي بعده شر منه، حتى تلقوا ربكم عزوجل، سمعته من نبيكم صلى الله عليه وسلم</p>
<p>Kami mendatangi Anas dalam rangka mengeluhkan kezhaliman Hajjaj terhadap kami. Maka kata Anas, “Sabarlah kalian, sebab tidaklah kalian melalui suatu hari atau zaman, melainkan yang datang setelahnya lebih jelek dari itu. (Demikian seterusnya) sampai kalian menghadap Allah (mati)”. Inilah yang kudengar dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam”.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn12">[12]</a></p>
<p>Demikian pula sikap Imam Hasan Al Bashri yang merupakan musuh bebuyutan Hajjaj dan berulang kali hendak dihabisinya. Hasan yang notabene adalah murid Anas bin Malik juga bersikap sebagaimana ‘ustadz’-nya yang tidak setuju terhadap khuruj.</p>
<p>Ayyub As Sikhtiyani mengatakan bahwa Hajjaj berulang kali berniat membunuh Hasan Al Basri, akan tetapi Allah melindunginya. Hasan juga beberapa kali terlibat perdebatan dengan Hajjaj. Pun begitu, Hasan tidak termasuk orang yang membolehkan khuruj (pemberontakan) terhadap Hajjaj. Ia bahkan melarang pengikut Ibnul Asy’ats untuk memberontak. Hasan mengatakan bahwa Hajjaj merupakan hukuman, maka janganlah kalian hadapi hukuman Allah dengan pedang. Kalian harus bersabar, tenang, dan merendahkan diri kepada Allah”.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn13">[13]</a></p>
<p>Asy-Sya’bi berkata, “Akan datang suatu masa di mana orang-orang mendoakan kebaikan bagi Hajjaj”. Dalam riwayat lain beliau mengatakan, “Demi Allah, jika kalian berumur panjang; kalian akan mengharapkan kembalinya Hajjaj”.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn14">[14]</a></p>
<p>Oleh karena itu, terjadinya pemberontakan Ibnul Asy’ats yang didukung oleh banyak ulama Irak saat itu, merupakan kesalahan besar yang mengakibatkan malapetaka. Simaklah komentar Ibnu Katsir setelah menyitir tragedi menewaskan sekitar 130 ribu muslim ini. Beliau mengatakan,</p>
<p><em>“Sungguh aneh bin ajaib ketika mereka (para fuqaha’ Irak) membaiatnya (yakni Abdurrahman ibnul Asy’ats) sebagai amirul mukminin, padahal ia bukan berasal dari Quraisy. Ia hanyalah seorang lelaki suku Kindah asal Yaman. Sedangkan para sahabat saat peristiwa saqifah Bani Sa’idah telah sepakat, bahwa yang berhak menjadi amirul mukminin hanyalah suku Quraisy. Abu Bakar Ash Shiddiq bahkan menegaskan hal tersebut dengan menyitir sebuah hadits. Saat kaum Anshar menuntut agar mreka memiliki amir di samping amir kaum Muhajirin, Abu Bakar menolak tuntutan tersebut. Bahkan Abu Bakar sempat mencambuk Sa’ad bin Ubadah yang awalnya menyerukan hal tersebut, namun kemudian rujuk darinya.</em></p>
<p><em>Lantas bagaimana dibenarkan bila mereka -para fuqaha’ Irak- menyikapi seorang khalifah yang telah dibaiat sebagai pemimpin kaum muslimin, lantas mencopotnya; padahal ia berasal dari suku Quraisy asli? Lalu di saat yang sama mereka membaiat seorang lelaki suku Kindah padahal baiat tersebut tidak disepakati oleh ahlul halli wal ‘aqdi? Karena ini merupakan kesalahan dan kekeliruan, maka terjadilah bencana besar yang menewaskan banyak korban…</em> <em>inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun”.</em><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn15">[15]</a></p>
<div>Penulis: <a href="http://basweidan.com/">Ustadz Sufyan Basweidan, MA</a></div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref1">[1]</a> Lihat: Liqaa’ al Baabil Maftuh, no 179.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref2">[2]</a> Lihat: http://ar.wikipedia.org/wiki/الثورة_التونسية</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref3">[3]</a> Lihat: http://www.aljazeera.net/NR/EXERES/A3A3FFB0-69C1-40FF-8261-3223AC997B98.htm</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref4">[4]</a> Lihat: http://www.dw-world.de/dw/article/0,,15310470,00.html</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref5">[5]</a> Sebagian kalangan menganggap bahwa pemberontakan yang tidak boleh dilakukan ialah pemberontakan bersenjata. Namun yang benar ialah bahwa pemberontakan (khuruj) bisa terjadi dengan keyakinan maupun perbuatan. Contoh <em>khuruj</em> dengan keyakinan (pemikiran) ialah dengan tidak mau berbaiat, dan meyakini bolehnya atau wajibnya <em>khuruj</em> terhadap penguasa muslim. Para salaf sering mencela orang yang khuruj dengan cara seperti ini dengan istilah ‘kaana yara as-saif’.</p>
<p>Sedangkan jenis kedua, ialah orang yang mengangkat senjata melawan pemimpinnya. Seperti dengan berkumpul di suatu tempat dengan maksud melengserkan pemimpin atau menggantinya, atau dalam rangka membikin kekacauan dan fitnah yang melaluinya si penguasa akan terbunuh atau disingkirkan. Artinya, semua perbuatan yang mengarah kepada pemberontakan, atau berusaha membunuh dan melengserkan penguasa, termasuk kategori khuruj yang kedua.</p>
<p>Ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa khuruj juga bisa terjadi lewat ucapan. Yaitu bila ia mengatakan sesuatu yang berakibat pada terjadinya pemberontakan. Namun jika ia mengatakan sesuatu dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar sesuai aturan syar’i tanpa menimbulkan fitnah; maka tidak dianggap sebagai khuruj (lihat: Syarh Aqidah Ath Thahawiyyah oleh Syaikh Shalih Alusy Syaikh).</p>
<p>Contoh orang-orang yang dikritik karena berpemikiran khawarij ialah: Hasan bin Shalih bin Hay, Ali bin Abi Thalhah, ‘Imran bin Dawar Al Qaththan, Muhammad bin Rasyid Al Makhuly, dan Imam Abu Hanifah.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref6">[6]</a> Lihat: Tariekhul Islam 2/759-764. Para sahabat yang masih hidup saat Hajjaj berkuasa di Haramain contohnya: Abu Sa’id Al Khudri, Rafi’ bin Khadiej, dan Salamah bin Akwa’ mereka semua wafat th 74 H. Kemudian ‘Irbadh bin Sariyah, dan Abu Tsa’labah Al Khusyani (keduanya wafat th 75 H). Sedangkan yang tetap hidup hingga Hajjaj pindah ke Irak, adalah Jabir bin Abdillah dan Zaid bin Khalid Al Juhani (keduanya wafat th 78 H).  Hajjaj lantas menjadi gubernur Irak selama 20 tahun kemudian, padahal di sana terdapat sahabat terkenal Anas bin Malik Al Anshari, dan sejumlah tokoh Tabi’in seperti Hasan Al Basri, Sa’id bin Jubair, Asy Sya’bi, dll.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref7">[7]</a>  Ali bin Abi Thalib, Ibnu Zubeir, dan Ibnul Asy’ats adalah orang-orang yang pernah berseteru dengan Bani Umayyah, sedangkan Hajjaj adalah kaki tangan Bani Umayyah yang demikian loyal, sehingga memusuhi setiap orang yang dianggap berseberangan dengan ‘majikannya’.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref8">[8]</a> Kisah ini diriwayatkan oleh At Thabrani dlm Al Mu’jamul Kabir (no 704) dan Ibnu Asakir dlm Tarikh Dimasyq (9/372) dengan sanad yang hasan hingga Ali bin Zaid bin Jud’an. Ibn Jud’an adalah orang yang jujur namun lemah hafalannya. Kisah ini juga diriwayatkan oleh Mu’afa bin Zakariya dlm Al Jalis As Shalih (3/151) dari Jalur Hisyam bin Muhammad bin Sa-ib Al Kalbi, dari ‘Awanah bin Hakam Al Kalbi dengan redaksi yang mirip. Semua perawi dalam sanad yang kedua ini tergolong tsiqah kecuali Hisyam Al Kalbi yang dianggap matruk walaupun hafalannya sangat luas dan tergolong ahli sejarah.</p>
<p>Bila diperhatikan, kelemahan yang ada pada Ibnu Jud’an bisa ditoleransi mengingat ia menyaksikan langsung peristiwa tersebut, dan hal ini lebih melekat pada ingatan daripada sekedar mendengar. Apalagi kisah yang senada juga diriwayatkan oleh ahli sejarah terkenal -walaupun dianggap matruk dalam hal hadits-, yaitu Hisyam Al Kalbi. Intinya kisah ini bisa diterima. Al Mizzi juga meriwayatkan kisah ini dari jalur Ibnu Jud’an dengan lafazh <em>jazm</em> (Qaala), yang berarti bahwa sanad kisah ini <em>laa ba’sa bihi</em> (tidak bermasalah) menurut beliau (lihat: Tahdzibul Kamal 3/373).</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref9">[9]</a> Lihat kisah selengkapnya dalam Al Jalis Ash Shalih (3/151-153) dan Tarikh Dimasyq</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref10">[10]</a> Al-Mustadrak 3/574, dengan sanad yang hasan. Fitnah yang pertama maksudnya peperangan antara Ali dengan Mu’awiyah, atau antara pasukan Syam yang dipimpin oleh Hajjaj melawan Ibnu Zubeir. Sedangkan fitnah yang terakhir maksudnya adalah pemberontakan Ibnul Asy’ats beserta warga Irak melawan Bani Umayyah.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref11">[11]</a> Diriwayatkan oleh Al Hakim dlm Mustadrak-nya dengan sanad yang sama, dari penuturan Muhammad bin Mughirah. Menurut  Hisyam Al Kalbi, surat Anas terhadap Abdul Malik bunyinya adalah: “Bismillahirrahmanirrahiem, untuk Abdul Malik bin Marwan dari Anas bin Malik… Amma ba’du, Hajjaj telah mengucapkan kata-kata keji dan memperdengarkan sesuatu yang munkar kepadaku, padahal aku tidaklah seperti itu. Maka tahanlah dia dariku sebab aku merupakan pembantu serta sahabat Rasulullah. Wassalaam” (Lihat: Al Bidayah wan Nihayah 9/153).</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref12">[12]</a> HR. Ahmad (no 12838) sebagaimana lafazh di atas, dan Bukhari (no 6657).</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref13">[13]</a> Al Bidayah wan Nihayah 9/155.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref14">[14]</a> Idem.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref15">[15]</a> Al Bidayah wan Nihayah 9/66.</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&#038;blog=1849693&#038;post=1275&#038;subd=kampungsalaf&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/18/revolusi-timur-tengah-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
