<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pusat Kajian Salaf</title>
	<atom:link href="http://kampungsalaf.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kampungsalaf.wordpress.com</link>
	<description>Menghidupkan Sunnah Nabi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 02:05:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kampungsalaf.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/e89ed198b984ae6b85ab42bcb0c98f2b?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Pusat Kajian Salaf</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kampungsalaf.wordpress.com/osd.xml" title="Pusat Kajian Salaf" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kampungsalaf.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Revolusi Timur Tengah (3)</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/18/revolusi-timur-tengah-3/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/18/revolusi-timur-tengah-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 05:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1275</guid>
		<description><![CDATA[Pelajaran 3 Unjuk Rasa = Awal Kekacauan &#38; Bencana Ketika badai unjuk rasa berhembus, orang-orang berhamburan keluar rumah mengekspresikan keinginannya. Mereka berkumpul dalam aksi longmarch besar-besaran. Laki-laki, perempuan, tua, muda, semuanya ikut serta. Walaupun awalnya sekedar unjuk rasa damai, tetap saja kerusuhan sering kali mewarnai. Mengapa demikian? Simaklah pendapat seorang ‘alim rabbani yang namanya tak &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/18/revolusi-timur-tengah-3/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1275&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Pelajaran 3</strong></p>
<p align="center"><strong>Unjuk Rasa = Awal Kekacauan &amp; Bencana</strong></p>
<p>Ketika badai unjuk rasa berhembus, orang-orang berhamburan keluar rumah mengekspresikan keinginannya. Mereka berkumpul dalam aksi longmarch besar-besaran. Laki-laki, perempuan, tua, muda, semuanya ikut serta. Walaupun awalnya sekedar unjuk rasa damai, tetap saja kerusuhan sering kali mewarnai. Mengapa demikian? Simaklah pendapat seorang ‘alim rabbani yang namanya tak asing di telinga kita. Beliau lah ulama yang digelari oleh Syaikh Al Albani -<em>rahimahullah</em>- sebagai <em>faqiehuz zamaan</em>, alias ahli fiqih zaman ini. Beliaulah Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -<em>rahimahullah</em>-.</p>
<p>Ada yang bertanya kepada beliau: “Kalau penguasanya tidak berhukum dengan syariat Allah, lalu ia membolehkan sebagian kalangan untuk melakukan unjuk rasa independen berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh si penguasa, kemudian mereka (para demonstran) melakukannya; kemudian bila ada yang mengingkari perbuatan mereka, mereka mengatakan: “Kami tidak melawan penguasa, dan apa yang kami lakukan selaras dengan pendapat penguasa”. Apakah hal tersebut dibolehkan secara syar’i jika mengandung hal-hal yang bertentangan dengan nas (dalil)?</p>
<p>Jawab beliau, “Kamu hendaknya mengikuti para salaf. Kalau memang demonstrasi ada di zaman salaf, berarti baik. Namun jika tidak ada di zaman mereka, berarti jelek. Tidak diragukan sedikitpun bahwa demonstrasi itu jelek, sebab ia menimbulkan kekacauan, baik dari pihak demonstran maupun yang lain. Bahkan terkadang menimbulkan tindak aniaya terhadap kehormatan, harta benda, dan jiwa. Karena mereka yang tenggelam dalam kekacauan tadi, seperti pemabuk yang tidak sadar terhadap ucapan dan perbuatannya. Jadi, demonstrasi itu jelek semua, baik diizinkan oleh penguasa maupun tidak. Adanya sebagian penguasa yang mengizinkan demonstrasi sebenarnya hanyalah basa-basi, sebab jika hati kecilnya ditanya ia pasti sangat membencinya. Namun ia berusaha menampakkan dirinya sebagai orang yang ‘demokrat’, dan memberi kebebasan bagi rakyat… ini semuanya bukanlah sikap para salaf”.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Kalau lah ada yang mengatakan bahwa fatwa ini tidak berlaku bagi demonstrasi damai, maka jawabnya ialah bahwa walaupun demonstrasi itu awalnya damai, namun sering berujung pada kekerasan dan tindak anarkis. Sebab para demonstran belum tentu satu tujuan, dan tidak memiliki satu komando… mereka juga tidak bisa menolak orang lain yang hendak bergabung, dan bahkan mungkin tidak saling mengenal satu sama lain. Dalam kondisi seperti ini, provokator sangat mudah menyusup untuk menyulut fitnah. Apalagi jika mereka keluar dengan emosi lalu mendapat perlakuan dan sikap yang tak sesuai keinginan, maka bukan saja kekacauan yang terjadi, namun perang saudara dan pertumpahan darah.</p>
<p>Revolusi Tunisia awalnya sekedar unjuk rasa akibat meroketnya harga sembako dan solidaritas terhadap Bouazizi yang membakar dirinya. Akan tetapi, unjuk rasa hari itu berujung pada baku hantam antara aparat dan ratusan pengunjuk rasa, penangkapan puluhan demonstran, dan pengrusakan sejumlah fasilitas umum. Kemudian berakhir setelah menyisakan 219 korban tewas.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Revolusi Mesir sampai hari ini belum benar-benar berakhir. Menurut amnesty internasional, jumlah korban tewas sejak meletusnya revolusi tanggal 25 Januari 2011, minimal mencapai 840 orang<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn3">[3]</a>. Dan sampai hari ini aksi demonstrasi masih terus terjadi dan terus menelan korban jiwa.</p>
<p>Yang lebih parah lagi adalah revolusi Libya. Jenderal Abdul Mun’im Al Hauny selaku wakil Majelis Peralihan Nasional Libya di Kairo, pernah menyatakan bahwa revolusi melawan Gaddafi telah menelan korban 35 ribu orang tewas, puluhan ribu orang luka-luka, dan kerugian material atas rusaknya fasilitas dan infrastruktur umum lebih dari 240 milyar Dollar! Hal ini beliau jelaskan dalam wawancara dengan harian <em>Al Masry Al Youm</em> tanggal 11 Agustus 2011. Artinya, saat itu Gaddafi belum benar-benar terguling, sebab ia baru terbunuh tanggal 20 Oktober 2011.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Belum lagi dengan Revolusi Yaman dan Suriah. Semuanya membuktikan bahwa demonstrasi = awal berbagai kekacauan dan bencana. Demonstrasi dan unjuk rasa, termasuk bentuk <em>khuruj</em>, alias pemberontakan terhadap penguasa<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn5">[5]</a>. Kalau penguasa tersebut seorang muslim, maka tindakan ini jelas haram secara syar’i. Simaklah hadits berikut yang sarat dengan pelajaran berharga…</p>
<p>Abdurrahman bin Abdirabbil Ka’bah menceritakan, “Aku pernah masuk ke masjidil haram dan kudapati Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash sedang duduk di balik bayang-bayang Ka’bah, sedangkan orang-orang berkumpul di sekelilingnya. Aku pun menghampiri mereka dan duduk di dekatnya. Ia lantas bercerita, “Kami pernah bersama Rasulullah dalam suatu safar. Kami singgah di sebuah tempat, lalu di antara kami ada yang membenahi tenda, ada yang bermain panah, dan ada yang mengawasi hewan tunggangannya. Tiba-tiba pesuruh Rasulullah memanggil kami untuk shalat berjama’ah. Maka kami segera mendatangi Rasulullah untuk shalat, lalu selepas shalat beliau bersabda:</p>
<p dir="RTL">إنه لم يكن نبي قبلي إلا كان حقا عليه أن يدل أمته على خير ما يعلمه لهم وينذرهم شر ما يعلمه لهم، وإن أمتكم هذه جعل عافيتها في أولها وسيصيب آخرها بلاء وأمور تنكرونها، وتجيء فتنة فيرقق بعضها بعضا، وتجيء الفتنة فيقول المؤمن هذه مهلكتي ثم تنكشف، وتجيء الفتنة فيقول المؤمن هذه هذه؛ فمن أحب أن يزحزح عن النار ويدخل الجنة، فلتأته منيته وهو يؤمن بالله واليوم الآخر وليأت إلى الناس الذي يحب أن يؤتى إليه، ومن بايع إماما فأعطاه صفقة يده وثمرة قلبه فليطعه إن استطاع، فإن جاء آخر ينازعه فاضربوا عنق الآخر.</p>
<p><em>Tidak ada seorang Nabi pun sebelumku, melainkan ia wajib membimbing umatnya kepada sesuatu yang paling baik bagi mereka, dan memperingatkan mereka dari sesuatu yang paling buruk untuk mereka. Sesungguhnya keselamatan umat ini dijadikan bagi generasi awalnya, sedangkan generasi akhirnya akan terkena berbagai bala dan perkara yang kalian ingkari. Fitnah pun datang melanda, dan sebagian fitnah seakan meringankan fitnah lainnya. Lalu datanglah fitnah besar, hingga orang beriman mengatakan bahwa inilah kebinasaannya; lalu fitnah tersebut berakhir. Kemudian datang fitnah yang lebih besar lagi, maka si mukmin berkata: “Ini dia… ini dia”. Maka barangsiapa ingin dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan Surga, hendaklah ia mati dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir; dan hendaklah memperlakukan orang-orang dengan perlakuan yang ia sukai bagi dirinya sendiri. <strong>Barangsiapa telah membaiat seorang pemimpin dengan tulus ikhlas, maka hendaklah ia taat kepadanya selagi mampu</strong>. Bila ada orang lain yang hendak merebut kepemimpinannya, maka bunuhlah orang lain tersebut”.</em></p>
<p>Maka kudekati beliau dan kukatakan, “Kusumpah engkau demi Allah. Benarkah ini semua kau dengar dari Rasulullah?” tanya Abdurrahman. Maka ia menunjuk kedua telinga dan dadanya, seraya berkata: “Aku mendengarnya dengan kedua telingaku, dan memahaminya dengan hatiku”. Jawab Abdullah bin ‘Amru.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan sepupumu Mu’awiyah yang menyuruh kami agar memakan harta kami secara batil, dan saling berbunuhan? Padahal Allah berfirman:<em></em></p>
<p dir="RTL">يا أيها الذين آمنوا لا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل إلا أن تكون تجارة عن تراض منكم ولا تقتلوا أنفسكم إن الله كان بكم رحيما !</p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta sesama kalian secara batil, kecuali dengan jual-beli atas dasar kerelaan. Jangan pula kalian saling membunuh, sesungguhnya Allah amat pengasih terhadap kalian (An Nisa’: 29).</em></p>
<p>Abdullah bin ‘Amru pun terdiam sejenak, lalu berkata: “Taatilah dia dalam hal yang bersifat taat kepada Allah, dan maksiatilah dia dalam hal yang bersifat maksiat kepada Allah”. (HR. Muslim no 1844).</p>
<p>Dalam hadits lain Rasulullah pernah ditanya,</p>
<p dir="RTL">يا نبي الله أرأيت إن قامت علينا أمراء يسألونا حقهم ويمنعونا حقنا فما تأمرنا فأعرض عنه ثم سأله فأعرض عنه ثم سأله في الثانية أو في الثالثة فجذبه الأشعث بن قيس وقال اسمعوا وأطيعوا فإنما عليهم ما حملوا وعليكم ما حملتم</p>
<p>Wahai Nabiyullah, bagaimana menurutmu jika kami dikuasai oleh para pemimpin yang menuntut hak mereka, namun merampas hak kami. Apa yang engkau perintahkan atas kami? Nabi pun berpaling darinya. Lalu beliau ditanya lagi kedua atau ketiga kalinya, maka Asy’ats bin Qais menarik baju si penanya, lalu Nabi menjawab: <em>“Dengarlah dan taatilah para pemimpin kalian, karena mereka bertanggung jawab atas kewajibannya, dan kalian bertanggung jawab atas kewajiban kalian”.</em> (HR. Muslim no 1846).</p>
<p>Dalam perang Hunain, Rasulullah berhasil mengalahkan suku Hawazin dan meraih ghanimah yang demikian besar. Beliau lantas membagi-bagikannya kepada suku Quraisy yang baru masuk Islam dan kebanyakan dari mereka justru lari saat pertempuran. Akan tetapi, kaum Anshar yang begitu berjasa dan membela Rasulullah mati-matian, justru tidak diberi apa-apa. Sebagian dari mereka lantas mengeluhkan sikap Rasulullah tersebut, hingga akhirnya beliau berkhutbah di hadapan mereka dengan sangat mengesankan… lalu menutup khutbahnya dengan kata-kata:</p>
<p dir="RTL">أفلا ترضون أن يذهب الناس بالأموال وترجعون إلى رحالكم برسول الله؟ فوالله لما تنقلبون به خير مما ينقلبون به. فقالوا: بلى يا رسول الله قد رضينا, قال: فإنكم ستجدون أثرة شديدة فاصبروا حتى تلقوا الله ورسوله فإني على الحوض, قالوا: سنصبر.</p>
<p><em>“Tidakkah kalian ridha bila orang-orang pulang membawa harta, sedangkan kalian pulang membawa Rasulullah? Sungguh demi Allah, apa yang kalian bawa pulang lebih baik daripada apa yang mereka bawa pulang”.</em> “Benar wahai Rasulullah, kami ridha”, jawab mereka. <em>“Kalau begitu, nanti <strong>kalian akan melihat sikap mementingkan diri yang luar biasa dari para penguasa</strong>, <strong>maka bersabarlah</strong> hingga kalian menghadap Allah dan Rasul-Nya, sebab aku menanti kalian di telaga”</em>, pesan Rasulullah. “Baiklah, kami akan bersabar”, jawab kaum Anshar. (HR. Muslim no 1059).</p>
<p>Dalam hadits-hadits di atas, Rasulullah telah berwasiat kepada umatnya secara umum, dan kaum Anshar secara khusus; bahwa kelak akan muncul para penguasa yang mementingkan kemaslahatan pribadi mereka, serta melakukan berbagai kezhaliman dan kemunkaran.</p>
<p>Mereka (mayoritas penguasa tadi) mengesampingkan jasa-jasa kaum Anshar yang demikian besar, dan mengedepankan orang-orang yang tidak berjasa dalam Islam untuk memegang tampuk kekuasaan…</p>
<p>Cobalah kita perhatikan sosok Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi. Siapa dia? Dari mana asal-usulnya? Apa jasa-jasanya terhadap Islam? Sungguh tak layak jika orang model Hajjaj menjadi gubernur Mekkah dan Madinah sejak tahun 73-75 H, padahal di sana banyak para sahabat dan tabi’in mulia …<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn6">[6]</a>.</p>
<p>Hajjaj lantas dipindah tugaskan ke Irak dan menjadi gubernur di sana selama 20 tahun. Banyak orang yang ‘tak sabar’ melihat kelakuannya. Sebagian dari mereka berpikir untuk melakukan kudeta… namun sebagian lagi menahan diri. Salah satu orang yang paling dibenci oleh Hajjaj adalah Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu.</p>
<p>Pembantu setia Rasulullah selama 8 tahun ini pernah kena damprat dan caci maki oleh Hajjaj bin Yusuf !! Seorang tabi’in bernama Ali bin Zaid bin Jud’an menuturkan: Aku pernah berada di istana Hajjaj saat ia menginterogasi para pengikut Ibnul Asy’ats. Ketika Anas berdiri di hadapannya, Hajjaj berkata:</p>
<p>“Hei orang busuk yang tenggelam dalam berbagai fitnah. Sesekali kau di pihak Ali, kemudian di pihak Ibnu Zubeir, lalu di pihak Ibnul Asy’ats<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn7">[7]</a>?”.</p>
<p>“Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kamu akan kubunuh dan kukuliti laksana seekor biawak !!” celetuk Hajjaj.</p>
<p>“Siapa yang Anda maksud wahai Amir ?” tanya Anas.</p>
<p>“Kamulah yang kumaksud. Semoga Allah menulikan telingamu !” bentak Hajjaj.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun” kata Anas. Ia pun keluar dari sana lalu mengatakan: “Demi Allah, andai saja aku tak ingat akan anak-anakku, dan khawatir dia (Hajjaj) menganiaya mereka, niscaya akan kuucapkan kepadanya kata-kata yang membuatnya pasti membunuhku” lanjut Anas<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn8">[8]</a>.</p>
<p>Kendatipun demikian, Anas radhiyallahu ‘anhu tidak membalas kekurang ajaran tersebut dengan sikap yang sama, walaupun ia sangat berhak membela diri dari tuduhan ini. Anas lalu menyurati Abdul Malik bin Mirwan selaku khalifah yang mengangkat Hajjaj sebagai gubernur Irak, dan mengeluhkan sikap Hajjaj yang kurang ajar tadi.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn9">[9]</a></p>
<p>Dalam versi lainnya, Imam Al Hakim meriwayatkan kisah ini dari Simak bin Musa, katanya:</p>
<p dir="RTL">لما دخل أنس رضي الله عنه على الحجاج أمر بوجى ء عنقه ثم قال يا أهل الشام أتعرفون هذا هذا خادم رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم قال أتدرون لم وجأت عنقه قالوا الأمير أعلم قال إنه كان بين البلاء في الفتنة الأولى وغاش الصدر في الفتنة الآخرة …</p>
<p>“Saat Anas menghadap Hajjaj, ia menyuruh agar lehernya ditonjok! Hajjaj lantas berkata: “Wahai warga Syam, apakah kalian mengenal orang ini? Dia adalah pembantu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Tahukah kalian mengapa kutonjok lehernya?”. Tanya Hajjaj. “Amir-lah yang lebih tahu” jawab mereka. “Itu karena ia berada di antara bencana yang terjadi dalam fitnah pertama, dan berkhianat dalam fitnah yang terakhir”.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn10">[10]</a></p>
<p>Hajjaj konon berkeliling mempertontonkan Anas kepada pasukannya. Anas lantas menyurati Abdul Malik bin Marwan dengan mengatakan: “Bagaimana menurutmu jika pembantu Nabi Musa mendatangi kalian, apakah kalian akan menyakitinya?”. Maka Abdul Malik menyurati Hajjaj dan menyuruhnya agar membiarkan Anas bin Malik untuk tinggal di bumi mana saja yang dia suka. Ia juga menulis surat kepada Anas dan mengatakan “Tidak ada seorang pun yang berkuasa atasmu selainku”.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn11">[11]</a></p>
<p>ِMeskipun demikian menyakitkan perlakuan Hajjaj terhadap Anas, Anas tetap saja tidak memberontak atau mengajak orang-orang untuk ‘berdemonstrasi’ menuntut agar Hajjaj dicopot dari jabatannya…. Dan jangan lupa, bahwa status beliau adalah pembantu setia Rasulullah dan satu dari segelintir sahabat Nabi yang masih hidup… bahkan umur beliau kala itu telah demikian lanjut, sebab beliau wafat tahun 93 H dalam usia 103 tahun menurut pendapat paling shahih, sedangkan fitnah Ibnul Asy’ats berakhir pada tahun 84 H. Ini berarti bahwa usia beliau saat dicaci-maki oleh Hajjaj adalah 90 tahun atau lebih…</p>
<p>Kendatipun demikian, simaklah bagaimana sikap beliau terhadap warga Basrah yang mengeluhkan perilaku Hajjaj ini. Salah seorang tabi’in murid Anas bin Malik yang bernama Zubeir bin Adiy mengatakan,</p>
<p dir="RTL">أتينا أنس بن مالك نشكو إليه ما نلقى من الحجاج، فقال: اصبروا فإنه لا يأتي عليكم عام أو زمان أو يوم إلا والذي بعده شر منه، حتى تلقوا ربكم عزوجل، سمعته من نبيكم صلى الله عليه وسلم</p>
<p>Kami mendatangi Anas dalam rangka mengeluhkan kezhaliman Hajjaj terhadap kami. Maka kata Anas, “Sabarlah kalian, sebab tidaklah kalian melalui suatu hari atau zaman, melainkan yang datang setelahnya lebih jelek dari itu. (Demikian seterusnya) sampai kalian menghadap Allah (mati)”. Inilah yang kudengar dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam”.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn12">[12]</a></p>
<p>Demikian pula sikap Imam Hasan Al Bashri yang merupakan musuh bebuyutan Hajjaj dan berulang kali hendak dihabisinya. Hasan yang notabene adalah murid Anas bin Malik juga bersikap sebagaimana ‘ustadz’-nya yang tidak setuju terhadap khuruj.</p>
<p>Ayyub As Sikhtiyani mengatakan bahwa Hajjaj berulang kali berniat membunuh Hasan Al Basri, akan tetapi Allah melindunginya. Hasan juga beberapa kali terlibat perdebatan dengan Hajjaj. Pun begitu, Hasan tidak termasuk orang yang membolehkan khuruj (pemberontakan) terhadap Hajjaj. Ia bahkan melarang pengikut Ibnul Asy’ats untuk memberontak. Hasan mengatakan bahwa Hajjaj merupakan hukuman, maka janganlah kalian hadapi hukuman Allah dengan pedang. Kalian harus bersabar, tenang, dan merendahkan diri kepada Allah”.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn13">[13]</a></p>
<p>Asy-Sya’bi berkata, “Akan datang suatu masa di mana orang-orang mendoakan kebaikan bagi Hajjaj”. Dalam riwayat lain beliau mengatakan, “Demi Allah, jika kalian berumur panjang; kalian akan mengharapkan kembalinya Hajjaj”.<a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn14">[14]</a></p>
<p>Oleh karena itu, terjadinya pemberontakan Ibnul Asy’ats yang didukung oleh banyak ulama Irak saat itu, merupakan kesalahan besar yang mengakibatkan malapetaka. Simaklah komentar Ibnu Katsir setelah menyitir tragedi menewaskan sekitar 130 ribu muslim ini. Beliau mengatakan,</p>
<p><em>“Sungguh aneh bin ajaib ketika mereka (para fuqaha’ Irak) membaiatnya (yakni Abdurrahman ibnul Asy’ats) sebagai amirul mukminin, padahal ia bukan berasal dari Quraisy. Ia hanyalah seorang lelaki suku Kindah asal Yaman. Sedangkan para sahabat saat peristiwa saqifah Bani Sa’idah telah sepakat, bahwa yang berhak menjadi amirul mukminin hanyalah suku Quraisy. Abu Bakar Ash Shiddiq bahkan menegaskan hal tersebut dengan menyitir sebuah hadits. Saat kaum Anshar menuntut agar mreka memiliki amir di samping amir kaum Muhajirin, Abu Bakar menolak tuntutan tersebut. Bahkan Abu Bakar sempat mencambuk Sa’ad bin Ubadah yang awalnya menyerukan hal tersebut, namun kemudian rujuk darinya.</em></p>
<p><em>Lantas bagaimana dibenarkan bila mereka -para fuqaha’ Irak- menyikapi seorang khalifah yang telah dibaiat sebagai pemimpin kaum muslimin, lantas mencopotnya; padahal ia berasal dari suku Quraisy asli? Lalu di saat yang sama mereka membaiat seorang lelaki suku Kindah padahal baiat tersebut tidak disepakati oleh ahlul halli wal ‘aqdi? Karena ini merupakan kesalahan dan kekeliruan, maka terjadilah bencana besar yang menewaskan banyak korban…</em> <em>inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun”.</em><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftn15">[15]</a></p>
<div>Penulis: <a href="http://basweidan.com/">Ustadz Sufyan Basweidan, MA</a></div>
<div>
<p>&nbsp;</p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref1">[1]</a> Lihat: Liqaa’ al Baabil Maftuh, no 179.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref2">[2]</a> Lihat: http://ar.wikipedia.org/wiki/الثورة_التونسية</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref3">[3]</a> Lihat: http://www.aljazeera.net/NR/EXERES/A3A3FFB0-69C1-40FF-8261-3223AC997B98.htm</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref4">[4]</a> Lihat: http://www.dw-world.de/dw/article/0,,15310470,00.html</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref5">[5]</a> Sebagian kalangan menganggap bahwa pemberontakan yang tidak boleh dilakukan ialah pemberontakan bersenjata. Namun yang benar ialah bahwa pemberontakan (khuruj) bisa terjadi dengan keyakinan maupun perbuatan. Contoh <em>khuruj</em> dengan keyakinan (pemikiran) ialah dengan tidak mau berbaiat, dan meyakini bolehnya atau wajibnya <em>khuruj</em> terhadap penguasa muslim. Para salaf sering mencela orang yang khuruj dengan cara seperti ini dengan istilah ‘kaana yara as-saif’.</p>
<p>Sedangkan jenis kedua, ialah orang yang mengangkat senjata melawan pemimpinnya. Seperti dengan berkumpul di suatu tempat dengan maksud melengserkan pemimpin atau menggantinya, atau dalam rangka membikin kekacauan dan fitnah yang melaluinya si penguasa akan terbunuh atau disingkirkan. Artinya, semua perbuatan yang mengarah kepada pemberontakan, atau berusaha membunuh dan melengserkan penguasa, termasuk kategori khuruj yang kedua.</p>
<p>Ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa khuruj juga bisa terjadi lewat ucapan. Yaitu bila ia mengatakan sesuatu yang berakibat pada terjadinya pemberontakan. Namun jika ia mengatakan sesuatu dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar sesuai aturan syar’i tanpa menimbulkan fitnah; maka tidak dianggap sebagai khuruj (lihat: Syarh Aqidah Ath Thahawiyyah oleh Syaikh Shalih Alusy Syaikh).</p>
<p>Contoh orang-orang yang dikritik karena berpemikiran khawarij ialah: Hasan bin Shalih bin Hay, Ali bin Abi Thalhah, ‘Imran bin Dawar Al Qaththan, Muhammad bin Rasyid Al Makhuly, dan Imam Abu Hanifah.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref6">[6]</a> Lihat: Tariekhul Islam 2/759-764. Para sahabat yang masih hidup saat Hajjaj berkuasa di Haramain contohnya: Abu Sa’id Al Khudri, Rafi’ bin Khadiej, dan Salamah bin Akwa’ mereka semua wafat th 74 H. Kemudian ‘Irbadh bin Sariyah, dan Abu Tsa’labah Al Khusyani (keduanya wafat th 75 H). Sedangkan yang tetap hidup hingga Hajjaj pindah ke Irak, adalah Jabir bin Abdillah dan Zaid bin Khalid Al Juhani (keduanya wafat th 78 H).  Hajjaj lantas menjadi gubernur Irak selama 20 tahun kemudian, padahal di sana terdapat sahabat terkenal Anas bin Malik Al Anshari, dan sejumlah tokoh Tabi’in seperti Hasan Al Basri, Sa’id bin Jubair, Asy Sya’bi, dll.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref7">[7]</a>  Ali bin Abi Thalib, Ibnu Zubeir, dan Ibnul Asy’ats adalah orang-orang yang pernah berseteru dengan Bani Umayyah, sedangkan Hajjaj adalah kaki tangan Bani Umayyah yang demikian loyal, sehingga memusuhi setiap orang yang dianggap berseberangan dengan ‘majikannya’.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref8">[8]</a> Kisah ini diriwayatkan oleh At Thabrani dlm Al Mu’jamul Kabir (no 704) dan Ibnu Asakir dlm Tarikh Dimasyq (9/372) dengan sanad yang hasan hingga Ali bin Zaid bin Jud’an. Ibn Jud’an adalah orang yang jujur namun lemah hafalannya. Kisah ini juga diriwayatkan oleh Mu’afa bin Zakariya dlm Al Jalis As Shalih (3/151) dari Jalur Hisyam bin Muhammad bin Sa-ib Al Kalbi, dari ‘Awanah bin Hakam Al Kalbi dengan redaksi yang mirip. Semua perawi dalam sanad yang kedua ini tergolong tsiqah kecuali Hisyam Al Kalbi yang dianggap matruk walaupun hafalannya sangat luas dan tergolong ahli sejarah.</p>
<p>Bila diperhatikan, kelemahan yang ada pada Ibnu Jud’an bisa ditoleransi mengingat ia menyaksikan langsung peristiwa tersebut, dan hal ini lebih melekat pada ingatan daripada sekedar mendengar. Apalagi kisah yang senada juga diriwayatkan oleh ahli sejarah terkenal -walaupun dianggap matruk dalam hal hadits-, yaitu Hisyam Al Kalbi. Intinya kisah ini bisa diterima. Al Mizzi juga meriwayatkan kisah ini dari jalur Ibnu Jud’an dengan lafazh <em>jazm</em> (Qaala), yang berarti bahwa sanad kisah ini <em>laa ba’sa bihi</em> (tidak bermasalah) menurut beliau (lihat: Tahdzibul Kamal 3/373).</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref9">[9]</a> Lihat kisah selengkapnya dalam Al Jalis Ash Shalih (3/151-153) dan Tarikh Dimasyq</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref10">[10]</a> Al-Mustadrak 3/574, dengan sanad yang hasan. Fitnah yang pertama maksudnya peperangan antara Ali dengan Mu’awiyah, atau antara pasukan Syam yang dipimpin oleh Hajjaj melawan Ibnu Zubeir. Sedangkan fitnah yang terakhir maksudnya adalah pemberontakan Ibnul Asy’ats beserta warga Irak melawan Bani Umayyah.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref11">[11]</a> Diriwayatkan oleh Al Hakim dlm Mustadrak-nya dengan sanad yang sama, dari penuturan Muhammad bin Mughirah. Menurut  Hisyam Al Kalbi, surat Anas terhadap Abdul Malik bunyinya adalah: “Bismillahirrahmanirrahiem, untuk Abdul Malik bin Marwan dari Anas bin Malik… Amma ba’du, Hajjaj telah mengucapkan kata-kata keji dan memperdengarkan sesuatu yang munkar kepadaku, padahal aku tidaklah seperti itu. Maka tahanlah dia dariku sebab aku merupakan pembantu serta sahabat Rasulullah. Wassalaam” (Lihat: Al Bidayah wan Nihayah 9/153).</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref12">[12]</a> HR. Ahmad (no 12838) sebagaimana lafazh di atas, dan Bukhari (no 6657).</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref13">[13]</a> Al Bidayah wan Nihayah 9/155.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref14">[14]</a> Idem.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="http://basweidan.com/mendulang-hikmah-dari-revolusi-timur-tengah-3/#_ftnref15">[15]</a> Al Bidayah wan Nihayah 9/66.</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1275&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/18/revolusi-timur-tengah-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/04/1266/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/04/1266/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 05:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1266</guid>
		<description><![CDATA[Pelajaran 2 Bangunlah Rumah dari Bawah Erat kaitannya dengan pelajaran pertama, ibrah yang kedua ini mengajarkan kita bagaimana cara membangun ‘rumah’ yang benar. Setiap rumah pasti memiliki pondasi, dinding, dan atap. Nah, demikian pula suatu negara, pasti memiliki elemen-elemen penting yang menyusunnya. Undang-undang ibarat pondasi, sedangkan rakyat adalah dinding, dan pemerintah adalah atapnya. Bila kita &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/04/1266/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1266&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;" align="center"><strong>Pelajaran 2</strong></p>
<p style="text-align:justify;" align="center"><strong>Bangunlah Rumah dari Bawah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Erat kaitannya dengan pelajaran pertama, ibrah yang kedua ini mengajarkan kita bagaimana cara membangun ‘rumah’ yang benar. Setiap rumah pasti memiliki pondasi, dinding, dan atap. Nah, demikian pula suatu negara, pasti memiliki elemen-elemen penting yang menyusunnya. Undang-undang ibarat pondasi, sedangkan rakyat adalah dinding, dan pemerintah adalah atapnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kita perhatikan berbagai revolusi tadi, ternyata semuanya menginginkan perubahan dari ‘atap’. Mereka tak mempedulikan keadaan pondasi dan dinding rumah yang hendak direnovasi. ‘Pokoknya, gentengnya harus kita ganti baru !’, seru mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal, apa artinya genteng baru yang mengkilap kalau pondasi dan dindingnya rapuh? Apa artinya presiden baru kalau undang-undang dan rakyatnya masih seperti dulu? Perubahan yang terjadi ibarat bunglon yang berganti warna kulit, sedangkan ia tetap bunglon. Kalau pun ada perubahan maka artinya tak seberapa, karena yang berubah hanyalah wajah penguasa, bukan sistem dan perilakunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini sebuah perbandingan sederhana antara perubahan dari bawah akibat dakwah, dan perubahan dari atas akibat revolusi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Sirah-nya, Ibnu Ishaq meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas, bahwa sejumlah tokoh musyrikin Quraisy pernah berkumpul di samping Ka’bah. Mereka berunding untuk menghentikan laju dakwah Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wasallam</em>. Diutuslah seseorang untuk memanggil beliau. Begitu beliau datang, mereka segera memuntahkan segala uneg-uneg mereka tentang dakwah beliau. Mereka demikian kebakaran jenggot akibat dakwah tauhid yang diserukan Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wasallam</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut mereka, dakwah itu telah memecah belah kesatuan suku Quraisy. Beliau dituduh mencemooh ajaran leluhurnya, mencaci-maki berhala, membodoh-bodohkan keyakinan kaumnya, dan melakukan semua tindakan tercela yang merusak hubungan beliau dengan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka lantas berkata, “Kalaulah tujuanmu mendakwahkan itu semua adalah demi mencari harta, kami akan kumpulkan separuh harta kami untukmu, sehingga kamu menjadi orang yang paling kaya di antara kita. Tapi bila dakwahmu ini demi mencari status sosial, maka kami angkat kamu menjadi pemimpin kami. Namun <strong>bila engkau</strong> <strong>menghendaki</strong> <strong>kekuasaan</strong>, <strong>kami angkat dirimu menjadi raja</strong>. Sedang bila semua ajakanmu ini akibat gangguan setan (kesurupan), maka kami akan mencarikan tabib dan menanggung biaya pengobatanmu hingga sembuh”.</p>
<p style="text-align:justify;">Alangkah manisnya tawaran-tawaran tersebut. Dr. Ahmad an-Naqieb mengatakan, “Sebenarnya kalau dipikir, mengapa beliau tidak menerima tawaran tadi? Padahal jika beliau menjadi orang paling kaya, maka beliau bisa membeli budak dalam jumlah besar (10 ribu orang misalnya), lalu mempersenjatai mereka dan mengatakan kepada kaum musyrikin, “Pilih mana: kalian masuk Islam, atau mereka kusuruh menghabisi kalian?!” Bukankah dengan begitu beliau dapat menyukseskan misinya dengan mudah?”<a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-2.html#_ftn1">[1]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wasallam</em> mengatakan, “Aku tak mengerti maksud ucapan kalian. Semua yang kudakwahkan kepada kalian bukanlah dalam rangka mencari kekayaan, status sosial, maupun kekuasaan. Akan tetapi Allah mengutusku sebagai Rasul, menurunkan kitab kepadaku, dan menyuruhku memberi kabar gembira dan peringatan bagi kalian. Maka kusampaikanlah risalah Allah dan kunasehati kalian. Jika kalian menerima ajakanku, maka itulah bagian kalian di dunia dan di akhirat. Namun jika kalian menolaknya, maka aku akan bersabar sampai Allah memutuskan perselisihan kita”.<a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-2.html#_ftn2">[2]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Beliau menolak semua tawaran tadi karena beliau memiliki misi utama, yaitu membenahi kondisi dan perilaku kaumnya. Allah berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="RTL">وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ (156) الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (157)</p>
<p style="text-align:justify;"><em> “… dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu, maka kelak akan Ku-tetapkan rahmat tersebut bagi orang-orang bertakwa yang menunaikan zakat, dan beriman kepada ayat-ayat Kami. Yaitu mereka yang mengikuti Rasulullah sebagai Nabi yang ummi (buta huruf); yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam kitab Taurat dan Injil milik mereka. Ia menyuruh mereka berbuat ma’ruf, melarang mereka berbuat munkar, menghalalkan bagi mereka semua yang baik, mengharamkan bagi mereka semua yang buruk, serta mencabut segala belenggu dan beban yang sebelumnya mereka pikul. Maka siapa saja yang beriman kepadanya, mendukungnya, membelanya, dan mengikuti cahaya yang turun kepadanya (Al Qur’an), berarti mereka lah orang-orang yang beruntung”</em> (QS. Al-A’raaf: 156-157).</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau menolak dijadikan penguasa atas mereka. Sebab selama mereka belum mau diberesi, maka percuma saja dikuasai.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun yang sering kita saksikan adalah sebaliknya. Sebagian orang justru demikian ambisius mencapai kekuasaan. Karenanya, mereka menempuh hampir segala cara demi mewujudkannya. Jalan dakwah terlalu panjang di mata mereka, dan mereka khawatir takkan sempat memetik buah manisnya karena terlalu lama.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka ingin mengadakan perubahan drastis dengan jalan pintas, yaitu merebut kekuasaan. Yang ‘agak sabar’ di antara mereka, menempuhnya lewat politik praktis dan parlemen. Namun yang tak sabar, meraihnya lewat kudeta dan revolusi.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua cara tadi telah dicoba di beberapa negara. Mesir, Turki, Sudan, Aljazair, dan Suriah adalah sebagian contohnya. Tak satupun dari negara tersebut yang berhasil dibenahi. Mesir masih identik dengan kerusakan moral dan ratusan kuburan keramatnya. Turki tetap identik dengan undang-undang sekulernya. Sudan kalah negoisasi dengan pihak Nasrani dan kini terpecah menjadi dua. Partai Islam Aljazair (FIS) gagal berkuasa setelah menang suara. Sedangkan 40 ribu warga kota <em>Hamah</em> di Suriah menjadi korban pembantaian setelah gagal melakukan kudeta !<a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-2.html#_ftn3">[3]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Bandingkan kondisi negara-negara tersebut dengan penduduk jazirah Arab tiga abad yang lalu. Kondisi mereka jauh lebih mengenaskan dari kaum musyrikin di zaman Nabi <em>shallaahu ‘alaihi wasallam</em>. Kemusyrikan menjadi fenomena sehari-hari. Bid’ah, khurafat, dan takhayyul sudah bukan rahasia lagi. Sedangkan pembunuhan dan perampokan telah menjadi profesi.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun melalu dakwah <em>islahiyyah</em> yang diserukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, kondisi mereka berubah dari hari ke hari. Kemusyrikan dibasmi satu persatu dengan <em>hujjah</em> dan dalil. Kebodohan, bid’ah, khurafat, dan takhayul digantikan oleh ilmu, sunnah, akidah, dan amal. Pembunuhan dan perampokan berganti dengan keamanan; sedangkan kemiskinan berganti dengan kemakmuran.</p>
<p style="text-align:justify;">Simaklah ucapan sejarawan Najed terkenal di masanya yang mengatakan:</p>
<p style="text-align:justify;" dir="RTL">“ولقد رأينا الدرعية بعد ذلك في زمن سعود بن عبد العزيز بن محمد بن سعود رحمهم الله تعالى، وما في أهلها من الأموال وكثرة الرجال والسلاح المحلى بالذهب والفضة، وعندهم الخيل الجياد والنجايب العمانيات، والملابس الفاخرة والرفاهيات ما يعجز عن عده اللسان، ويكل عن حصره الجنان والبنان. ولقد نظرت إلى موسمها يوماً وأنا في مكان مرتفع، وهو في الموضع المعروف بالباطن، بين منازلها الغربية التي فيها آل سعود والمعروفة بالطريف، وبين منازلها الشرقية، والمعروفة بالبجيري التي فيها أبناء الشيخ. ورأيت موسم الرجال في جانب وموسم النساء في جانب، وما فيه من الذهب والفضة والسلاح والإبل والأغنام، وكثرة ما يتعاطونه من صفقة البيع والشراء، والأخذ والعطاء، وغير ذلك، وهو مد البصر لا تسمع فيه إلا دوي النحل من النجناج، وقول: بعت واشتريت، والدكاكين على جانبيه الشرقي والغربي، وفيها من الهدم والقماش والسلاح ما لا يوصف، فسبحان من لا يزول سلطانه وملكه…”</p>
<p style="text-align:justify;"> “Sungguh, kami pernah menyaksikan kota <em>Dir’iyyah</em><a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-2.html#_ftn4">[4]</a> pada zaman Su’ud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Su’ud, <em>rahimahumullah</em>. Alangkah banyak harta yang dimiliki warganya, di samping besarnya jumlah pasukan dan persenjataan berlapis emas dan perak. Demikian pula kuda-kuda dan unta-unta istimewa, pakaian-pakaian mewah, dan berbagai kemegahan yang sulit dibayangkan dalam hati maupun dilukiskan lewat kata-kata.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku pernah menyaksikan suatu pekan raya di <em>Dir’iyyah</em> dari sebuah tempat yang tinggi. Pekan tersebut berada di tempat bernama <em>Baathin</em>, yang terletak di antara perumahan keluarga Saud -yang dikenal dengan nama Thuraif- dan perumahan keluarga Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -yang dikenal dengan nama Bujairi-. Kulihat bahwa tempat laki-laki terpisah dari tempat perempuan. Kusaksikan betapa banyak emas, perak, senjata, unta, dan kambing. Betapa seringnya transaksi jual beli dan serah terima terjadi di sana. Pekan tersebut terlihat sejauh pandangan mata, dan yang terdengar hanyalah tempik sorak dan gemuruh pasar mirip dengungan lebah. Toko-toko berjejer di sebelah timur dan barat, penuh berisi pakaian, tekstil, dan senjata yang tak terbayangkan. Maha Suci Allah yang selalu abadi kekuasaan-Nya…”.<a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-2.html#_ftn5">[5]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Inilah sebuah perbandingan sederhana antara perjuangan lewat dakwah yang dibangun atas landasan tauhid dan sunnah Rasulullah <em>shallaahu ‘alaihi wasallam</em>, yang memakan waktu puluhan tahun… akan tetapi membuahkan hasil manis berupa tegaknya tauhid, runtuhnya symbol-simbol syirik, dan tegaknya syari’at Allah. Bandingkan dengan perjuangan lewat demokrasi dan revolusi yang dilakukan dalam waktu relatif singkat, akan tetapi tak pernah berujung pada tegaknya tauhid atau lenyapnya berbagai kemusyrikan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Bersambung…</em></p>
<div style="text-align:justify;">Penulis: Ustadz Sufyan Basweidan, Lc</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div style="text-align:justify;">
<p><a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-2.html#_ftnref1">[1]</a> Dr. Ahmad an-Naqieb adalah salah seorang Syaikh salafi di Mesir. Hal ini beliau sampaikan dalam salah satu <em>dars</em>-nya saat Mesir sedang rusuh oleh berbagai aksi unjuk rasa dan kerusuhan menjelang lengsernya Presiden Husni Mubarak.</p>
</div>
<div style="text-align:justify;">
<p><a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-2.html#_ftnref2">[2]</a> Lihat: As Sierah An Nabawiyyah, oleh Ibnu Hisyam (2/131-133). Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dari berbagai jalur, dan semuanya dengan sanad yang terputus (mursal). Akan tetapi, riwayat-riwayat lemah seperti ini dalam sirah nabawiyah masih ditoleransi oleh para ulama. Apalagi Ibnu Ishaq adalah Imam dalam hal <em>maghazi</em> dan sirah nabawiyyah.</p>
</div>
<div style="text-align:justify;">
<p><a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-2.html#_ftnref3">[3]</a> Peristiwa berdarah ini merupakan operasi militer terbesar yang dilancarkan Presiden Hafizh Assad terhadap Ikhwanul Muslimin di Suriah. Pembantaian kaum muslimin ini terjadi mulai tanggal 2 Februari 1982 di kota Hamah, Suriah. Dan berlangsung hingga 27 hari berikutnya. Warga Hamah dikepung lalu digempur dengan menggunakan senjata berat, artileri, dan mortir hingga puluhan ribu jiwa menjadi korban. Kronologi selengkapnya bisa dibaca di: http://ar.wikipedia.org/wiki/مجزرة_حماة</p>
</div>
<div style="text-align:justify;">
<p><a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-2.html#_ftnref4">[4]</a> Sebuah kota kecil di selatan ibukota Riyadh sekarang, yang dahulu merupakan ibukota Daulah Su’udiyyah I dan II. Daulah Su’udiyyah pernah berdiri dua kali. Periode pertama (1744-1818 M) adalah periode keemasannya. Kemudian disusul dengan periode kedua (1824-1891 M). Dan kemudian berubah menjadi Kerajaan Arab Saudi (1926-Sekarang).</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-2.html#_ftnref5">[5]</a> Lihat: <em>‘Unwaanul Majd, fi Tariekhi Najd</em> (1/44), karya Al ‘Allamah Utsman bin Abdillah bin Bisyr. Sebagaimana yang dinukil dalam (الأطلس التاريخي للمملكة العربية السعودية ص 100). Syaikh Utsman bin Abdillah bin Bisyr adalah sejarawan Nejed yang hidup pada masa Daulah Su’udiyyah I.</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1266&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/04/1266/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/04/1259/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/04/1259/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 02:15:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1259</guid>
		<description><![CDATA[Kelender masehi anda yang ada di rumah di ganti saja dengan kalender hijriah Download 1 : Klik di&#160;sini&#160;untuk download&#160;software kalender hijriah Hijri-Cal 1,4&#160;adalah kalender abadi yang mengubah dan menampilkan&#160;kalender Gregorian&#160;ke&#160;kalender Islam&#160;yakni&#160;kalender Hijriyah. Anda dapat mengkonversi bulan dan tanggal bulan hijriah secara otomatis. Fitur-fitur dari software ini meliputi: Kalender Gregorian dan Hijriyah Islam ditampilkan secara simultan &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/04/1259/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1259&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img class="alignnone" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSDY9m3zPx_BICUJnUZdcUEstePYB2XmVBuF8zuKl_ZjsFWHgLA" alt="" width="200" height="252"/></div>
<div></div>
<div>Kelender masehi anda yang ada di rumah di ganti saja dengan kalender hijriah</div>
<div>Download 1 : Klik di&nbsp;<a href="http://www.ziddu.com/download/15603597/CALENDAR.rar.html" target="_blank">sini</a>&nbsp;untuk download&nbsp;<strong>software kalender hijriah</strong></div>
<div></div>
<div>
<p><strong>Hijri-Cal 1,4</strong>&nbsp;adalah kalender abadi yang mengubah dan menampilkan&nbsp;<em>kalender Gregorian</em>&nbsp;ke&nbsp;<em>kalender Islam</em>&nbsp;yakni&nbsp;<strong>kalender Hijriya</strong>h. Anda dapat mengkonversi bulan dan tanggal bulan hijriah secara otomatis.</p>
<p><a href="http://pustakaislam.com/wp-content/uploads/Hijri-Calendar.jpg"><img title="Kalender Hijriyah Islam" src="http://pustakaislam.com/wp-content/uploads/Hijri-Calendar.jpg" alt="Penanggalan Islam Hijriyah" width="350" height="403"/></a></p>
<p>Fitur-fitur dari software ini meliputi:</p>
<ul>
<li>Kalender Gregorian dan Hijriyah Islam ditampilkan secara simultan</li>
<li>Menampilkan peristiwa-peristiwa Islam melalui Ikon yang terlihat dengan deskripsi dari peristiwa tersebut.</li>
<li>Berbasis Fase Bulan – Metode prediksi tanggal yang didasarkan pada penanggalan Islam yang berbasis fase bulan, bukan berdasarkan suatu algoritma. Ini akan menghasilkan hasil yang lebih akurat.</li>
<li>Menampilkan tanggal secara langsung – Kemampuan untuk melihat secara langsung apa pun tanggal Hijriyah atay Gregorian yang dipilih.</li>
<li>Compact / Mudah untuk di-install dan digunakan – Aplikasi kalender Islam Hijriyah ini kompak dan mudah untuk diinstall. Hanya dengan satu file program dan dokumentasi.</li>
</ul>
<p>Download 2:&nbsp;<a title="Software Penanggalah Hijriyah" href="http://www.ziddu.com/download/8545155/HCal1.zip.html" target="_blank">Kalender Islam Hijriyah – Hijri-Cal 1,4</a></p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/software/'>Software</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1259/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1259&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/04/1259/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSDY9m3zPx_BICUJnUZdcUEstePYB2XmVBuF8zuKl_ZjsFWHgLA" medium="image" />

		<media:content url="http://pustakaislam.com/wp-content/uploads/Hijri-Calendar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kalender Hijriyah Islam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ucapan Terima Kasih Komandan Mujahidin Yaman</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/03/ucapan-terima-kasih-komandan-mujahidin-yaman/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/03/ucapan-terima-kasih-komandan-mujahidin-yaman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 02:52:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1255</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرحمن الرحيم Ucapan Terima Kasih dan Penghargaan Dari Abu Hatim Al-Asymury -salah seorang komandan mujahidin di medan perang Wailah- : Kepada Para Ulama Yang Mulia, juga kepada setiap orang yang ada di dalam hatinya keimanan walaupun sebesar biji sawi, serta memiliki rasa cinta kepada para sahabat yang suci-semoga Allah meridhoi mereka semuanya : &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/03/ucapan-terima-kasih-komandan-mujahidin-yaman/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1255&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">بسم الله الرحمن الرحيم</p>
<p style="text-align:justify;">Ucapan Terima Kasih dan Penghargaan</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Hatim Al-Asymury -salah seorang komandan mujahidin di medan perang Wailah- :</p>
<p style="text-align:justify;">Kepada Para Ulama Yang Mulia, juga kepada setiap orang yang ada di dalam hatinya keimanan walaupun sebesar biji sawi, serta memiliki rasa cinta kepada para sahabat yang suci-semoga Allah meridhoi mereka semuanya :</p>
<p style="text-align:justify;">Segala puji hanya milik Allah semata, Dzat yang telah menunaikan janji-Nya, menolong hamba-hamba-Nya dan mengalahkan musuh-musuh-Nya, serta Sholawat dan Salam kepada Nabi yang Allah telah karuniakan pertolongan dengan rasa takut (yang menghinggapi hati musuh-musuhnya) sejauh perjalanan satu bulan, juga kepada keluarga, sahabatnya dan para pengikutnya hingga hari kiamat kelak.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan selanjutnya :</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya aku berbicara dari tempat peristiwa ini terjadi, bumi kepahlawanan dan penunaian janji yaitu medan perang kabilah Wailah -semoga Allah memuliakannya dengan ketaatan kepada-Nya- aku tulis lembaran ini supaya orang-orang beriman bergembira dan sebaliknya ahlu Batil bersedih.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami kabarkan dengan berita gembira kepada saudara-saudara kami, orang-orang yang beriman di belahan bumi bagian barat ataupun timur, bahwasanya orang-orang Hutsy/rofidhoh dalam keadaan sekarat dan sebentar lagi akan terputus urat nadinya-dengan ijin Allah-ditangan singa-singa Ahlu Sunnah, para pemberani yang tidak pernah merasa takut dengan suara tank, meriam maupun senapan mesin.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kalian menyaksikan kami-dengan pertolongan Allah-ketika kami menyerang dan menerkam orang-orang rofidhoh, maka seperti singa menerkam mangsanya, tanpa ada rasa takut, rasa pengecut ataupun rasa lemah dan mereka melarikan diri dari Ahlu Tauhid dan penjaga Aqidah seperti larinya keledai dari singa, sungguh keutamaan dari Allah bagi singa-singa pemberani, Allah berfirman :</p>
<p style="text-align:justify;">من المؤمنين رجال صدقوا ما عاهدوا الله عليه فمنهم من قضى نحبه ومنهم من ينتظر وما بدلوا تبديلا</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Diantara orang-orang yang beriman itu ada orang-orang yang memenui apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, dan diantara mereka ada gugur dan diatara mereka masih ada yang menunggu, mereka sama sekali tidak mengubah janjinya sedikitpun.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mereka membawa nyawanya ditangannya dan mengharap kepada Allah apa yang dijanjikannya kepadanya. Kami menyerang mereka pada waktu pagi sebagaimana Nabi menyerang musuh-musuhnya pada waktu pagi pula, dan beliau telah bersabda :</p>
<p style="text-align:justify;">بورك لأمتي في بكورها</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Umatku diberkahi pada waktu pagi hari mereka.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Berapa banyak tanda-tanda kebesaran Allah, karamah-Nya yang telah kami lihat dengan mata kepala kami sendiri, sebagai peneguhan dan pertolongan dari-Nya, dan Dialah yang telah berfirman :</p>
<p style="text-align:justify;">إن تنصروا الله ينصركم ويثبت أقدامكم</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kalau kalian menolong (agama) Allah niscaya Allah akan menolong kalian dan mengokohkan kaki-kaki kalian.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan dalam kesempatan ini tidak cukup bagi kami untuk menyebutkan kebaikan dan keberkahan yang Allah telah karuniakan kepada kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka aku katakan kepada orang-orang yang mengail di air keruh dan berusaha dengan keras memalingkan manusia dari Mujahidin fi sabilillah, baik dengan kebatilan, kedustaan ataupun kepalsuan bahwasanya :</p>
<p style="text-align:justify;">Bendera kami, bendera yang bersih, murni, sunni, salafy. Barang siapa yang datang kepada kami dari kaum muslimin untuk menolong agama Allah maka akan kami terima. Barang siapa yang datang untuk menimbulkan fitnah dan kekacauan akan kami usir. Kami bukan Al-Qoidah, bukan hizbiyyin, bukan pengikut Hasan ataupun yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hendaklah orang hadir menyampaikan pernyatan ini kepada yang tidak hadir, dan apa yang telah terjadi pada Sahabat pada waktu perang uhud karena satu perbuatan maksiat! Alhamdulillah kami di sini ribuan orang banyaknya, Ahlu Sunnah, orang-orang yang bersih dan murni, Allah memilih mereka untuk menolong agama dan membela kehormatan para Sahabat yang suci-semoga Allah meridhoi mereka semuanya-.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada pada kami tawanan perang orang-orang Rofidhoh, kami memperlakukan mereka sesuai dengan aturan Syar’i -hanya milik Allah-lah segala pujian dan nikmat- setiap hari puluhan orang yang tewas dari kalangan mereka bahkan dalam sebuah serangan terhadap mereka, lebih dari seratus orang tewas, Allah telah berfirman :</p>
<p style="text-align:justify;">وما رميت إذ رميت ولكن الله رمى</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tidaklah engkau yang menembak ketika engkau menembak akan tetapi Allah-lah yang menembak.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Juga Allah telah memberikan kepada kami ghonimah dan senjata dalam jumlah yang sangat banyak. Pada kesempatan yang mulia ini aku mengucapkan terima-kasih kepada Syaikh Al-Faqih Sholih bin Fauzan Al-Fauzan, Syaikh kami Syaikh Al-Muhadits Al-Faqih Abdul-Muhsin Al-‘Abbad, juga pembawa bendera Al-Jarh wa At-Ta’dil Syaikh Robi’ bin Hady Al-Madkholy-semoga Allah meneguhkan beliau dan kami semua diatas Islam dan Sunnah, serta Syaikh Muhammad bin Hady Al-Madkholy.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak lupa kami juga berterima kasih kepada para Ulama di negeri-negeri Islam secara umum dan negara Saudia Arabia secara khusus -semoga Allah selalu menjaganya- yang berusaha dengan sungguh-sungguh membantu Mujahidin melawan para agresor dan orang-orang zholim dari kalangan Rofidhoh/Hutsyiin, dan kami katakan kepada orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakitnya -matilah kalian dengan (membawa) kemarahan-.</p>
<p style="text-align:justify;">Juga aku mengingatkan kepada semuanya bahwa kerja keras ini, bukan karena kekuatan, daya-upaya, keberanian kami semata, akan tetapi ini adalah sesuatu yang Allah kehendaki maka terjadilah!</p>
<p style="text-align:justify;">Juga yang tidak mungkin kami lupakan, mereka yang telah membukakan hati dan tanahnya bagi kami, saudara kami dari kabilah Wailah -semoga Allah memuliakan mereka dengan ketaatan kepada-Nya dan menghindarkan mereka dari segala keburukan dan kejelekan- agar semuanya mengetahui bahwa kami selalu melaksanakan bimbingan dan arahan orang-tua dan Syaikh kami, Syaikh Mujahid Yahya bin Aly Al-Hajury -semoga Allah senantiasa menjaganya-.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau adalah Imam dakwah Salafiyyah di negeri Yaman, tanpa ada penyelisihan dalam pendapat ini. Demi Allah, banyak sekali bimbingan dan arahan beliau yang kami ambil seakan-akan beliau bersama kami dan di hadapan kami. Tiada sesembahan yang hak melainkan Allah. Ini adalah karunia Allah, Allah berikan kepada siapa saja yang Allah kehendaki, dan Allah-lah yang memiliki keutamaan yang agung</p>
<p style="text-align:justify;">Aku juga tidak lupa untuk berterima kasih kepada semua orang yang membantu kami, baik orang-orang besar ataupun orang-orang kecil. Aku memohon kepada Allah untuk memberikan keberkahan kepada keluarga dan hartanya.</p>
<p style="text-align:justify;">والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p style="text-align:justify;">Hari Jum’at, 5 Shofar 1433 H</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara kalian</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Hatim, Abdullah bin Hasan As-Syamur</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://aloloom.net/vb/showthread.php?t=10905</p>
<p style="text-align:justify;">Penerjemah: Ust. Abu Sa’ad</p>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1255&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/03/ucapan-terima-kasih-komandan-mujahidin-yaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revolusi Timur Tengah (1)</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/02/revolusi-timur-tengah-1/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/02/revolusi-timur-tengah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 02:23:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1252</guid>
		<description><![CDATA[Mukaddimah Baru-baru ini kita menyaksikan serangkaian peristiwa di Tunisia, Mesir, Libya, Bahrain, Yaman, dan Suriah. Mulai dari kaburnya Presiden Ben Ali mencari perlindungan, diikuti jatuhnya Rezim Mubarak pasca unjuk rasa besar-besaran dan perang sengit antara Muammar Gaddafi melawan para demonstran. Dari Afrika, gelombang unjuk rasa berputar haluan menuju Bahrain, Yaman, dan Suriah. Wallahu a’lam, negara &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/02/revolusi-timur-tengah-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1252&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Mukaddimah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Baru-baru ini kita menyaksikan serangkaian peristiwa di Tunisia, Mesir, Libya, Bahrain, Yaman, dan Suriah. Mulai dari kaburnya Presiden Ben Ali mencari perlindungan, diikuti jatuhnya Rezim Mubarak pasca unjuk rasa besar-besaran dan perang sengit antara Muammar Gaddafi melawan para demonstran. Dari Afrika, gelombang unjuk rasa berputar haluan menuju Bahrain, Yaman, dan Suriah. Wallahu a’lam, negara mana lagi selanjutnya yang mendapat giliran.</p>
<p style="text-align:justify;">Korban jiwa berjatuhan. Puluhan di Tunisia, ratusan di Mesir &amp; Yaman, dan ribuan di Libya dan Suriah. Adapun yang luka-luka, maka tak terkira jumlahnya. Pembunuhan, penjarahan, perusakan, dan pelanggaran kehormatan, nampaknya menjadi harga mati setiap revolusi.</p>
<p style="text-align:justify;">Peristiwa ini mengingatkan penulis terhadap kerusuhan Mei 1998 yang melanda sejumlah kota di Indonesia. Di Jakarta, ribuan mahasiswa berunjuk rasa menuntut lengsernya Pak Harto yang telah berkuasa 32 tahun. Berbagai yel-yel diteriakkan oleh mereka. Mayoritas menuntut perbaikan ekonomi, sebagian menuntut kebebasan hak asasi, sebagian lagi sekedar mencari sensasi, namun sedikit sekali yang berjuang demi ridha ilahi.</p>
<p style="text-align:justify;">Elang Mulya, Hafidin Royan, Heri Hartanto, dan Hendriawan Sie adalah empat mahasiswa Trisakti yang terbunuh tanggal 12 Mei 1998. Nama mereka lantas diabadikan sebagai ‘Pahlawan Reformasi’.</p>
<p style="text-align:justify;">Mirip revolusi <em>yasmin</em> di Tunisia, terbunuhnya keempat mahasiswa tadi memicu kerusuhan besar di Jakarta dan Solo (kota asal saya). Tanggal 14-15 Mei merupakan hari-hari paling kelabu dalam sejarah <em>kota bengawan</em> ini. Kelabu bukan hanya dalam arti ‘menyedihkan’, namun kelabu dalam arti yang sesungguhnya. Pembakaran terjadi di mana-mana. Pertokoan, pusat perbelanjaan, dealer kendaraan, dan sebagian rumah warga adalah sasarannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Penjarahan dan pengrusakan oleh massa terjadi di hampir seluruh kota. Gerombolan perusuh berambut gondrong dan bertato terlihat melempari rumah warga dengan batu dan botol. Mereka hendak meluapkan emosi dengan gaya mereka, atau mungkin sekedar <em>iseng</em> dan membikin huru-hara. Tumpukan ban yang dibakar semakin menambah ‘kelabu’ suasana hari itu. Sejumlah aset milik etnis tionghoa menjadi sasaran utama mereka, bahkan banyak dari wanita mereka yang konon diperkosa !</p>
<p style="text-align:justify;">Kaum perusuh memang tak membedakan siapa kawan siapa lawan. Bagi mereka, kerusuhan adalah kesempatan emas untuk beraksi dan mencari kepuasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Malamnya, suasana demikian mencekam. Warga memasang barikade di mulut-mulut gang dan melakukan jaga malam. Saya sendiri termasuk yang ikut berjaga beberapa kali. Kota Solo terasa demikian sunyi karena sebagian besar warga memilih tinggal di rumah. Lagi pula, untuk apa keluar rumah? Toh kantor-kantor dan sekolah-sekolah libur total… toko-toko nyaris tak ada yang buka… dan jalan-jalan dipenuhi bangkai kendaraan yang terbakar !</p>
<p style="text-align:justify;">Pun demikian, lengsernya Pak Harto tanggal 21 Mei 1998 tak menghentikan kerusuhan begitu saja. Enam bulan kemudian, tragedi berdarah kembali terulang di Ibukota. Dan lagi-lagi, korbannya adalah pelajar dan mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify;">Agaknya, tumbangnya Pak Harto sebagai simbol rezim orba menumbangkan pula rasa takut rakyat terhadap penguasa. Presiden B.J. Habibie yang jenius ternyata tak punya wibawa… beda jauh dengan pendahulunya. Dan mulai saat itu, unjuk rasa menjadi pemandangan biasa di ibukota.</p>
<p style="text-align:justify;">Wibawa pemerintah pun semakin menurun. Baik periode Habibie, Gus Dur, Megawati, maupun SBY; semuanya diwarnai berbagai unjuk rasa. Kita menginginkan pemimpin yang jujur, adil, dan berpihak kepada Islam. Berbagai sarana ditempuh oleh kaum muslimin untuk memegang tampuk kekuasaan. Partai-partai yang berlabel Islam bermunculan bak cendawan di musim hujan. Umat pun bingung, siapa yang harus dipilih? Semuanya mengatasnamakan Islam dan semuanya menginginkan perubahan. Namun lagi-lagi hasilnya mengecewakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai peristiwa tadi, baik yang terjadi di timur tengah maupun di tanah air, tentu memiliki segudang pelajaran berharga. Sebab Ahlussunnah meyakini bahwa Allah tidak mungkin menciptakan sesuatu yang bersifat kejelekan seratus persen. Akan tetapi, sejelek apa pun takdir Allah, pasti di baliknya tersimpan sejumlah hikmah dan pelajaran.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center"><strong>Pelajaran 1</strong></p>
<p style="text-align:justify;" align="center"><strong>Sebagaimana kalian, demikian pula pemimpin kalian</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa kita sering membicarakan kejelekan pemerintah, namun melupakan kejelekan pribadi? Mengapa kita selalu mencela penguasa, dan tak pernah mencela berbagai penyimpangan kita? Sebenarnya, pemerintah adalah cermin rakyatnya. Ali bin Abi Thalib <em>radhiyallahu ‘anhu</em> pernah ditanya oleh seseorang: “Mengapa saat Abu Bakar dan Umar menjabat sebagai khalifah kondisinya tertib, namun saat Utsman dan engkau yang menjadi khalifah kondisinya kacau? Jawab Ali: “Karena saat Abu Bakar dan Umar menjadi khalifah, mereka didukung oleh orang-orang seperti aku dan Utsman, namun saat Utsman dan aku yang menjadi khalifah, pendukungnya adalah kamu dan orang-orang sepertimu”<a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-1.html#_ftn1">[1]</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, ketika penguasa seenaknya mengeruk kekayaan negara dan memenjarakan rakyat tak berdosa, penyebabnya adalah dosa rakyat yang melalaikan kewajiban dan tenggelam dalam maksiat. Demikian pula ketika rakyat memberontak dan menjatuhkan si penguasa, itupun akibat kesalahan penguasa yang tidak berhukum dengan hukum Allah, loyal kepada orang kafir, tenggelam dalam foya-foya dan menelantarkan urusan negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pernah mengatakan<a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-1.html#_ftn2">[2]</a>, “Waliyyul amr, baik dari kalangan ulama’ maupun umara’, pasti punya banyak kesalahan. Akan tetapi, dalam sebuah atsar disebutkan <em>kamaa takuunuu, yuwalla ‘alaikum</em> (sebagaimana kalian, demikian pula pemimpin kalian)<a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-1.html#_ftn3">[3]</a>.”</p>
<p style="text-align:justify;">Cobalah perhatikan kondisi masyarakat…</p>
<p style="text-align:justify;">Karakter pemimpin yang sesuai dengan rakyatnya adalah salah satu ketentuan Allah yang bijaksana. Allah berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="RTL">وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضاً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Demikianlah Kami kuasakan orang-orang yang zhalim itu satu sama lain, sebagai akibat dari perbuatan mereka</em><em>”</em> (QS. Al-An’am: 129).</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian pula sebaliknya, Allah mengangkat pemimpin shalih bagi rakyat yang shalih. Jika kita perhatikan diri kita sebagai rakyat, ternyata kita pun sering meremehkan kewajiban, tenggelam dalam maksiat, curang dalam jual-beli, melakukan penipuan, pemalsuan, dan banyak lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa yang meneliti kondisi umat Islam hari ini, pasti akan menyaksikan berbagai kekurangan dan kelemahan. Umat Islam adalah umat yang jujur, menepati janji, dan amanah. Akan tetapi semua sifat ini tak lagi dimiliki sekarang, kecuali pada segelintir orang yang masih dirahmati Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalaulah kita sendiri menyia-nyiakan amanah yang kita pikul padahal kita bukanlah penguasa besar, lantas bagaimana halnya dengan mereka yang menguasai kita? Boleh jadi lebih menyia-nyiakan lagi daripada kita. Akan tetapi, bersikaplah yang lurus, niscaya Allah menjadikan pemimpin kita bersikap lurus [..].</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnul Qayyim (w. 751 H) mengatakan: Cobalah perhatikan hikmah Allah yang menjadikan para penguasa sebanding dengan jenis perbuatan rakyatnya, bahkan tingkah laku rakyat menjadi cerminan penguasa mereka. Jika rakyat itu istiqamah (lurus), maka penguasanya pun lurus. Jika mereka adil, maka penguasa pun adil. Jika mereka zhalim, maka penguasa pun zhalim. Jika mereka terkenal suka menipu dan manipulasi, maka penguasanya pun seperti itu. Jika mereka menahan hak Allah terhadap harta mereka dan pelit dalam membayar zakat; maka penguasa akan menahan hak rakyatnya dan pelit terhadap mereka. Jika golongan lemah dari mereka menindas yang kuat dan mengambil yang bukan miliknya dalam bermuamalah, maka penguasa akan mengambil pula yang bukan miliknya dan mencekik mereka dengan berbagai pajak dan upeti. Semua yang mereka rampas dari pihak yang lemah, akan dirampas dari mereka oleh penguasa … jadi, para pejabat adalah potret perbuatan rakyat! Hikmah ilahi tidak punya ketentuan lain, selain menguasakan orang jahat atas sesamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berhubung generasi pertama umat Islam adalah generasi terbaik, maka pemimpin mereka pun adalah pemimpin terbaik. Ketika mereka mulai menyimpang, pemimpin mereka pun menyimpang.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, kebijaksanaan Allah tak mengizinkan kita untuk dipimpin oleh orang-orang seperti Mu’awiyah radhiyallaahu ‘anhu dan Umar bin Abdul Aziz rahimahullah, apalagi oleh pemimpin seperti Abu Bakar dan Umar radhiyallaahu ‘anhuma. Akan tetapi, pemimpin kita adalah sesuai dengan kualitas kita. Dan pemimpin sebelum kita, juga sesuai dengan kualitas rakyatnya [..].<a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-1.html#_ftn4">[4]</a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Bersambung…</em></p>
<div style="text-align:justify;">Penulis: <a href="http://basweidan.com/">Ustadz Sufyan Basweidan, Lc</a></div>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div style="text-align:justify;">
<p><a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-1.html#_ftnref1">[1]</a>  Lihat: Syadzaraat Adz Dzhahab 1/51.</p>
</div>
<div style="text-align:justify;">
<p><a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-1.html#_ftnref2">[2]</a> Beliau mengatakannya dalam acara Liqa’ al-baabil maftuh. Yaitu acara pertemuan antara beliau dengan masyarakat umum untuk tanya-jawab, yang diadakan di rumah beliau. Penjelasan ini disampaikan dalam pertemuan ke-50 dari total 236 pertemuan.</p>
</div>
<div style="text-align:justify;">
<p><a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-1.html#_ftnref3">[3]</a>  Ini adalah atsar Abu Ishaq As Sabi’iy, salah seorang ulama tabi’in asal Kufah yang terkenal sebagai ahli hadits dan ahli ibadah. Beliau lahir dua tahun menjelang berakhirnya kekhalifahan Utsman, dan wafat sekitar tahun 129 H. keluasan ilmu beliau di bidang hadits disejajarkan dengan Imam Ibnu Syihab Az Zuhri.</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a title="" href="http://muslim.or.id/manhaj/revolusi-timur-tengah-1.html#_ftnref4">[4]</a> Lihat: <em>Miftaah Daaris Sa’aadah</em> (2/168-169).</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1252&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2012/01/02/revolusi-timur-tengah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dialog Orang Kafir Dengan Orang Muslim</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/27/dialog-orang-kafir-dengan-orang-muslim/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/27/dialog-orang-kafir-dengan-orang-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 10:43:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1249</guid>
		<description><![CDATA[A (orang kristen) : &#8220;Kenapa kalian selalu ngikutin kami?&#8221; B (orang muslim) : &#8220;Ngikutin apa? Kami tidak merasa ngikutin kalian?&#8221; A : &#8220;Gak merasa? Coba diperhatikan, kami merayakan Hari Ulang Tahun Yesus (atau Maulidnya Nabi Isa), lalu kalian ikut2an merayakan Maulid Nabi Muhammad?! Kami juga merayakan hari kenaikan Isa al Masih (diangkatnya Nabi Isa ke &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/27/dialog-orang-kafir-dengan-orang-muslim/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1249&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">A (orang kristen) : &#8220;Kenapa kalian selalu ngikutin kami?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">B (orang muslim) : &#8220;Ngikutin apa? Kami tidak merasa ngikutin kalian?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">A : &#8220;Gak merasa? Coba diperhatikan, kami merayakan Hari Ulang Tahun Yesus (atau Maulidnya Nabi Isa), lalu kalian ikut2an merayakan Maulid Nabi Muhammad?! Kami juga merayakan hari kenaikan Isa al Masih (diangkatnya Nabi Isa ke langit), kalian ikut2an merayakan hari Isra Mi&#8217;raj (naiknya Nabi Muhammad ke langit)?! Kami merayakan Tahun Baru Masehi milik kami, kalian juga merayakan tahun baru hijriyah milik kalian?! Kami beribadah dengan bernyanyi dan bermain alat musik, kalian juga sekarang mulai beribadah dengan bernyanyi-nyanyi membaca shalawat/dzikir dengan alunan musik?!</p>
<p style="text-align:justify;">C (orang Hindu) : &#8220;Iya nih&#8230;! Kalian (orang muslim) juga banyak yang ngikutin perayaan acara kami&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">A : &#8220;Lho&#8230;lho&#8230;apalagi ini? Siapa yang ngikutin?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">C : &#8220;Lihat saja, acara nujuh bulanan bagi wanita yang hamil itu kan asalnya dari kami orang Hindu. Begitu juga Tahlilan atau Selamatan Kematian selama 7 hari, 40, 100 s/d 1000 hari itu semua adalah acara kami, lalu kalian mengikutinya. Kalo gak percaya, sini ikut saya, saya kasih buktinya!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">B : &#8220;Enak saja ngaku2! Yang ngikutin itu kalian semua, orang Kristen dan orang Hindu pada ngikutin kami semua..!!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">A : &#8220;Eh&#8230;Kalo bicara pake otak! Emang duluan siapa agamanya? Agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad baru ada sekitar 1400 tahun yang lalu. sedangkan agama kami Nasrani sudah ada sekitar 2000an tahun yang lalu. Gak masuk akal kalo kami yang ngikutin kalian!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">C : &#8220;Hehehe&#8230;apalagi agama saya. Agama kami lebih dulu dari agama kalian. Agama kami sudah ada sejak 2500 tahun sebelum masehi, jadi sudah ada sekitar 4500 tahun yang lalu. Sedangkan di Indonesia, agama kami lah yang paling tua dan pertama. Gak masuk akal kalo kami yang malah mengikuti agama kalian, apalagi yang namanya Islam kejawen, mirip abis dengan kami&#8230;hehehe.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">A : &#8220;Betul&#8230;betul&#8230;betul&#8230;Belum lagi kalian umat islam banyak yang berpartisipasi merayakan hari perayaan agama kami, seperti Tahun Baru Masehi, Hari Valentine, Hari Ulang Tahun, Hari Hallowen, Hari April Mop, hari Ibu, dll.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">B : (garuk2 kepala)&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">D (orang Muslim Ahlus Sunnah) : &#8220;Ambil semua acara2 kalian, kami tidak butuh acara2 seperti itu. Karena kami sudah punya acara sendiri yang tidak mengikuti agama2 kalian. Dan acara2 seperti itu tidak pernah dilakukan oleh orang Muslim yang berada diatas Sunnah seperti kami ini, insya Allah. Dalam golongan kami (yaitu Ahlus Sunnah), tidak ada perayaan Maulid Nabi, perayaan Isra Mi&#8217;raj, perayaan Tahun Baru Hijriyah, perayaan nujuh bulan, Selamatan Kematian (Tahlilan), dll.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">A &amp; C : &#8220;Lho&#8230;kalian B dan D khan sama2 muslim, koq saling berbeda? Yang B merayakan acara2 itu sedangkan yang D tidak merayakan? Aneh sekali, satu agama tapi beda2.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">D : &#8220;Kenapa kalian heran dengan kami? Bukankah kalian sendiri juga memiliki banyak perbedaan dan perpecahan? Agama Nasrani memiliki banyak sekte, seperti Protestan, Katholik, Advent, dll. Bahkan dalam agama kami disebutkan bahwa kaum Nasrani terpecah belah menjadi 72 golongan. Begitu juga dengan agama Hindu yang memiliki banyak sekte dan juga warna (kasta). Tidakkah kalian tahu tentang itu? Sedangkan agama Islam terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali 1 yaitu Al Jamaah (Ahlus Sunnah wal Jamaah). Jadi, menurut pemahaman kami sebagai Ahlus Sunnah, kami tidak boleh tasyabbuh (mengikuti) orang2 kafir dalam ciri khas mereka, seperti acara2 yang kalian sebutkan tadi. Maka itu golongan kami tidak pernah melakukan dan mengadakan acara2 seperti itu. Jika ada sebagian dari kaum muslimin yang melakukan atau mengadakan acara2 itu, maka itu adalah oknum atau karena ketidaktahuannya akan hal itu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">A &amp; C : &#8220;Kami juga tahu itu semua. Hanya saja tadi kami ingin mengetest si B, apakah dia punya alasan tentang itu? Rupanya dia tidak punya alasan dan gak tau apa2 tentang agamanya. Bisanya cuma ikut2an saja.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">B : &#8220;Hmmmm&#8230;berarti saya ini oknum ya? kalo begitu saya tidak mau jadi oknum lagi ah&#8230;saya mau ngikutin si D aja, biar gak jadi oknum!!!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">D : &#8220;Hmmm juga&#8230;kamu masih jadi oknum akhi, karena kamu masih ikut2an, yaitu ngikutin saya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">B : &#8220;Berarti saya harus ngikutin siapa donk?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">D : &#8220;Biar kamu gak jadi oknum, kamu harus ngikutin Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam beserta para sahabat2nya. Insya Allah kamu akan menjadi seorang Ahlus Sunnah sejati.&#8221;</p>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1249&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/27/dialog-orang-kafir-dengan-orang-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat Habib Wahabi Kepada Habib Sufi+Syiah</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/14/nasehat-habib-wahabi-kepada-habib-sufisyiah/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/14/nasehat-habib-wahabi-kepada-habib-sufisyiah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 06:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1244</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh merupakan suatu kemuliaan tatkala seseorang ternyata termasuk Ahlul Bait, tatkala seseorang merupakan cucu dan keturunan Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, menjadi keturunan orang yang paling mulia yang pernah ada di atas muka bumi. Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah mengingatkan kita untuk memperhatikan para Ahlul Bait. Kita sebagai seorang ahlus sunnah, bahkan sebagai seorang &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/14/nasehat-habib-wahabi-kepada-habib-sufisyiah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1244&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh merupakan suatu kemuliaan tatkala seseorang ternyata termasuk Ahlul Bait, tatkala seseorang merupakan cucu dan keturunan Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, menjadi keturunan orang yang paling mulia yang pernah ada di atas muka bumi.</p>
<p>Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah mengingatkan kita untuk memperhatikan para Ahlul Bait. Kita sebagai seorang ahlus sunnah, bahkan sebagai seorang muslim harus menghormati keturunan Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam jika keturunan Nabi tersebut adalah orang yang bertakwa.</p>
<p>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>وأهلُ بَيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي، أُذكِّرُكم اللهَ في أهل بيتِي<br />
<em><br />
&#8220;Dan keluargaku, aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang ahlu baiti (keluargaku), aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang keluargaku, aku mengingatkan kalian kepada Allah tentang ahlu baiti keluargaku&#8221;</em> (HR Muslim no 2408)</p>
<p>Yaitu Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk bertakwa kepada Allah dalam memperhatikan hak-hak Ahlul Bait, dan memerintahkan kita untuk menghormati mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Ahlul Bait memiliki manzilah dalam Islam.<br />
Abu Bakar radhiallahu &#8216;anhu pernah berkata kepada Ali bin Abi Thholib :</p>
<p>وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَرَابَةُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أحبُّ إليَّ أنْ أَصِلَ من قرابَتِي<br />
<em><br />
&#8220;Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh kerabat Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam lebih aku sukai untuk aku sambung (silaturahmi) daripada kerabatku sendiri&#8221;</em> (HR Al-Bukhari no 3711)</p>
<p>Sungguh begitu bahagianya tatkala saya bertemu dengan cucu-cucu Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam di Kota Nabi shallallahu yang tegar dan menyerukan sunnah Nabi dan memerangi kesyirikan dan kebid&#8217;ahan. Begitu bahagianya saya tatkala sempat kuliah di Unversitas Islam Madinah program jenjang Strata 1 selama 4 tahun (tahun 2002 &#8211; 2006) di fakultas Hadits yang pada waktu itu dekan kuliah hadits adalah <strong>Doktor Husain Syariif al-&#8217;Abdali </strong>yang merupakan Ahlul Bait…yang menegakkan sunnah-sunnah leluhurnya dan memberantas bid&#8217;ah yang tidak pernah diserukan oleh leluhurnya. Alhamdulillah hingga saat artikel in ditulis beliau masih menjabat sebagai <strong>Dekan </strong>Fakultas Hadits</p>
<p>Akan tetapi merupakan perkara yang sangat menyedihkan tatkala saya mendapati sebagian ahlul bait yang menjadi pendukung bid&#8217;ah…pendukung aqidah dan amalan yang tidak pernah diserukan oleh Leluhur mereka habibuna Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Bahkan betapa banyak orang syi&#8217;ah Rofidoh yang mengaku-ngaku sebagai cucu-cucu Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Bahkan mereka mengkafirkan ahlul bait yang sangat dicintai oleh Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yaitu istri beliau &#8216;Aisyah radhiallahu &#8216;anhaa. Demikian juga mereka mengkafirkan lelaki yang paling dicintai Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yaitu Abu Bakar radhiallahu &#8216;anhu. Wallahul Musta&#8217;aan…</p>
<p>Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaa&#8217;ah terhadap Ahlul Bait adalah sikap tengah antara sikap berlebih-lebihan (ghuluw) dan sikap kurang/keras kepada Ahlul Bait.</p>
<p>Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah mengenal keutamaan orang yang menggabungkan antara keutamaan takwa dan kemuliaan nasab.</p>
<p>-         Maka barangsiapa diantara Ahlul Bait yang merupakan sahabat Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam maka Ahlus Sunnah mencintainya karena tiga perkara, karena sebagai sahabat Nabi, karena ketakwaannya dan karena kekerabatannya dengan Nabi.</p>
<p>-         Barangsiapa diantara Ahlul Bait yang bukan merupakan sahabat akan tetapi bertakwa maka Ahlus Sunnah mencintainya karena dua perkara, karena ketakwaannya dan karena kekerabatannya.</p>
<p>Ahlus Sunnah meyakini bahwa <strong>kemuliaan nasab mengikuti kemuliaan takwa dan iman.</strong></p>
<p>Adapun barangsiapa diantara Ahlul Bait yang tidak bertakwa maka kemuliaan nasabnya tidak akan memberi manfaat baginya. Allah telah berfirman :</p>
<p>إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ</p>
<p><em>Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu</em> (QS Al-Hujuroot : 13).</p>
<p>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ</p>
<p><em>&#8220;Barang siapa yang amalannya memperlambatnya maka nasabnya tidak akan bisa mempercepatnya&#8221;</em> (HR Muslim no 2699)</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi mengomentari hadits ini :</p>
<p>مَعْنَاهُ مَنْ كَانَ عَمَلُهُ نَاقِصًا لَمْ يُلْحِقْهُ بِمَرْتَبَةِ أَصْحَابِ الأَعْمَالِ فَيَنْبَغِى أَنْ لاَ يَتَّكِلَ عَلَى شَرَفِ النَّسَبِ وَفَضِيْلَةِ الآبَاءِ وَيُقَصِّرُ فِى الْعَمَلِ</p>
<p>&#8220;Makna hadits ini yaitu barang siapa yang amalnya kurang maka nasabnya tidak akan membuatnya sampai pada kedudukan orang-orang yang beramal, maka seyogyanya agar ia tidak bersandar kepada kemuliaan nasabnya dan keutamaan leluhurnya lalu kurang dalam beramal&#8221; (Al-Minhaaj Syarh Shahih Muslim 17/22-23)</p>
<p>Ibnu Rojab Al-Hanbali berkata :</p>
<p>فَمَنْ أَبْطَأَ بِهِ عَمَلُهُ أَنْ يَبْلُغَ بِهِ الْمَنَازِلَ الْعَالِيَةَ عِنْدَ اللهِ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ فَيُبَلِّغُهُ تِلْكَ الدَّرَجَاتِ، فَإِنَّ الله تَعَالَى رَتَّبَ الْجَزَاءَ عَلَى الأَعْمَالِ لاَ عَلَى الأَنْسَابِ كَمَا قَالَ تَعَالَى فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّوْرِ فَلاَ أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلاَ يَتَسَاءَلُوْنَ</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang amalnya lambat dalam mencapai derajat yang tinggi di sisi Allah maka nasabnya tidak akan mempercepat dia untuk mencapai derajat yang tinggi tersebut. <strong>Karena Allah memberi ganjaran/balasan atas amalan dan bukan atas nasab </strong>sebagaimana firman Allah</p>
<p>فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلا يَتَسَاءَلُونَ (١٠١)</p>
<p><em>&#8220;Apabila sangkakala ditiup Maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya&#8221; </em>(QS Al-Mukminun : 101)&#8221; (Jaami al-&#8217;Uluum wa al-Hikam hal 652)</p>
<p>Ibnu Rojab berkata selanjutnya:</p>
<p>&#8220;Dan dalam Musnad (*Ahmad) dari Mu&#8217;adz bin Jabal bahwasanya Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tatkala mengutus beliau ke negeri Yaman maka Nabi keluar bersama beliau sambil memberi wasiat kepada beliau, lalu Nabi berpaling dan menghadap ke kota Madinah dengan wajahnya dan berkata :</p>
<p>إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِي الْمُتَّقُوْنَ، مَنْ كَانُوْا حَيْثُ كَانُوْا</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang paling dekat dengan aku adalah orang-orang yang bertakwa, siapa saja mereka dan di mana saja mereka&#8221;</em> (*HR Ahmad no 22052)</p>
<p>Dan At-Thobroni mengeluarkan hadits ini dengan tambahan :</p>
<p>إِنَّ أَهْلَ بَيْتِي هَؤُلاَءِ يَرَوْنَ أَنَّهُمْ أَوْلَى النَّاسِ بِي وَلَيْسَ كَذَلِكَ، إِنَّ أَوْلِيَائِي مِنْكُمُ الْمُتَّقُوْنَ مَنْ كَانُوْا وَحَيْثُ كَانُوْا<br />
<em><br />
<strong>&#8220;Sesungguhnya Ahlul Bait mereka memandang bahwasanya mereka adalah orang yang paling dekat denganku, dan perkaranya tidak demikian</strong>, sesungguhnya para wali-waliku dari kalian <strong>adalah orang-orang yang bertakwa, siapapun mereka </strong>dan di manapun mereka&#8221;</em> (*HR At-Thobroni 20/120 dan Ibnu Hibbaan dalam shahihnya no 647. Al-Haitsaimy dalam Majma&#8217; Az-Zawaid (10/400) berkata : Isnadnya jayyid (baik), demikian juga Syu&#8217;aib Al-Arnauuth berkata : Isnadnya kuat)</p>
<p>Dan semua ini didukung oleh sebuah hadits yang terdapat di Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari &#8216;Amr bin Al-&#8217;Aash bahwasanya beliau mendengar Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>إِنَّ آلَ أَبِي فُلاَنٍ لَيْسُوْا لِي بِأَوْلِيَاءِ وَإِنَّمَا وَلِيِّي اللهُ وَصَالِحُو الْمُؤْمِنِيْنَ</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya keluarga ayahku –yaitu si fulan- bukanlah para waliku, dan hanyalah para waliku adalah Allah, dan orang-orang mukmin yang sholih&#8221; </em>(*HR Al-Bukhari no 5990 dan Muslim no 215)</p>
<p>Rasulullah memberi isyarat bahwa walaa&#8217; kepada beliau tidak diperoleh dengan nasab meskipun dekat nasabnya, akan tetapi diperoleh dengan keimanan dan amalan sholeh. Maka barangsiapa yang imannya dan amalannya semakin sempurna maka walaa&#8217;nya semakin besar kepada Nabi, sama saja apakah ia memiliki nasab yang dekat dengan Nabi ataukah tidak. Dan dalam penjelasan ini seorang (penyair) berkata :</p>
<p>لعمرُك ما الإنسانُ إلَّا بِدِيْنِهِ              فَلاَ تَتْرُكِ التَّقْوَى اتِّكالاً عَلَى النَّسَبِ</p>
<p>لَقَدْ رَفَعَ الإِسْلاَمُ سَلْمَانَ فَارِسٍ            وَقَدْ وَضَعَ الشِّرْكُ النَّسِيبَ أبا لَهَبِ</p>
<p><em>&#8220;Tidaklah seseorang (bernilai) kecuali dengan agamanya</p>
<p>Maka janganlah engkau meninggalkan ketakwaan dan bersandar kepada nasab</p>
<p>Sungguh Islam telah mengangkat Salman Al-Farisi (*yang bukan orang arab)</p>
<p>Dan kesyirikan telah merendahkan orang yang bernasab tinggi si Abu Lahab&#8221;.</em></p>
<p>(Demikian perkataan ibnu Rojab, Jaami&#8217; al-&#8217;Uluum wa al-Hikam, hal 653-654, Syarah hadits ke 36)</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi mengomentari hadits di atas:</p>
<p>ومعناه إِنما وليي من كان صالحا وإِن بَعُدَ نَسَبُه مِنِّي وليس وليي من كان غير صالح وان كان نسبه قريبا</p>
<p>&#8220;Dan maknanya adalah : Yang menjadi Waliku hanyalah orang yang sholeh meskipun nasabnya jauh dariku, dan tidaklah termasuk waliku orang yang tidak sholih meskipun nasabnya dekat&#8221; (Al-Minhaaj Syarh Shahih Muslim 3/87)</p>
<p>Sungguh sangat menyedihkan ternyata di tanah air Indonesia ada sebagian Ahlul Bait yang menjadi pendukung bid&#8217;ah dan aqidah yang menyimpang. Sehingga sebagian masyarakat muslim Indonesia langsung tertarik dengan dakwah yang diserukannya. Bahkan sebagian masyarakat Indonesia menyangka bahwa apa saja yang dibawa dan didakwahkan olehnya itulah kebenaran.</p>
<p>Padahal di sana masih banyak Ahlul Bait (para Habib) yang menyeru kepada sunnah Nabi dan memerangi bid&#8217;ah.</p>
<p>Oleh karenanya pada artikel ini saya ingin menjelaskan kepada para pembaca bahwasanya para habib bukan hanya mereka-mereka yang menyeru pada acara bid&#8217;ah (habib-habib sufi) atau mereka-mereka yang menyeru kepada kekufuran (seperti habib-habib syi&#8217;ah rofidhoh) akan tetapi masih banyak habib-habib yang menyeru kepada tauhid dan sunnah serta memerangi kesyirikan dan bid&#8217;ah.</p>
<p><strong>HABIB-HABIB MENOLAK MAULID</strong></p>
<p>Berikut ini nasehat yang datang dari lubuk hati yang paling dalam yang ditulis oleh para habib wahabi kepada para habib yang gemar melaksanakan perayaan maulid Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam:</p>
<p>&#8220;Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, Yang Maha pemberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki dari para hambaNya kepada jalan yang lurus. Sholawat dan salam tercurahkan kepada manusia tersuci yang telah diutus sebagai rahmat untuk alam dan juga tercurahkan kepada keluarganya  serta seluruh para sahabatnya.</p>
<p>Kemudian daripada itu, di antara <strong>Prinsip-prinsip yang agung </strong>yang berpadu di atasnya hati-hati para ulama dan kaum Mukminin adalah <strong>meyakini (mengimani) bahwa petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah petunjuk yang paling sempurna, dan syari’at yang beliau bawa adalah syari’at yang paling sempurna</strong>, Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا (٣)</p>
<p><em>Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu. </em>(QS. Al maidah:3)</p>
<p>Dan meyakini (mengimani) bahwa mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan agama yang dipanuti oleh seorang muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p><em>Tidak sempurna iman salah seorang di antara kamu sehingga aku lebih dia cintai dari ayahnya, anaknya, dan semua manusia.</em>(HR. al-Bukhari &amp; Muslim)</p>
<p>Beliau shallallahu &#8216;alaihi wa sallam adalah penutup para nabi, Imam orang-orang yang bertaqwa, Pemimpin anak-cucu Adam, Imam Para Nabi jika mereka dikumpulkan, dan Khatib mereka jika mereka diutus, si Pemilik al-Maqoom al-Mahmuud dan Telaga yang akan dihampiri, Pemilik bendera pujian, pemberi syafa’at manusia pada hari kiamat, Pemilik al-Washiilah dan al-Fadhiilah. Allah telah mengutusnya dengan membawa kitab suci yang terbaik, dan Allah telah memberikan kepadanya syari&#8217;at yang terbaik, dan Allah menjadikan umatnya sebagai umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (٢١)</p>
<p><em>Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. </em>(QS. al-Ahzab: 21)</p>
<p>Dan di antara kecintaan kepada beliau adalah mencintai keluarga beliau (Ahlul Bait), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>Aku mengingatkan kalian kepada Allah pada Ahlu Bait (keluarga)ku. (HR. Muslim).</p>
<p>Maka <strong>wajib bagi keluarga Rasulullah (Ahlul Bait) untuk menjadi orang yang paling yang mulia dalam mengikuti Sunnah Beliau </strong>Shallallahu ‘alaihi wasallam, paling meneladani petunjuknya, dan wajib atas mereka untuk merealisasikan cinta yang sebenarnya (terhadap beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, red.), serta menjadi manusia yang paling menjauhi hawa nafsu. Karena Syari’at datang untuk menyelisihi penyeru hawa nafsu, Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (٦٥)</p>
<p><em>Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. </em>(QS. An-Nisa’: 65)</p>
<p>Kecintaan yang hakiki pastilah akan malazimkan Ittiba’ yang benar. Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٣١)</p>
<p>Katakanlah:”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali ‘Imran: 31)</p>
<p><em>Seseorang bukan hanya sekedar berafiliasi kepada beliau secara nasab sudah cukup untuk menjadikannya sesuai dengan kebenaran dalam segala perkara yang tidak mungkin untuk disalahkan atau berpaling darinya.</em></p>
<p>Dan di antara fenomena yang menyakitkan hati seseorang yang diterangi oleh Allah Ta’ala pandangannya dengan cahaya ilmu, dan mengisi hatinya dengan cinta dan kasih sayang kepada keluarga NabiNya (ahlul bait), khususya jika dia termasuk Ahlul Bait, dari keturunan beliau yang mulia : Adalah terlibatnya sebagian anak-cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia (Ahlul Bait/Habaib) dalam berbagai macam penyimpangan syari’at, dan pengagungan mereka terhadap syi’ar-syi’ar yang tidak pernah dibawa oleh al-Habib al-Mushtafa Shallallahu ‘alaihi wasallam.</p>
<p>Dan di antara syi’ar-syi’ar yang diagungkan yang tidak berdasarkan petunjuk moyang kami Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut adalah <strong>bid’ah peringatan Maulid Nabi </strong>dengan dalih cinta. Dan ini merupakan sebuah penyimpangan terhadap prinsip yang agung ini (*yaitu sempurnanya syari&#8217;at dan petunjuk Nabi), dan tidak sesuai dengan Maqasidu asy-Syari&#8217;at yang suci yang telah menjadikan <strong>ittiba’ (mengikuti) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai standar utama yang dijadikan rujukan oleh seluruh manusia dalam segala sikap dan perbuatan (ibadah) mereka.</strong></p>
<p>Karena kecintaan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengharuskan <strong>ittiba’ (mengikuti) </strong>beliau Shallalllahu ‘alaihi wasallam secara lahir dan batin. Dan tidak ada pertentangan antara mencintai beliau dengan mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan ittiba’ (mengikuti) beliau merupakan landasan kecintaan kepadanya. Dan orang-orang yang mengikuti beliau secara benar (Ahlul ittiba’) adalah mereka yang meneladani <strong>sunnahnya</strong>, menapak tilas petunjuknya, membaca sirah (perjalanan hidup)nya, mengharumi majelis-majelis mereka dengan pujian-pujian terhadapnya tanpa membatasi pada hari tertentu, dan tanpa sikap berlebihan dalam menyifatinya serta menentukan tata cara yang tidak berdasar dalam syari’at Islam.</p>
<p>Dan di antara yang membuat perayaan tersebut sangat jauh dari petunjuk Nabi adalah sikap berlebih-lebihan (pengkultusan) kepada beliau dengan perkara-perkara yang beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri tidak mengizinkannya dan tidak meridho dengan hal itu. Sebagian sikap berlebih-lebihan tersebut dibangun di atas Hadits-hadits yang bathil dan aqidah-aqidah yang rusak. Telah valid dari Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wasallam pengingkaran terhadap sikap-sikap yang berlebihan seperti ini, dengan sabdanya:</p>
<p><em>Janganlah kalian berlebih-lebihan kepadaku seperti orang-orang nasrani yang berlebih-lebihan terhadap putra maryam. </em>(HR. al-Bukhari)</p>
<p>Maka bagaimana dengan faktanya, sebagian majelis dan puji-pujian dipenuhi dengan lafazh-lafazh bid’ah, dan istighatsah-istighatsah syirik.</p>
<p><strong>Dan perayaan Maulid Nabi merupakan amalan/perbuatan yang tidak pernah dilakukan dan diperintahkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tidak pernah pula dilakukan oleh seorangpun dari kalangan Ahlul Bait yang mulia, seperti ‘Ali bin Abi Thalib, Hasan dan Husein, Ali Zainal Abidin, Ja’far ash-Shadiq, serta tidak pernah pula diamalkan oleh para Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam –Radhiyallahu ‘anhum ajma’in—begitu pula tidak pernah diamalkan oleh seorang pun dari para tabi’in dan para pengikut tabi&#8217;in, dan tidak pula Imam Madzhab yang empat, serta tidak seorangpun dari kaum muslimin pada periode-periode pertama yang dimuliakan.</strong></p>
<p>Jika ini tidak dikatakan bid’ah, lalu apa bid’ah itu sebenarnya? Dan Bagaimana pula apabila mereka bersenandung dengan memainkan rebana?, dan terkadang dilakukan di dalam masjid-masjid? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan -tentang acara seperti ini dan yang semisalnya-  suatu perkataan sebagai pemutus yang tidak ada pengecualian di dalamnya:<em>&#8220;Semua bid’ah itu sesat&#8221;. </em>(HR. Muslim).</p>
<p>Wahai Tuan-tuan Yang terhormat! Wahai sebaik-baiknya keturunan di muka bumi, sesungguhnya kemulian Asal usul dan nasab merupakan kemulian yang diikuti dengan taklif (pembebanan), yakni melaksanakan sunnah Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan berusaha untuk menyempurnakan amanahnya setelah sepeninggalnya, dengan menjaga agama, menyebarkan dakwah yang dibawanya.</p>
<p>Dan sikap seseorang yang mengikuti apa yang tidak dibolehkan oleh syari’at tidak mendatangkan kebenaran sedikitpun, dan merupakan amalan yang ditolak oleh Allah Ta’ala, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:</p>
<p><em>Barangsiapa mengada-adakan sesuatu yang baru di dalam urusan (agama) kami ini yang bukan termasuk di dalamnya, maka ia tertolak.</em> (HR. al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Waspadalah dan bertakwalah kalian kepada Allah, wahai para Ahlu bait Nabi!, Jangan kalian diperdayakan oleh kesalahan orang yang melakukan kesalahan, dan kesesatan orang yang sesat, sehingga kalian menjadi para pemimpin di luar garis petunjuk! Demi Allah, tidak seorangpun di muka bumi ini lebih kami inginkan untuk mendapatkan hidayah daripada kalian, karena kedekatan kekerabatan kalian dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.</p>
<p>Ini merupakan seruan dari hati-hati yang mencintai dan menginginkan kebaikan bagi kalian, dan menyeru kalian untuk selalu mengikuti sunnah leluhur kalian (*Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam) dengan meninggalkan bid’ah maulid ini dan seluruh amalan yang tidak diketahui oleh seseorang dengan yakin bahwa itu merupakan sunnah dan agama yang dibawanya, maka bersegeralah dan bersegeralah, Karena : <em>Barang siapa yang lambat dalam amalnya, niscaya nasabnya tidak akan mempercepat amalnya tersebut. </em>(HR. Muslim).</p>
<p>Yang menanda tangani risalah di atas yaitu:</p>
<p>1. Habib Syaikh Abu Bakar bin Haddar al-Haddar (Ketua Yayasan Sosial Adhdhamir al-Khairiyah di Tariim)</p>
<p>2. Habib Syaikh Aiman bin Salim al-&#8217;Aththos (Guru Ilmu Syari’ah di SMP dan Khatib di Abu ‘Uraisy)</p>
<p>3. Habib Syaikh Hasan bin Ali al-Bar (Dosen Kebudayaan Islam Fakultas Teknologi di Damam dan Imam serta khatib di Zhahran.</p>
<p>4. Habib Syaikh Husain bin Alawi al-Habsyi (Bendahara Umum ‘Muntada al-Ghail ats-Tsaqafi al-Ijtima’I di Ghail Bawazir)</p>
<p>5. Habib Syaikh Shalih bin Bukhait Maula ad-Duwailah (Pembimbing al-Maktab at-Ta’awuni Li ad-Da’wah wal Irsyad wa Taujih al-Jaliyat, dan Imam serta Khatib di Kharj).</p>
<p>6. Habib Syaikh Abdullah bin Faishal al-Ahdal (Ketua Yayasan ar-Rahmah al-Khairiyah, dan Imam serta Khatib Jami’ ar-Rahmah di Syahr).</p>
<p>7. Habib Syaikh DR. ‘Ishom bin Hasyim al-Jufri (Ustadz Musaa&#8217;id Fakultas Syari’ah Jurusan Ekonomi Islam di Universitas Ummu al-Qurra’, Imam dan Khotib di Mekkah).</p>
<p>8. Habib Syaikh ‘Alawi bin Abdul Qadir as-Segaf (Pembina Umum Mauqi’ ad-Durar )</p>
<p>9. Habib Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Maqdi (Pembina Umum Mauqi’ ash-Shufiyah, Imam dan Khotib di Damam).</p>
<p>10. Habib Syaikh Muhammad bin Muhsi al-Baiti (Ketua Yayasan al-Fajri al-Khoiriyah, Imam dan Khotib Jami’ ar-Rahman di al-Mukala).</p>
<p>11. Habib Syaikh Muhammad Sami bin Abdullah Syihab (Dosen di LIPIA Jakarta)</p>
<p>12. Habib Syaikh DR. Hasyim bin ‘Ali al-Ahdal (Prof di Universitas Ummul Qurra’ di Mekkah al-Mukarramah Pondok Ta’limu al-Lughah al-‘Arabiyah Li Ghairi an-Nathiqin Biha)</p>
<p>Sumber: (http://www.islammemo.cc/akhbar/arab/2009/03/08/78397.html), atau di (http://www.islamfeqh.com/News/NewsItem.aspx?NewsItemID=1002), atau di (http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=164925), atau di</p>
<p>Sepak Terjang Para Habib Memberantas Syirik dan Bid&#8217;ah</p>
<p>Untuk lebih mengenal sepak terjang para Habib wahabi yang getol membela sunnah leluhur mereka dan memerangi bid&#8217;ah yang tidak pernah diajarkan oleh leluhur mereka, maka kami sangat berharap kepada para pembaca sekalian untuk mengunjungi website-website berikut ini:</p>
<p><strong>Pertama :<a href="http://firanda.com/Pertama%20:%20www.dorar.net" target="_blank"> www.dorar.net</a></strong> , sebuah website yang dimiliki dan dikelola oleh <strong>Habib &#8216;Alawi bin &#8216;Abdil Qoodir As-Saqqoof</strong>. Dalam web ini para pembaca bisa melihat sepak terjang beliau dalam berdakwah di atas manhaj salaf dan memberantas bid&#8217;ah.</p>
<p>Bahkan dalam website beliau ada penjelasan tentang bahwa nasab As-Syaikh Abdul Qoodir Al-Jailaani dan juga As-Syaikh Ahmad Ar-Rifaa&#8217;i bukanlah termasuk Ahlul Bait. Karena dalam rangka melariskan pemahaman yang sesat maka kaum sufi menisbahkan kedua Syaikh ini kepada Ahlul Bait. (silahkan lihat : http://www.dorar.net/enc/firq/2400)</p>
<p><strong>Kedua : www.alsoufia.com</strong>, website ini dimiliki dan dikelola Habib Muhammad bin Abdillah Al-Maqdiy. Dalam web ini sangat nampak bagaimana usaha Habib Muhammad Al-Maqdy untuk membantah bid&#8217;ah sufi.</p>
<p><strong>Ketiga : alalbayt.com</strong>, dalam web ini juga para pembaca yang budiman bisa melihat betapa banyak Ahlul Bait yang berjuang membela sunnah leluhur mereka dan memberantas ajaran baru (bid&#8217;ah) yang tidak pernah dilakukan oleh leluhur mereka. Bahkan para pembaca akan dapati bagaimana Ahlul Bait wahabi membantah Ahlul Bait Sufi dan Ahlul Bait Syi&#8217;ah</p>
<p>Demikian juga kami sangat berharap para pembaca untuk menelaah kitab-kitab berikut yang ditulis oleh para habib wahabi untuk membantah para habib sufi.</p>
<p><strong>Pertama </strong>: kitab  نسيم حاجر في تأكيد قولي عن مذهب المهاجر, karya Mufti Hadromaut Habib Al-&#8217;Allaamah Abdurrohman bin Abdillah As-Saqqoof (wafat tahun 1375 H), yang kitab ini sungguh menggoncang para sufi di kita Hadromaut di Yaman. Silahkan mendownloadnya di (http://www.soufia-h.com/soufia-h/book/naseem-hajer.rar). Adapun resensi buku ini bisa dilihat di (http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=171629)</p>
<p><strong>Kedua </strong>: Kitab  التصوف بين التمكين والمواجهة, karya Habib Muhammad bin Abdillah Al-Maqdi. Silahkan mendownload kitab tersebut di (http://d1.islamhouse.com/data/ar/ih_books/single3/ar_altasouf_bain_altamkeen.pdf),</p>
<p><strong>Ketiga </strong>: Kitab   إلى أين أيها الحبيب الجفري؟, ini adalah kitab karya Habib Doktor Kholduun Makkiy Al-Hasaniy yang disusun untuk membantah Habib Ali Al-Jufri. Kitab ini sangat penting dan memiliki keterkaitan dengan Habib Munzir. Karena Habib Ali Al-Jufri dan Habib Munzir sama-sama berguru kepada guru yang sama yaitu <strong>Habib Umar bin Hafiizh, yang Habib Umar bin Hafiiz inilah yang pernah dihadirkan oleh Habib Munzir di Jakarta dan digelari sebagai Al-Musnid.</strong></p>
<p>Habib Umar bin Hafiz inilah yang memberi kata pengantar bagi kitab Muridnya Habib Al-Jufri yang berjudul معالم السلوك للمرأة المسلمة yang telah dibantah oleh Habib Doktor Kholduun Makky Al-Hasaniy.</p>
<p>Habib Doktor Kholduun Makky Al-Hasaniy berkata di pengantar kitabnya tersebut :</p>
<p>&#8220;Dan gurunya Habib Umar bin Hafiizh telah memberikan kata pengantar terhadap buku ini, ia telah memuji kitab dan penulisnya (Habib Ali Al-Jufri) dengan pujian yang sangat tinggi. Bahkan sang guru telah menyifati buku tersebut dengan menyatakan bahwa buku tersebut adalah nafas-nafas (tulisan-tulisan) yang penuh keberkahan dan peringatan-peringatan yang mulia… telah dialirkan oleh Allah pada lisan Habib Al-Jufriy. Dan sang guru telah memuji Allah atas dimudahkannya dicetaknya kitab ini.</p>
<p>Jadi kitab ini adalah karya As-Syaikh Habib Al-Jufry dan telah diberkahi dan diberi pengantar oleh gurunya Habib Umar bin Hafiizh. Dengan demikian maka Habib Al-Jufry bertanggung jawab atas perkara-perkara yang ia tuliskan dalam buku ini&#8221; (lihat kitab Ila aina Ayyuhal Habiib Al-Jufriy hal 17).</p>
<p>Silahkan mendownload kitab ini di (http://www.4shared.com/document/bw_ToTWs/____.html)</p>
<p>Habib Al-Jufri ini memiliki kesalahan-kesalahan fatal dalam masalah aqidah, bukan di sini perinciannya. Akan tetapi sekedar untuk wawasan maka silahkan lihat (http://www.youtube.com/watch?v=wPSbtto9wmM&amp;feature=related).</p>
<p>Dan lihat cara ibadahnya (http://www.youtube.com/watch?v=EhO2OfBFZns&amp;feature=related)</p>
<p>Dan Al-Jufriy ini juga suka mencela para ulama wahabi dan merendahkan mereka, sama seperti teman sejawatnya Habib Munzir. Silahkan lihat (http://www.youtube.com/watch?v=WBLWOOCJRrg).</p>
<p><strong>Penutup : Mendoakan para habib :</strong></p>
<p>Harapan besar senantiasa kita gantungkan kepada Allah agar para habib syi&#8217;ah atau sufi mau menerima nasehat yang disampaikan oleh para habib Wahabi. Sungguh betapa bahagia tatkala kita mendapati para habib mendakwahkan warisan leluhur mereka yaitu sunnah-sunnah Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan meninggalkan peribadatan bid&#8217;ah yang tidak pernah dikerjakan oleh leluhur mereka…</p>
<p>Dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifat-Nya yang ‘Ulya, semoga Allah mewafatkan kita dan seluruh kaum Muslim di dalam agama Islam yang di bawa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.</p>
<p>Semoga Allah Ta’ala selalu memberikan hidayah dan petunjuk-Nya kepada kita dan kaum muslim serta  terkhusus kepada para Habib sehingga menjadi panutan yang menuntun umat kepada jalan Allah yang lurus dan bukan menuntun kepada jalan kesesatan dan kekafiran. Allahumma aamiin…</p>
<p>Sungguh indah untaian do&#8217;a Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tatkala beliau membuka sholat malam beliau</p>
<p>اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ أَنْتَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ</p>
<p>&#8220;Yaa Allah, Robny malaikat Jibri&#8217;, Mikail, dan Isroofiil, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha mengetahui yang gaib maupun yang nampak…sesungguhnya Engkau yang menjadi Hakim diantara hamba-hambaMu pada perkara yang mereka perselisihkan…berilah aku petunjuk dengan idzinMu kepada kebenaran dari apa yang diperselisihkan…Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk bagi siapa saja yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus&#8221;</p>
<p>Kota Nabi -shallallahu &#8216;alaihi wa sallam-, 27-12-1432 H / 23 November2011 M</p>
<p>Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja</p>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1244&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/14/nasehat-habib-wahabi-kepada-habib-sufisyiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat DR Said Aqiel Siradj, MA untuk Ketua PBNU Kiyai Haji Said Aqiel Siradj</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/12/nasehat-dr-said-aqiel-siradj-ma-untuk-ketua-pbnu-kiyai-haji-said-aqiel-siradj/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/12/nasehat-dr-said-aqiel-siradj-ma-untuk-ketua-pbnu-kiyai-haji-said-aqiel-siradj/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 06:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1242</guid>
		<description><![CDATA[Cukup tersentak hati saya tatkala membaca pernyataan-pernyataan berani yang diungkapkan oleh Prof DR Kiyai Haji Said Aqiel Siradj, MA, sebagaimana yang diberitakan dalam www.voa-islam.com. Pernyataan-pernyataan tersebut adalah: Pertama : Pernyataan beliau bahwa syi’ah di Indonesia tidak berbahaya, sebagaimana bisa dilihat di (http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/06/16929/aneh-said-agil-siraj-bilang-syiah-di-indonesia-tidak-berbahaya/) Dan ternyata memang beliau pernah bertemu dan menyambut tokoh syi’ah Hasan Nasrullah, silahkan lihat &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/12/nasehat-dr-said-aqiel-siradj-ma-untuk-ketua-pbnu-kiyai-haji-said-aqiel-siradj/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1242&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cukup tersentak hati saya tatkala membaca pernyataan-pernyataan berani yang diungkapkan oleh Prof DR Kiyai Haji Said Aqiel Siradj, MA, sebagaimana yang diberitakan dalam www.voa-islam.com. Pernyataan-pernyataan tersebut adalah:</p>
<p><strong>Pertama </strong>: Pernyataan beliau bahwa syi’ah di Indonesia tidak berbahaya, sebagaimana bisa dilihat di (<a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/06/16929/aneh-said-agil-siraj-bilang-syiah-di-indonesia-tidak-berbahaya/" target="_blank">http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/06/16929/aneh-said-agil-siraj-bilang-syiah-di-indonesia-tidak-berbahaya/</a>)</p>
<p>Dan ternyata memang beliau pernah bertemu dan menyambut tokoh syi’ah Hasan Nasrullah, silahkan lihat (<a href="http://www.dp-news.com/pages/detail.aspx?articleid=57160" target="_blank">http://www.dp-news.com/pages/detail.aspx?articleid=57160</a>). Demikian pula beliau pernah menjadi pembicara tingkat internasional di Teheran (pusatnya Syi’ah Roafidhoh) selama dua kali, pada tahun 1999 dengan materi : Al-Taqriib baina al-Madzaahib, Al-Islam al-din al-tasamuh (Pendekatan antara madzhab-madzhab, Islam adalah agama toleransi), dan pada tahun 2000 dengan materi : Al-Taqriib baina al-Madzaahib, Huquq al-Insan fi al-Islam (Pendekatan antara madzhab-madzhab, Hak-hak manusia dalam Islam). Silahkan lihat<a href="http://www.firanda.com/%28http:/nubinong.blogspot.com/2010/03/riwayat-hidup-prof-dr-kh-said-aqiel.html" target="_blank">(http://nubinong.blogspot.com/2010/03/riwayat-hidup-prof-dr-kh-said-aqiel.html</a>). Selain itu beliau juga memberi kata pengantar dan menganjurkan masyarakat muslim Indonesia untuk membaca sebuah buku yang berisi banyak kedustaan karya Idahram, yang dalam buku tersebut sang penulis (Idahram) berkata :  “Dalam Islam sedikitnya ada tujuh madzhab yang pernah dikenal, yaitu <strong>madzhab Imam Ja’far As-Shiddiq (madzhab Ahlul Bait)</strong>, madzhab Imam Abu Hanifah An-Nu’man, madzhab Imam Malik ibnu Anas, madzhab Imam As-Syafii, madzhab Imam Ahmad Ibnu Hanbal, <strong>madzhab Syi’ah Imamiah</strong>, dan madzhab Dawud Azh-Zhahiri. Sedangkan madzhab salaf tidak pernah ada”</p>
<p><strong>Kedua </strong>: Penyamaan beliau antara trinitas ortodoks Kristen dengan tauhid Islam, sebagaimana bisa dilihat di (<a href="http://www.voa-islam.com/counter/christology/2011/10/06/16278/koreksi-aqidah-kh-said-aqil-sirajd-jangan-samakan-tauhid-islam-dengan-trinitas-kristen/" target="_blank">http://www.voa-islam.com/counter/christology/2011/10/06/16278/koreksi-aqidah-kh-said-aqil-sirajd-jangan-samakan-tauhid-islam-dengan-trinitas-kristen/</a>), lihat juga (<a href="http://www.voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2011/11/24/16804/santri-menggugat-kenuan-ketua-umum-pbnu-kh-said-aqiel-siradj" target="_blank">http://www.voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2011/11/24/16804/santri-menggugat-kenuan-ketua-umum-pbnu-kh-said-aqiel-siradj</a>)</p>
<p><strong>Ketiga </strong>: Pernyataan beliau bahwasanya salafy wahabi penebar terorisme, sebagaimana bisa dilihat di (<a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/07/16943/ketum-pbnu-said-aqil-siradj-melempar-fitnah-ustadz-membalas-tausiyah/" target="_blank">http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/07/16943/ketum-pbnu-said-aqil-siradj-melempar-fitnah-ustadz-membalas-tausiyah/</a>), lihat juga (<a href="http://nahimunkar.com/9926/kayak-bocah-bercerita-gendruwo-saja-said-agil-siradj-menuding-yayasan-yayasan-islam/" target="_blank">http://nahimunkar.com/9926/kayak-bocah-bercerita-gendruwo-saja-said-agil-siradj-menuding-yayasan-yayasan-islam/</a>)</p>
<p>Beliau DR Said Aqiel Siroj telah menghabiskan banyak usia beliau untuk mendalami bidang aqidah di karajaan Arab Saudi. Dari S1 hingga S3 beliau menuntut ilmu di Arab Saudi dan di bidang ushuul ad-diin (aqidah).</p>
<p>-         S1, beliau tempuh Universitas King Abdul Aziz, Jurusan Ushuluddin dan Dakwah, tamat 1982.</p>
<p>-         S2 beliau tempuh Universitas Ummu al-Qura, jurusan Perbandingan Agama, tamat 1987, dengan tesis yang berjudul رَسَائِلُ الرُّسُلِ وَأَثَرُهَا فِي انْحِرَافِ الْمَسِيْحِيَّةِ (Pengaruh Surat-Surat para rasul dalam Bibel terhadap penyimpangan Agama Kristen).</p>
<p>-         S3 Universitas Ummu al-Qura, jurusan Aqidah/Filsafat Islam, tamat 1414 H (1994 M), dengan judul disertasi : صِلَةُ اللهِ بِالْكَوْنِ فِي التَّصَوُّفِ الْفَلْسَفِي (Hubungan antara Allah dan alam menurut perspektif tasawwuf falsafi), yang disertasi beliau ini dibimbing oleh dosen beliau yang bernama As-Syaikh DR. Mahmuud Ahmad Khofaaji</p>
<p>Dari sini kita tahu bahwasanya beliau ini adalah seorang yang pakar dalam bidang aqidah, baik dalam memahami kesesatan kaum Kristen maupun kesesatan kaum sufi.</p>
<p>Berikut ini saya terjemahkan <em>muqoddimah </em>dari disertasi doktoral yang ditulis oleh Prof DR Said Aqiel Siraj (Desertasi tersebut bisa di download di <a href="http://resalty.waqfeya.com/index.php/category-96/thesis-51" target="_blank">http://resalty.waqfeya.com/index.php/category-96/thesis-51</a>).</p>
<p>Muqoddimah ini sangat layak untuk dibaca kembali oleh penulisnya sendiri, yang merupakan nasehat yang sangat indah bagi sang penulis sendiri dan juga kaum muslimin di tanah air, terutama kaum yang dipimpin oleh beliau sekarang. Hal ini mengingat dalam muqoddimah disertasi tersebut beliau (Prof DR Said Aqiel Siradj) telah mentaqrir dan menetapkan landasan-landasan aqidah salaf, karena memang desertasi tersebut beliau tulis untuk membantah kaum sufi. Terlebih lagi dalam desertasi tersebut beliau sering menukil perkataan-perkataan Ibnu Taimiyyah untuk membantah pemikiran sufiah. Semoga bermanfaat bagi kaum muslimin Indonesia.</p>
<p><strong>DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/01.jpg" alt="" border="0" /><br />
“<strong>Islam menolak segala bentuk kesyirikan, dan menolak perantara-perantara antara Allah dan manusia kecuali perantara kenabian dan kerasulan</strong>, dengan demikian Islam menetapkan keterpisahan yang sempurna antara Allah dan yang lainNya, antara Pencipta dan Makhluk, bahkan malaikat tidak terhubungkan dengan Allah melalui hubungan apapun selain hubungan yang tegak antara Allah dengan makhluk yang lain baik yang materi maupun ruh, yaitu hubungan antara makhluk dan Penciptanya, yaitu hubungan keterpisahan dan bukan hubungan ketersambungan”</p>
<p><strong>Komentar </strong>:</p>
<p>Pernyataan Kiyai Haji Prof DR di atas persis sama dengan penjelasan Ibnu Taimiyyah dan Muhammad bin Abdil Wahhaab rahimahumallah, bahwasanya Allah tidak butuh kepada washitoh (perantara) dalam penyembahan dan dalam meminta manfaat dan menolak mudhorot. Menjadikan washitoh (perantara) kepada Allah merupakan kesyirikan. <strong>Yang ada hanyalah perantaraan dalam hal risalah dan kenabian</strong>, yaitu para nabi dan para rasul merupakan perantara antara Allah dan manusia dalam menyampaikan risalah/wahyu Allah ta’alaa.</p>
<p>Ibnu Taimiyyah berkata : “Dan hal ini merupakan perkara yang disepakati oleh seluruh pemeluk agama dari kalangan kaum muslimin, yahudi, dan nashrani, mereka menetapkan adanya perantara antara Allah dengan hamba-hambaNya. Perantara-perantara tersebut adalah para Rasul yang mereka menyampaikan dari Allah perintah Allah dan khabar dari Allah….”</p>
<p>Beliau juga berkata, “Adapun jika yang dimaksudkan dengan perantara adalah bahwasanya harus ada perantara dalam mendatangkan manfaat-manfaat dan menolak kemudorotan, seperti perantara dalam mendatangkan rizki para hamba, dan pertolongan kepada mereka dan hidayah untuk mereka, yang mereka meminta hal-hal tersebut kepada perantara ini dan mengharap kepada perantara ini maka ini merupakan kesyirikan yang paling besar yang karena kesyirikan inilah Allah mengkafirkan kaum musyrikin (Arab), dimana mereka menjadikan selain Allah sebagai penolong-penolong mereka dan para pemberi syafaat kepada mereka” (Majmuu’ al-Fataawaa 1/122-123). Adapun perkataan Muhammad bin Abdil Wahhaab yang semakna dengan ini maka bisa dibaca di risalah beliau “Kasyf Asy-Syubhaat”</p>
<p><strong>DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/02.jpg" alt="" border="0" /><br />
“Dan jika kita mengamati Al-Qur’aan Al-Kariim maka kita akan mendapati Al-Quran menekankan keterpisahan yang sempurna ini, <strong>maka tidak ada sesuatupun yang berfungsi sebagai suatu perantara antara Allah dan makhlukNya</strong>. Sebagaimana Al-Qur’an berkali-kali dan berulang-ulang menafikan sifat uluhiyah dari selain Allah ta’aala dengan penafian secara mutlak, dan menekankan <strong>bahwasanya para nabi dan para rasul mereka dari golongan manusia dan dari tabi’at manusia</strong>. Inilah yang ditetapkan oleh rukun Islam yang pertama yaitu Syahadah (Persaksian) bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah hambaNya dan rasulNya. Dan ini adalah syahadah penafian dan penetapan (itsbaat), menafikan secara mutlak uluhiah (ketuhanan) dari selain Allah dan tidak ditetapkan kecuali hanya untuk Allah semata, dan menetapkan bahwasanya Muhammad adalah hambaNya dan rasulNya, dan <strong>Muhammad adalah manusia sebagaimana seluruh manusia (*yang lain). Dan seluruh perbedaan antara Muhammad dan mereka adalah beliau diberi wahyu aqidah tauhid</strong>“</p>
<p><strong>Komentar :</strong></p>
<p>Dalam paragraf ini DR Said menekankan perkara yang sangat penting yaitu tentang aqidah yang benar terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau adalah manusia biasa sebagaimana seluruh manusia yang lain yang memiliki tabi’at manusia. Yang membedakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan manusia yang lain hanyalah Nabi telah diberi wahyu berupa aqidah tauhid. Hal ini tentunya bertentangan dengan keyakinan sebagian kaum sufi yang terlalu berlebih-lebihan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (silahkan lihat <a href="http://www.firanda.com/index.php/artikel/aqidah/116-berlebih-lebihan-kepada-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-hingga-mengangkat-beliau-pada-derajat-ketuhanan" target="_blank">http://www.firanda.com/index.php/artikel/aqidah/116-berlebih-lebihan-kepada-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-hingga-mengangkat-beliau-pada-derajat-ketuhanan</a>)</p>
<p><strong>DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/03.jpg" alt="" border="0" /><br />
“Dan aqidah tauhid yang dibawa oleh Islam <strong>menolak seluruh kesyirikan, sama saja apakah kesyirikan yang tegak di atas pendapat berbilangnya Tuhan atau kesyirikan yang dibangun di atas keimanan kepada adanya perantara-perantara antara Allah dan manusia. </strong>Dari situ maka hubungan antara Allah dengan alam –termasuk di dalamnya adalah manusia- adalah hubungan keterpisahan. Allah maha Esa tidak ada syarikat baginya, terpisah dari alam dengan keterpisahan yang sempurna dengan ke-Esa-anNya dalam Dzatnya, sifat-sifatNya, dan perbuatan-perbuatanNya, dan Allah tersucikan dari seluruh bentuk penyamaan dengan makhluk-makhlukNya.</p>
<p>Aqidah ini dialah aqidah yang telah disepakati oleh seluruh kaum muslimin, baik salaf mereka (*golongan terdahulu) maupun kholaf mereka (*golongan belakangan), kecuali sufiah filsafat, sebagaimana akan kita lihat di tengah lembaran-lembaran pembahasan ini”</p>
<p><strong>Komentar :</strong></p>
<p>Dalam paragraph ini kembali DR Said Aqiel menekankan bahwasanya Islam menolak segala bentuk kesyirikan. Dan bentuk-bentuk kesyirikan ada dua:</p>
<p><em>Pertama </em>: Dengan menjadikan Tuhan berbilang, sebagaimana trinitasnya kaum Nasrani, dan juga dewa-dewa Kaum Hindu.</p>
<p><em>Kedua </em>: Menjadikan perantara antara Allah dan manusia. Hal ini sebagaimana keysirikan kaum musyrikin Arab (silahkan lihat kembali : <a href="http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/126-bantahan-terhadap-abu-salafy-seri-5-hakikat-kesyirikan-kaum-muysrikin-arab" target="_blank">http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/126-bantahan-terhadap-abu-salafy-seri-5-hakikat-kesyirikan-kaum-muysrikin-arab</a>)</p>
<p><strong>DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :</strong></p>
<p><img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/04.jpg" alt="" border="0" /></p>
<p>“Kemudian Islam adalah berpegang teguh dengan perintah-perintah Allah dan perintah-perintah RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, dan meneladani kehidupan Rasulullah dan <strong>mengikuti jalan-jalan dan sunnah-sunnah yang telah ditempuh oleh para sahabatnya –semoga Allah meridhoi mereka</strong>-</p>
<p>Allah berfirman : <em>“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat”</em> (QS Al-Ahzaab : 21)</p>
<p>Dan Allah ta’aala juga berfirman : <em>“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah”</em> (QS Al-Hasyr : 7)</p>
<p>Allah juga berfirman : <em>“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya)”</em> (QS Al-Anfaal : 20)”</p>
<p><strong>Komentar :</strong></p>
<p>Dalam paragraf ini DR Said Aqiel menekankan untuk mengikuti jalan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan beliau mendoaakan para sahabat agara diridhoi oleh Allah. Dan ini tentunya bertentangan dengan aqidah Syi’ah yang justru berdoa agar Allah melaknat para sahabat dan juga mengkafirkan para sahabat.</p>
<p><strong><br />
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/05.jpg" alt="" border="0" /><br />
Dan perintah-perintah Allah dan RasulNya –demikian pula larangan-larangan Allah dan RasulNya- terjaga dalam Al-Qur’an Al-Kariim dan Sunnah-sunnah Nabi yang mulia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Aku meninggalkan pada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh dengan kedua perkara tersebut, <strong>yaitu kitabullah dan sunnah NabiNya”</strong></p>
<p><strong>Komentar :</strong></p>
<p>Dalam paragraf ini DR Said Aqiel menegaskan akan pentingnya berlandaskan kepada Al-Qur’an dan Sunnah-Sunnah Nabi, yang keduanya merupakan sumber hukum kaum muslimin. Hal ini tentunya berbeda dengan:</p>
<p>-         Keyakinan sebagian kaum sufi yang terkadang berdalil dengan kisah-kisah…yang tidak tahu juntrung keabsahannya. Tidak jarang berupa cerita-cerita karomah yang masih dipertanyakan akan kevalidannya lantas cerita-cerita tersebut dijadikan dalil utama sehingga ditolaklah pendalilan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah</p>
<p>-         Sikap sebagian sufi yang taklid buta kepada gurunya, meskipun pemikiran-pemikiran gurunya bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga seakan-akan perkataan gurunya merupakan salah satu sumber hukum</p>
<p><strong>DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/06.jpg" alt="" border="0" /><br />
“<strong>Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mentarbiah (membina) para sahabatnya dibawah naungan dan petunjuk kitabullah dan sunnahnya, yaitu dengan tarbiah percontohan agar mereka menjadi teladan bagi orang-orang yang datang setelah mereka hingga hari kiamat. Maka mereka adalah praktek nyata (hidup) dari ajaran-ajaran Allah dan arahan-arahan RasulNya. Mereka berittiba’ dan meneladani serta tidak melakukan bid’ah dan mengada-ngadakan. Mereka adalah para wali-wali Allah yang tidak kawatir dan tidak bersedih. Mereka adalah teladan dan tolak ukur untuk mengenal al-haq (kebenaran) dari kebatilan, dan untuk membedakan petunjuk dari kesesatan</strong>“.</p>
<p><strong>Komentar </strong>:</p>
<p>Dalam paragraf ini beliau menekankan kembali akan mulianya para sahabat dari beberapa sisi:</p>
<p><em>Pertama </em>: Para sahabat telah ditarbiyah/dibina dan dididik <strong>langsung </strong>oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentunya guru sangat berpengaruh kepada murid-muridnya</p>
<p><em>Kedua </em>: Tarbiyah tersebut berdasarkan naungan dan cahaya al-Qur’an dan as-Sunnah</p>
<p><em>Ketiga </em>: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mentarbiyah para sahabat dengan tarbiyah khusus yaitu <strong>tarbiyah percontohan</strong>, dengan maksud agar para sahabat menjadi contoh bagi generasi-generasi setelah mereka</p>
<p><em>Keempat </em>: Amalan para sahabat adalah praktek hidup/nyata terhadap ajaran Al-Qur’an dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Hal ini tentu sangatlah jelas ditinjau dari beberapa sisi</p>
<p>-         Para sahabatlah yang paham tentang maksud Allah dan RasulNya.</p>
<p>-         Ayat-ayat al-Qur’an yang pertama kali mempraktekannya adalah para sahabat.</p>
<p>-         Tatkala para sahabat menerapkan ayat-ayat Allah mereka dibimbing langsung oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga jika mereka salah praktek, atau salah paham tentang Al-Qur’an maka akan ditegur langsung oleh Allah atau melalui Rasulullah yang merupakan guru dan pengawas mereka</p>
<p>Kelima : Para sahabat tidak melakukan bid’ah dan tidak mengadakan perkara-perkara baru dalam agama, akan tetapi mereka meneladani guru mereka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam</p>
<p>Keenam : Para sahabat adalah wali-wali Allah…maka yang memusuhi dan membenci mereka…apalagi mengkafirkan mereka tentunya wali-wali syaitan</p>
<p>Ketujuh : (Dan ini merupakan poin yang terpenting) yaitu DR Said Aqiel menjelaskan bahwa para sahabat adalah<strong><em>tolak ukur </em></strong>kebenaran, sehingga terbedakan hak dari kebatilan, dan terbedakan petunjuk dari kesesatan.</p>
<p>Sungguh ini adalah manhaj yang selalu dan senantiasa diserukan dan dipropagandakan oleh kaum wahabi (salafy) yaitu agar kembali kepada pemahaman dan manhaj para sahabat yang jauh dari bid’ah dan perkara-perkara baru dalam agama.</p>
<p>Dan inilah juga yang selalu diserukan oleh kaum yang disebut-disebut oleh orang yang memusuhinya “Salafy wahabi” agar senantiasa mencintai para sahabat dan memusuhi orang-orang yang membenci (bahkan mengkafirkan) para sahabat seperti kaum syi’ah. Jika para sahabat yang sedemikian mulianya (sebagaimana penjabaran DR Said Aqiel diatas) itu saja dikafirkan maka bagaimana lagi dengan para pengikut mereka yang jauh dari kemuliaan para sahabat Nabi radhiallahu ‘anhum.</p>
<p><strong>DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/07.jpg" alt="" border="0" /><br />
“Dan dibawah cahaya al-kitab dan as-sunnah dan siroh Rasulullah serta amalan para sahabatnya ditimbang amalan-amalan kaum muslimin dan perkataan mereka. Maka apa yang ada sandarannya dan dalil maka dihukumi dengan amalan/perkataan yang sah dan benar. “<strong>Dan apa yang menyelisihi al-kitab dan as-sunnah dan tidak atsarnya dalam kehidupan para sahabat maka dihukumi dengan fasad (rusak) dan batil. Dan semua yang keluar dari manhaj ini maka sungguh telah sesat dan menyesatkan</strong>“.</p>
<p><strong>Komentar :</strong></p>
<p>Dalam paragraf ini kembali DR Said Aqiel menekankan akan pentingnya manhaj salaf yaitu manhaj yang berlandaskan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman para sahabat. Beliau juga kembali menegaskan bahwa seluruh perkataan/pendapat dan amal perbuatan manusia harus ditimbang di atas manhaj salaf ini. Jika ada suatu pemikiran atau amal perbuatan yang tidak diriwayatkan ada di masa kehidupan para sahabat maka pemikiran dan amal perbuatan tersebut batil. <strong>Ini merupakan seruan yang tegas dari beliau kepada kaum muslimin –terutama di Indonesia- untuk kembali menimbang amal-amalan yang sering mereka lakukan. Apakah amalan-amalan tersebut pernah dilakukan dan diamalkan oleh para sahabat??, jika tidak pernah maka hal itu adalah batil dan sesat, bahkan pelakunya sesat dan menyesatkan</strong>.</p>
<p><strong><br />
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/08.jpg" alt="" border="0" /><br />
“Dan tatkala saya adalah salah seorang mahasiswa di jurusan Aqidah saya melihat bahwasanya merupakan<strong>kewajiban atas saya untuk mencari-cari/mengikuti dan menyelidiki manhaj-manhaj yang sesat dan jauh dari al-kitab dan as-sunnah</strong>. Dan telah beberapa lama saya menyelidiki manhaj-manhaj tersebut untuk saya jelaskan penyimpangan dan kesesatannya dan jauhnya manhaj tersebut dari Islam. <strong>Termasuk merupakan perkara yang menyusahkan dan menggelisahkan aku adalah apa yang aku dapati dari manhaj-manhaj para sufi ahli filsafat yang mereka telah jauh dari Islam</strong>, yaitu tentang pemahaman mereka tentang hubungan alam dengan penciptanya, dengan pemikiran-pemikiran mereka yang sesat berupa hulul dan ittihad dan wihdatul wujud (yiatu hulul/menempatinya Allah ke alam, dan ittihad/menyatunya alam dengan Allah, dan wihdah/kesatuan alam bersama Allah), yang hal itu melalui metode filsafat al-fanaa’ dan fanaa al-fanaa, dan seluruhnya merupakan pemikiran-pemikiran yang aneh dan muhdatsah (diada-adakan) serta menyusup di tengah-tengah masyarakat islami”</p>
<p><strong>Komentar :</strong></p>
<p>Dalam paragraf ini DR Said Aqiel memaparkan bagaimana semangat beliau untuk bernahi mungkar. Beliau terpanggil bahkan beliau merasa wajib untuk mengikuti dan menyelidiki manhaj-manhaj yang sesat. Bahkan sangat menggelisahkan beliau kesesatan yang terdapat dalam manhaj kaum sufi philosofi, yang kesesatan ini merupakan perkara muhdats (bid’ah) yang telah menyusup dalam masyarakat islam.</p>
<p><strong>DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/09.jpg" alt="" border="0" /><br />
“Dan permulaan munculnya pemikiran filsafat sesat tersebut di akhir-akhir abad kedua hijriah. Lalu berkembang dengan pesat di tengah abad ketiga hijriah. Dimulai dari Jabir bin Hayyan dan Abu Hasyim dan Abduk hingga Ibnu ‘Arobi sang fhilosofi besar, Al-Ghunushy Al-Khothiir, dan melewati Dzu An-Nuun Al-Mishriy, Abi Yaziid Al-Busthoomy, Al-Hallaaj, Al-Junaid, An-Nafary, Al-Gozhaaly, lalu As-Sahrowardi yang terbunuh”.</p>
<p><strong>Komentar :</strong></p>
<p>Dalam paragaf ini beliau menjelaskan tentang tokoh-tokoh sufi filsafat yang memiliki pemahaman sesat wihdatul wujud. Yang diantara tokoh-tokoh tersebut ada yang digandrungi oleh kaum sufi di Indonesia. Diantaranya adalah<strong>Ibnu ‘Arobi</strong> dan <strong>Al-Ghozali</strong>.</p>
<p>Adapun <em>Ibnu ‘Arobi</em> maka DR Said Aqiel telah menjelaskan kesesatannya dalam disertasinya tersebut pada hal 446 hingga hal 450. Beliau menjelaskan tentang pemikiran Ibnu Arobi dalam dua kitabnya yang berisikan tentang pemikiran wihdatul wujud (bersatunya Allah dengan alam). Kitab yang pertama adalah kitab <em>Al-Futuhaat Al-Makkiyah</em>, yang dimana Ibnu Arobi mengaku bahwa apa yang dituliskannya dalam kitab tersebut adalah wahyu dan didikte oleh Allah. Adapun kitab yang kedua adalah <em>Fushus Al-Hikam </em>maka Ibnu Arobi mengaku bahwa kitab tersebut datangnya dari Rasulullah. Dalam kitab Fushus Al-Hikam inilah Ibnu Arobi mengatakan bahwa Fir’aun adalah orang beriman dan masuk surga !!, hal ini karena tatkala Fir’aun mengatakan :”Aku adalah Tuham kalian yang maha tinggi” menunjukan bahwa Fir’aun paham bahwasanya Allah telah bersatu dengan alam, telah bersatu dengan dirinya. Jadi perkataan Fir’aun tersebut adalah perkataan yang hak dan benar</p>
<p>Adapun Abu Hamid <em>Al-Ghozaali</em>, maka kesesatannya tentang pemahaman wahdatul Wujud telah dijelaskan oleh DR Said Aqiel Siraj dalam disertasinya pada hal 168 hingga hal 172. Pemikiran wihdatul wujud Al-Ghozaali sangat nampak dalam kitabnya <em>Ihyaa Uluumiddiin</em> (yang kitab ini sangat digandrungi oleh kaum sufi di Indonesia) dan kitabnya Misykaat al-Anwaar. Adapun bantahan terhadap pemikiran Al-Ghozali ini maka telah ditulis dengan panjang lebar oleh DR Said Aqiel dalam disertasinya dari hal 199 hingga hal 221.</p>
<p><strong><br />
DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/10.jpg" alt="" border="0" /><br />
“Dan merupakan perkara yang diketahui bahwasanya kaum muslimin di Indonesia menghadapi problematika-problematika besar baik problematika politik, ekonomi, social dan problematika aqidah. <strong>Di hadapan mereka musuh-musuh mereka yang menanti-nanti (*keburukan bagi) kaum muslimin berupa gerakan kristenisasi, sekuler, bathiniyah, dan sekte-sekte sesat –Syi’ah, Ahmadiyah, dan Bahaaiyah, lalu Sufiyah</strong>“</p>
<p><strong>Komentar :</strong></p>
<p>Pada paragraf ini DR Said Aqiel menegaskan bahwasanya diantara musuh-musuh kaum muslimin Indonesia adalah gerakan kristenisasi dan sekuler. Selain itu juga sekte-sekte yang sesat seperti Syi’ah dan Ahmadiyah qodyaniah. Dan musuh kaum muslimin Indonesia yang terakhir beliau sebutkan adalah <strong>kaum sufi</strong>.</p>
<p>Ini merupakan nasehat yang sangat penting dari beliau akan bahayanya kaum <strong>Syi’ah</strong> dan kaum <strong>Sufi</strong>, karena mereka adalah musuh-musuh yang senantiasa menanti-nanti keburukan kaum muslimin Indonesia.</p>
<p><strong>DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/11.jpg" alt="" border="0" /><br />
“<strong>Dan sufiyah di Indonesia sungguh telah sukses besar dalam menyebarkan ajaran-ajaran mereka yang sesat -meskipun kebanyakan mereka tidak beriman dengan aqidah hulul dan ittihad serta wihdatul wujud-. Dan ajaran sufiah ini senantiasa masih termasuk ajaran yang paling berbahaya yang tersebar di negeri Indonesia, hal ini disebabkan kejahilan kaum muslimin di Indonesia terhadap aqidah yang benar</strong>“<br />
<strong><br />
Komentar :</strong></p>
<p>Pada paraghraf ini, beliau menyatakan bahwa kaum sufi telah sukses besar dalam menyebarkan pemahaman dan ajaran-ajaran mereka di Indonesia. <strong>Namun timbul pertanyaan di benak saya, “Siapakah kaum sufi dimaksud oleh beliau??</strong>, yang telah berhasil menyebarkan ajaran mereka ke penjuru Indoesia??”, Apakah maksud beliau gerakan Muhammadiah?, ataukah Persis?, <strong>ataukah NU (Nahdatul Ulama) </strong>yang sedang beliau pimpin sekarang ini?, ataukah yang lainnya?. Semoga beliau bisa menjelaskan hal ini, dan semoga para pembaca juga mungkin bisa membantu menjelaskan maksud beliau. Terlebih lagi ada tariqah mu’tabar yang berada di bawah naungan NU, lihat (<a href="http://nu.or.id/page/id/dinamic_detil/1/34341/Warta/Habib_Luthfy__Pengurus_Thoriqoh_jangan_Seperti_Krupuk___.html" target="_blank">http://nu.or.id/page/id/dinamic_detil/1/34341/Warta/Habib_Luthfy__Pengurus_Thoriqoh_jangan_Seperti_Krupuk___.html</a>) dan (<a href="http://alfiananda.wordpress.com/2010/07/17/thariqah-al-mutabarah-dari-waktu-ke-waktu/" target="_blank">http://alfiananda.wordpress.com/2010/07/17/thariqah-al-mutabarah-dari-waktu-ke-waktu/</a>, dan<a href="http://alfiananda.wordpress.com/2010/07/23/lambang-jam%E2%80%99iyyah-ahlith-thoriqoh-al-mu%E2%80%99tabarah-an-nahdliyyah/" target="_blank">http://alfiananda.wordpress.com/2010/07/23/lambang-jam%E2%80%99iyyah-ahlith-thoriqoh-al-mu%E2%80%99tabarah-an-nahdliyyah/</a>, serta lihat <strong>komentar DR Said Aqiel tentang tasawwuf</strong> di<a href="http://nu.or.id/page/id/dinamic_detil/12/34786/Buku/Urgensi_Tasawuf_di_Era_Globalisasi.html" target="_blank">http://nu.or.id/page/id/dinamic_detil/12/34786/Buku/Urgensi_Tasawuf_di_Era_Globalisasi.html</a>)</p>
<p><strong>Dan saya sangat setuju dengan pendapat beliau bahwa ajaran-ajaran sesat seperti ini tersebar disebabkan karena kejahilan kaum muslim di Indonesia terhadap akidah yang benar sehingga mudah mereka terjangkiti ajaran-ajaran sufiah</strong>.</p>
<p><strong>DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/12.jpg" alt="" border="0" /><br />
“Dikarenakan hal ini seluruhnya dan setelah aku menulis tesisku untuk meraih gelar Master di bidang aqidah tentang <strong>bantahan kepada Kristen </strong>maka aku memilih pembahasan desertasiku untuk meraih gelar Doktor <strong>tentang bantahan kepada sufiah</strong>, terukhususkan sufiah filsafat, dengan judul :</p>
<p>“Hubungan Allah dengan alam menurut sufi filsafat, penelitian dan kritikan”</p>
<p><strong>DR Said Aqiel Siradj, MA berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/13.jpg" alt="" border="0" /><br />
“Dan telah ditulis banyak pembahasan dan telah tersebar banyak risalah-risalah ilmiah seputar perkara ini, akan tetapi saya melihat perkaranya masih butuh untuk ditinjau kembali, dengan tinjauan islami dengan<strong>timbangan/tolak ukurnya yang benar dan analogi yang benar, yaitu kitabullah dan sunnah Rasulullah, dan ditambah dengan manhaj para ulama salafus sholeh</strong>“</p>
<p><strong>Komentar :</strong></p>
<p>Pada paragraf ini beliau menegaskan kembali bahwasanya tolak ukur yang benar untuk digunakan dalam mengukur kebenaran yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah dengan manhaj Salaf.</p>
<p><strong>Setelah itu DR Sa’id Aqiel Siraj menyebutkan khuttoh bahas disertasinya lalu beliau berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/14.jpg" alt="" border="0" /><br />
“Adapun sisi kritikan maka saya memperhatikan manhaj/metode pengkritikan yang ilmiyah yang benar, maka saya mengkritik pendapat-pendapat mereka (kaum sufi) dan <strong>saya menjelaskan kebatilan pemikiran-pemikiran mereka dengan al-Qur’an dan as-Sunnah, dan dengan dalil akal yang shahih, dan dengan perkataan para ulama yang sholihin. Dan dalam hal ini saya berusaha untuk menjauh dari fanatisme/ta’asshub dan sikap tidak inshoof (tidak adil)</strong>“</p>
<p><strong>Komentar:</strong></p>
<p>Pada paragraf ini DR Said Aqiel Siroj menjelaskan bahwa beliau menjauhi sikap fanatik dan sikap tidak inshoof (adil) dalam menulis disertasinya. Karenanya saya sangat berharap para pembaca membaca disertasi yang ditulis beliau ini yang sarat dengan faedah dan jauh dari sikap fanatik buta tanpa dalil. Bahkan dalam paragraf ini beliau (DR Said Aqiel) menegaskan bahwa beliau menjelaskan kebatilan pemikiran sufi falsafi dengan <strong>berdasarkan perkataan ulama yang sholihin. Siapakah yang dimaksud oleh beliau dengan Ulama yang sholihin ini??</strong>. Jika para pembaca menelaah disertasi karya DR Said Aqiel Siroj ini maka para pembaca akan menemukan bahwasanya perkataan alim ulama yang paling dijadikan landasan oleh DR Said Aqiel dalam membatilkan pemikiran sufi falsafi adalah perkataan <strong>Ibnu Taimiyyah </strong>rahimahullah yang dituduh sebagai dedengkotnya salafy. Jadi sangat jelas bahwasanya DR Said Aqiel menganggap Ibnu Taimiyyah adalah sosok alim ulama yang sholih, karenanya DR Said Aqiel menjadikan perkataan-perkataannya untuk membantah tokoh-tokok sufi seperti Ibnu Arobi dan Al-Ghozali.</p>
<p><strong>DR Said Aqiel Siradj berkata :</strong><br />
<img src="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/15.jpg" alt="" border="0" /><br />
“Dan tujuanku dalam disertasiku ini adalah menampilkan dirosah/penelitian yang sungguh-sungguh dan teliti/detail dengan harapan untuk menampakan dan menjelaskan hakikat/kebenaran, yang selanjutnya adalah untuk membela kebenaran dan untuk meninggikan kalimat Allah yang tinggi. <strong>Maka aku meminta kepada Allah Azza wa Jalla untuk merealisasikan harapan tujuan desertasi ini dan agar memberi faedah kepada para pembacanya dan menjadikannya ikhlash karena mengharapkan wajahNya</strong>, dan aku beristighfar kepada Allah atas seluruh kesalahanku yang ada dalam disertasiku ini, dan aku bersyukur kepadaNya atas kebenaran yang Allah hidayahkan kepadaku, dan segala puji bagi Allah di permulaan dan di akhir, dan Dialah cukup bagiku, dan sebaik-baik tempat bertawakal, dan semoga shalawat dan shalam tercurahkan bagi sayyidinaa Muhammad dan keluarganya serta para sahabatnya”</p>
<p><strong>Komentar :</strong></p>
<p>Semoga artikel yang saya paparkan ini membantu mewujudkan terkabulnya harapan DR Said Aqiel Siroj, sehingga risalah disertasi yang bagus ini bisa dipetik faedahnya oleh para pembaca sekalian, khususnya kaum muslimin di Indonesia.</p>
<p>Demikianlah muqoddimah yang ditulis oleh DR Said Aqiel Siraj di muqoddimah disertasi beliau dan sedikit komentar dari saya. Sungguh muqoddimah  yang sarat dengan penjelasan pokok-pokok usul aqidah Ahlus Sunnah yang dibangun di atas manhaj salaf.</p>
<p>Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 14-01-1433 H / 09 Desember 2011 M</p>
<p>Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja</p>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1242&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/12/nasehat-dr-said-aqiel-siradj-ma-untuk-ketua-pbnu-kiyai-haji-said-aqiel-siradj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/01.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/02.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/03.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/04.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/05.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/06.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/07.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/08.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/09.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/10.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/11.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/12.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/13.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/14.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.firanda.com/images/stories/pict-article/sas1/15.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Download Peta Jakarta Flash 2011 Gratis</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/02/download-peta-jakarta-flash-2011-gratis/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/02/download-peta-jakarta-flash-2011-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 03:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1239</guid>
		<description><![CDATA[berikut salah satu screenshot dari peta jakarta flash 2011 : Bagi yang mau download silahkan buka link berikut ini !! Single Link : Download (Untuk koneksi internet cepat) atau Part 1 : Download (Untuk koneksi internet lambat) Part 2 : Download (Untuk koneksi internet lambat) Filed under: Software<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1239&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>berikut salah satu screenshot dari peta jakarta flash 2011 :</p>
<p><img title="Peta Jakarta Flash" src="http://krisna.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Peta-Jakarta-Flash-1024x575.png" alt="Peta Jakarta Flash" width="491" height="276" /></p>
<p>Bagi yang mau download silahkan buka link berikut ini !!</p>
<p>Single Link : <a href="http://www.ziddu.com/download/15270622/peta_digital_jakarta_n_sekitarnya_Terbaru_Tahun2010-2011_Portable.rar.html" rel="nofollow" target="_blank">Download</a> (Untuk koneksi internet cepat)</p>
<p>atau</p>
<p>Part 1 : <a href="http://www.ziddu.com/download/15270872/n_sekitarnya_Terbaru_Tahun2010-2011_Portable.part1.exe.html" rel="nofollow" target="_blank">Download</a> (Untuk koneksi internet lambat)<br />
Part 2 : <a href="http://www.ziddu.com/download/15271009/n_sekitarnya_Terbaru_Tahun2010-2011_Portable.part2.rar.html" rel="nofollow" target="_blank">Download</a> (Untuk koneksi internet lambat)</p>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/software/'>Software</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1239&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/12/02/download-peta-jakarta-flash-2011-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://krisna.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Peta-Jakarta-Flash-1024x575.png" medium="image">
			<media:title type="html">Peta Jakarta Flash</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Habib Munzir Berbicara Tentang Ilmu Hadits (Seri 2)</title>
		<link>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/11/22/habib-munzir-berbicara-tentang-ilmu-hadits-seri-2/</link>
		<comments>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/11/22/habib-munzir-berbicara-tentang-ilmu-hadits-seri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 02:27:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Fathan As Salafy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kampungsalaf.wordpress.com/?p=1234</guid>
		<description><![CDATA[Di bawah ini empat pernyataan Habib Munzir yang berkaitan dengan ilmu hadits beserta sanggahan-sanggahan terhadap pernyataan-pernyataan tersebut. Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita memahami agamaNya dengan baik dan benar…Allahumma aamiin. PERNYATAAN PERTAMA : Habib Munzir berkata : &#8220;Sebagaimana para pakar hadits bukanlah sebagaimana yang terjadi dimasa kini yang mengaku–ngaku sebagai pakar hadits. Seorang ahli hadits mestilah &#8230; <a href="http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/11/22/habib-munzir-berbicara-tentang-ilmu-hadits-seri-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1234&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di bawah ini empat pernyataan Habib Munzir yang berkaitan dengan ilmu hadits beserta sanggahan-sanggahan terhadap pernyataan-pernyataan tersebut.</p>
<p>Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita memahami agamaNya dengan baik dan benar…Allahumma aamiin.</p>
<p><strong>PERNYATAAN PERTAMA :</strong></p>
<p>Habib Munzir berkata :</p>
<p>&#8220;Sebagaimana para pakar hadits bukanlah sebagaimana yang terjadi dimasa kini yang mengaku–ngaku sebagai pakar hadits. <strong>Seorang ahli hadits mestilah telah mencapai derajat Al Hafidh. Al Hafidh dalam para ahli hadits adalah yang telah hafal 100.000 hadits berikut hukum sanad dan matannya</strong>, sedangkan 1 hadits yang bila panjangnya hanya sebaris saja itu bisa menjadi dua halaman bila ditulis berikut hukum sanad dan hukum matannya, lalu bagaimana dengan yang hafal 100.000 hadits?</p>
<p>Diatas tingkatan Al Hafidh ini masih adalagi yang disebut Al Hujjah (Hujjatul Islam) yaitu yang hafal 300.000 hadits dengan hukum matan dan hukum sanadnya, diatasnya adalagi yang disebut : Al Hakim, yaitu pakar hadits yang sudah melewati derajat Al Hafidh dan Al Hujjah, dan mereka memahami banyak lagi hadits – hadits yang teriwayatkan. (Hasyiah Luqathuddurar Bisyarh Nukhbatulfikar oleh Hujjatul Islam Al Imam Ibn Hajar Al Atsqalaniy)&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SANGGAHAN</strong></p>
<p>Pernyataan Habib Munzir diatas perlu ditinjau kembali.</p>
<p>Sebelumnya perlu diketahui –oleh para pembaca sekalian- bahwa kitab Hasyiah Luqathuddurar Bisyarh Nukhbatulfikar bukan karangan Hujjatul Islam Al Imam Ibn Hajar Al Atsqalaniy.</p>
<p>Seseorang yang tidak pernah menelaah kitab Hasyiah Luqathuddurar ketika membaca perkataan Habib Munzir &#8220;Hasyiah Luqathuddurar Bisyarh Nukhbatulfikar oleh Hujjatul Islam Al Imam Ibn Hajar Al Atsqalaniy&#8221; akan menyangka bahwa pengarang kitab ini adalah Al-Imam Ibnu Hajar.</p>
<p>Akan tetapi yang benar, pengarang kitab tersebut adalah Abdullah bin Husain Khoothir. Adapun Imam Ibnu Hajar adalah pengarang Nukhbatul Fikar dan juga syarahnya Nuzhaton Nazhor.</p>
<p>Adapun pernyataan Habib Munzir :</p>
<p><strong>&#8220;Seorang ahli hadits mestilah telah mencapai derajat Al Hafidh. Al Hafidh dalam para ahli hadits adalah yang telah hafal 100.000 hadits berikut hukum sanad dan matannya&#8221;</strong></p>
<p>Pernyataan ini tidak pernah ditemukan dalam buku-buku mustholah al-hadits (ilmu yang membahas kaedah-kaedah hadits).</p>
<p>Para pembaca sekalian setelah merujuk ke kitab Luqathudduror ternyata penulis kitab tersebut tidak pernah menyatakan apa yang dinyatakan oleh Habib Munzir <strong>bahwa seorang tidak bisa jadi ahli hadits kecuali setelah mencapai derajat Al-Hafizh yang menghapal 100 ribu hadits</strong>.</p>
<p>Penulis kitab kitab Hasyiah Luqoth Ad-Duror berkata :</p>
<p>&#8220;Aku melihat di sebagian kitab dinukil dari Al-Munaawi bahwasanya <strong>ahli hadits bertingkat-tingkat</strong>. Tingkatan pertama adalah At-Thoolib –dan dia adalah pemula-, kemudian Al-Muhaddits, dan ia adalah seorang yang membawa (menerima periwayatan) hadits dan memiliki perhatian terhadap hadits baik dari sisi periwayatan maupun sisi dirooyah (*makna hadits). Tingkatan berikutnya adalah Al-Haafizh, ia adalah orang yang menghafal 100 ribu hadits baik matannya maupun isnadnya, meskipun dengan jalan-jalan periwayatan yang berbilang, serta ia memahami apa yang ia butuhkan. Tingkatan berikutnya adalah Al-Hujjah, ia adalah orang yang menguasai 300 ribu hadits. Tingkatan selanjutnya adalah Al-Haakim, ia adalah orang yang ilmunya menguasai seluruh hadits-hadits yang diriwayatkan baik matan maupun isnad, baik ilmu jarh wa ta&#8217;dilnya, serta sejarahnya, sebagaimana dikatakan oleh sekelompok ahli tahqiq&#8221; (Haasyiyah Luqot Ad-Duror bi Syarh Matn Nukhbah Al-Fikr, karya Abdullah bin Husain Khoothir As-Samiin, ulama abad 14 hijriyah).</p>
<p><strong>Jadi dari perkataan di atas, terlihat jelas bahwa seorang ahli hadits tidak mesti harus menjadi seorang Al Hafizh, akan tetapi seseorang telah dikatakan sebagai muhaddits jika telah memiliki perhatian terhadap hadits baik riwayat maupun diroyahnya.</strong></p>
<p><strong>PERNYATAAN KEDUA :</strong></p>
<p>Habib Munzir berkata:</p>
<p>&#8220;Perlu diketahui bahwa Imam Syafii ini lahir jauh sebelum Imam Bukhari, Imam Syafii lahir pada tahun 150 Hijriyah dan wafat pada tahun 204 Hijriyah, sedangkan Imam Bukhari lahir pada tahun 194 Hijriyah dan wafat pada 256 Hijriyah. <strong>Maka sebagaimana sebagian kelompok banyak yang meremehkan Imam syafii, dan menjatuhkan fatwa–fatwa Imam Syafii dengan berdalilkan Shahih Bukhari, maka hal ini salah besar, karena Imam Syafii sudah menjadi Imam sebelum usianya mencapai 40 tahun, maka ia telah menjadi Imam besar sebelum Imam Bukhari lahir ke dunia.</strong>&#8220;</p>
<p><strong>SANGGAHAN</strong></p>
<p>Pernyataan Habib Munzir ini merupakan pernyataan <span style="text-decoration:underline;"><strong>yang sangat aneh.</strong></span> Apakah kalau Imam Syafii yang sudah jadi imam sebelum imam Al-Bukhari lahir ke dunia, lantas fatwa beliau tidak boleh dikritik oleh hadits-hadits shahih yang terdapat dalam shahih al-Bukari??!!</p>
<p>Pernyataan yang aneh ini melazimkan banyak kerancuan, diantaranya :</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><em><strong>Pertama</strong></em></span><em><strong> </strong></em>: Pernyataan bahwa fatwa-fatwa Imam As-Syafi&#8217;i tidak boleh dikritik atau dikalahkan dengan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari merupakan pernyataan yang <strong>SANGAT BERBAHAYA !!!!</strong>. Karena hal ini melazimkan mengedepankan dan mendahulukan perkataan Imam As-Syafii daripada sabda-sabda Habiibuna Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang shahih yang diriwayatkan dalam shahih al-Bukhari!!, yang merupakan kitab yang paling shahih setelah Al-Qur&#8217;an !!!.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ</p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. </em>(QS Al-Hujuroot : 1)</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><em><strong>Kedua</strong></em></span>: Hal ini <span style="text-decoration:underline;"><strong>bertentangan dengan wasiat  Imam As-Syafi&#8217;i</strong></span>, beliau rahimahullah telah berkata<br />
<img src="/images/stories/pict-article/habmun9/02.jpg" alt="" border="0" /><br />
&#8220;Tidak ada seorangpun keculai ada sunnah Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang tidak ia ketahui. Maka bagaimanapun aku berpendapat dengan suatu perkataan atau aku membuat kaidah yang ternyata ada hadits Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang menyelisihi perkataanku maka pendapat yang benar adalah sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, dan itulah pendapatku.&#8221; (Taariikh Dimasyq 51/389)</p>
<p>&#8220;Jika kalian mendapati sunnah dari Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang menyelisihi perkataanku maka ambillah sunnah dan tinggalkanlah perbuatanku, karena aku berpendapat dengan sunnah tersebut&#8221; (Taariikh Dimasq 51/389)</p>
<p>&#8220;Seluruh hadits dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam maka itu adalah pendapatku, meskipun kalian tidak mendengarnya dariku&#8221; (Taariikh Dimasyq 51/389)</p>
<p>Imam An-Nawawi berkata :</p>
<p>&#8220;Telah sah dari Imam As-Syafii rahimahullah bahwasanya beliau berkata : &#8220;Jika kalian mendapati dalam kitabku penyelisihan terhadap sunnah Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam maka berpendapatlah dengan sunnah Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan tinggalkanlah pendapatku&#8221;. Dan diriwayatkan dari Imam As-Syafi&#8217;i : &#8220;Jika telah shahih sebuah hadits yang bertentangan dengan pendapatku maka amalkanlah hadits dan tinggalkanlah pendapatku&#8221;, atau Imam As-Syafii berkata, &#8220;Itulah mdzhabku&#8221;, dan telah diriwayatkan makna seperti ini dengan lafal-lafal yang bermacam-macam.</p>
<p>Para sahabat kami (*dari kalangan ulama besar madzhab syafi&#8217;i) telah mengamalkan hal ini (*yaitu wasiat Imam As-Syafii untuk mengikuti hadits dan menginggalkan pendapatnya) dalam permasalahan at-Tatswiib dan mempersyaratkan untuk bertahallul dari ihrom karena sakit dan permasalahan-permasalahan yang lain yang sudah ma&#8217;ruuf dalam buku-buku madzhab&#8221; (Al-Majmuu&#8217; syarh Al-Muhadzdzab 1/104)</p>
<p>Imam An-Nawawi juga berkata :</p>
<p>&#8220;Dan kami telah meriwayatkan dari Imam Abu Bakr Muhammad bin Ishaaq bin Khuzaimah yang dikenal sebagai imamnya para imam. Dan karena tingkat beliau yang tinggi dalam hafalan haditsnya dan pengetahuan tentang sunnah-sunnah Nabi maka beliau ditanya : &#8220;Apakah engkau tahu ada sunnah yang shahih yang tidak dicantumkan oleh Imam As-Syafii dalam kitab-kitab beliau?&#8221;, maka beliau (*Ibnu Khuzaimah) menjawab :<br />
Tidak ada&#8221;.</p>
<p>Namun meskipun demikian Imam As-Syafii rahimahullah tetap berhati-hati –karena menguasai seluruh hadits-hadits Nabi yang shahih merupakan perkara yang mustahil bagi manusia-, maka beliaupun mengatakan wasiat beliau -yang telah diriwayatkan dari berbagai sisi- untuk mengamalkan hadits yang shahih dan meninggalkan pendapat beliau yang menyelisihi nas yang shahih dan jelas.</p>
<p>Wasiat beliau ini telah dilaksanakan oleh para sahabat kami dalam banyak permasalahan fikih yang masyhuur. Seperti permasalahan at-tatswiib dalam adzan subuh, mempersyaratkan untuk bertahallul dalam haji karena ada udzur, dan masalah-masalah yang lainnya&#8221;(Al-Majmuu&#8217; syarh Al-Muhadzdzab 1/28)</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><em><strong>Ketiga</strong></em></span>: Pernyataan Habib Melazimkan bahwa orang yang sudah menjadi imam terdahulu tidak boleh dikritik oleh orang setelahnya. Dan kelaziman ini berarti:</p>
<p>-         Melazimkan Imam As-Syafi&#8217;i tidak boleh mengkritik Imam Malik, yang merupakan gurunya Imam As-Syafi&#8217;i</p>
<p>-         Terlebih lagi Imam As-Syafii tidak boleh mengkritik Imam Abu Hanifah yang lebih senior lagi daripada Imam Malik</p>
<p>-         Bahkan para pengikut madzhab As-Syafi&#8217;i tidak boleh menikam fatwa-fatwa Imam Malik dan Imam Abu Hanifah karena kedua Imam tersebut lebih senior dan lebih dahulu jadi imam daripada imam As-Syafi&#8217;i</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><em><strong>Keempat</strong></em></span>:  Apakah ada metode pentarjihan seperti ini dalam kitab-kitab fikih? Yang lebih tua dan lebih dulu jadi imam tidak boleh dikritik dengan perkataan yang lebih muda dan lebih terbelakang jadi imam??,</p>
<p>Adakah kitab ushul fiqh yang membahas dan menyatakan metode ini…?, dalam madzhab apakah metode seperti ini??.</p>
<p>Ataukah ini hanya madzhab khusus Habib Munzir –yang konon ilmunya diperoleh dengan sanad-??.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><em><strong>Kelima</strong></em></span>: Pernyataan Habib Munzir ini melazimkan bahwasanya Imam As-Syafii ma&#8217;suum (tidak mungkin bersalah).</p>
<p>Ingat para pembaca budiman…yang saya sebutkan adalah sebuah kelaziman dari sebuah pernyataan Habib Munzir, jadi jangan sampai keliru dipahami bahwa Habib Munzir yang menyatakannya, tapi ini kelaziman dari pernyataan Habib.</p>
<p>Perlu untuk dipahami oleh para pembaca sekalian :</p>
<p>1.      Bahwa setiap Imam, siapapun dia –bahkan shahabat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu- tidak maksum dari kesalahan.</p>
<p>2.      Setiap ulama yang tidak sependapat dengan Imam Asy Syafi&#8217;iy rahimahullah bukan berarti beliau meremehkan Imam Asy Syafi&#8217;iy, akan tetapi ulama tersebut memilih pendapat yang menurutnya lebih dekat dengan dalil dari Al Quran dan Sunnah yang shahih berdasarkan pemahaman para shahabat radhiyallahu ‘anhum.</p>
<p><strong>PERNYATAAN KETIGA :</strong></p>
<p>Habib Munzir berkata :</p>
<p>&#8220;Lalu bagaimana dengan saudara-saudara kita masa kini yang mengeluarkan fatwa dan pendapat kepada hadits–hadits yang diriwayatkan oleh para Imam ini? Mereka menusuk fatwa Imam Syafii, menyalahkan hadits riwayat Imam-Imam lainnya.</p>
<p>Seorang periwayat mengatakan hadits ini dhoif, maka muncul mereka ini memberi fatwa bahwa hadits itu munkar, darimanakah ilmu mereka? Apa yang mereka fahami dari ilmu hadits? Hanya menukil-nukil dari beberapa buku saja, lalu mereka sudah berani berfatwa…&#8221;</p>
<p>&#8220;Saudara–saudaraku yang kumuliakan, <strong>kita tidak bisa berfatwa dengan buku-buku, karena buku tidak bisa dijadikan rujukan untuk mengalahkan fatwa para Imam terdahulu, </strong>bukanlah berarti kita tidak boleh membaca buku,<strong> namun maksud saya bahwa buku yang ada zaman sekarang ini adalah pedoman paling lemah dibandingkan dengan fatwa-fatwa Imam-Imam terdahulu&#8221;</strong></p>
<p><strong>SANGGAHAN :</strong></p>
<p>Pernyataan Habib Munzir: &#8220;Saudara–saudaraku yang kumuliakan, <strong>kita tidak bisa berfatwa dengan buku-buku, karena buku tidak bisa dijadikan rujukan untuk mengalahkan fatwa para Imam terdahulu</strong>, bukanlah berarti kita tidak boleh membaca buku, <strong>namun maksud saya bahwa buku yang ada zaman sekarang ini adalah pedoman paling lemah dibandingkan dengan fatwa-fatwa Imam-Imam terdahulu</strong>&#8220;</p>
<p><strong>Pertama</strong>: Ini adalah pernyataan sangat berbahaya karena menimbulkan keraguan terhadap buku-buku yang ada di zaman sekarang ini. Dan hal ini tentunya akan meninggalkan keraguan terhadap agama, karena untuk mempelajari agama di zaman sekarang ini melalui buku-buku yang ada.</p>
<p><strong>Kedua</strong>: Ada beberapa pertanyaan yang saya tanyakan kepada Habib Munzir dan ini adalah sanggahan dengan pertanyaan:</p>
<p>-         Jika buku-buku agama yang digunakan untuk mengkritik fatwa-fatwa imam-imam dahulu tidak bisa dijadikan pedoman, lantas bagaimana cara kaum muslimin belajar agama?, apakah harus dengan sistem sanad yang digembar-gemborkan oleh para pendukung Habib Munzir??</p>
<p>-         Bukankah fatwa-fatwa imam-imam tersebut juga termaktub dan terdapat dalam buku-buku?, ataukah Habib Munzir mendapatkan fatwa-fatwa tersebut tidak melalui buku-buku?. Jika tidak melalui buku-buku, lantas dari mana? Melalui sanad guru??!!</p>
<p>-         Jika ternyata fatwa-fatwa tersebut dinukil dari buku-buku lantas bukankah buku-buku tersebut juga tidak bisa menjadi pedoman?</p>
<p><strong>Ketiga </strong>: Habib sendiri menyelisihi metode yang dia canangkan sendiri.</p>
<p>Bukankah Habib Munzir tatkala membolehkan beristighootsah kepada mayat juga berpedoman kepada buku-buku zaman sekarang???!!. Demikian pula, bukankah Habib Munzir tatkala membolehkan membangun kuburan di masjid juga berpedoman dengan fatwa Imam Syafii yang terdapat dalam buku Faidhul Qodiir, (lihat kembali <a href="http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/183" target="_blank">http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/183</a>). Yang lebih parah ternyata Habib Munzir salah menukil dan akhirnya terjerumus dalam kekeliruan. Jadi ternyata bukan bukunya yang keliru akan tetapi Habib Munzir yang salah menukil dari buku tersebut !!!!. , atau mungkin saja Habib Munzir menukil dari buku Faidhul Qodiir dalam cetakan lain yang tidak diragukan, dan bukan cetakan zaman sekarang yang tidak bisa dijadikan pedoman??!!</p>
<p><strong>PERNYATAAN KEEMPAT :</strong></p>
<p>Habib Munzir berkata :</p>
<p>&#8220;Sedangkan Imam Ahmad bin Hanbal ini hafal 1.000.000 hadits, lalu berapa luas pemahaman si penerjemah atau pensyarah yang ingin menerjemahkan keluasan ilmu Imam Ahmad dalam terjemahannya?</p>
<p>Bagaimana tidak? Sungguh sudah sangat banyak hadits &#8211; hadits yang sirna masa kini, bila kita melihat satu contoh kecil saja, bahwa Imam Ahmad bin Hanbal hafal 1.000.000 hadits, lalu kemana hadits hadits itu? Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad haditsnya hanya tertuliskan hingga hadits No.27.688, maka <strong>kira kira 970.000 hadits yang dihafalnya itu tak sempat ditulis…!</strong></p>
<p>Lalu bagaimana dengan ratusan Imam dan Huffadh lainnya? Lalu logika kita, <strong>berapa juta hadits yang sirna dan tak sempat tertuliskan?</strong></p>
<p>Kesimpulan dari pernyataan Habib Munzir ini adalah :</p>
<p>-         Imam Ahmad menghapal 1 juta hadits, dan yang termaktub dalam musnad Imam Ahmad hanya 27.688 hadits, jadi ada sekitar 970.000 hadits yang tidak sempat ditulis oleh Imam Ahmad</p>
<p>-         Selain imam Ahmad masih ada imam-imam hufaadz yang lainnya yang juga hapalannya banyak, sehingga kesimpulannya berarti ada jutaan hadits yang sirna dan tidak sempat tertuliskan.</p>
<p><strong>SANGGAHAN</strong></p>
<p>Sanggahan dari pernyataan Habib Munzir ini dari dua sisi ;</p>
<p><strong><br />
<span style="text-decoration:underline;">Pertama</span>: Maksud dari Imam Ahmad menghafal sejuta hadits bukanlah maksudnya beliau menghapal sejuta matan hadits dengan sejuta sanad.</strong><strong></strong></p>
<p>Para ulama telah menjelaskan bahwa maksud dari hafalan Imam Ahmad sejuta hadits adalah disertai dengan pengulangan dan jalan-jalan haditsnya.Karena bisa jadi satu matan hadits memiliki banyak jalan-jalan periwayatan. Jika satu matan (teks hadits) memiliki 10 jalur periwayatan maka mereka menganggapnya 10 hadits. Bahkan terkadang satu hadits memiliki seratus atau lebih jalur periwayatan.</p>
<p>Oleh karenanya diriwayatkan juga bahwasanya Al-Imam Al-Bukhari menghafal 100 ribu hadits shahih, dan maksudnya adalah dengan pengulangan serta jalan-jalan hadits.</p>
<p>Berkata Al-Haafizh Al-&#8217;Irooqi :</p>
<p>&#8220;…Perkataan Imam Al-Ju&#8217;fiy (*yaitu Imam Al-Bukhari) : &#8220;Aku menghafal dari hadits shahih 100 ribu hadits&#8221;. Dan mungkin saja maksud Imam Al-Bukhari adalah dengan pengulangan dan juga (*termasuk) atsar-atsar mauquuf…&#8221; (Lihat Alfiyah Al-&#8217;Irooqiy)</p>
<p>Al-Hafizh As-Sakhoowi As-Syafii tatkala menyarah perkataan Al-&#8217;Irooqi ini berkata :</p>
<p>&#8220;Maksud Imam Al-Bukhariy tercapainya bilangan tersebut (100 ribu hadits shahih) dengan menghitung pula hadits-hadits yang berulang, dan juga menghitung hadits-hadits mauquf  dan juga atsar-atsar para sahabat dan para tabi&#8217;in dan selain mereka, serta fatwa-fatwa mereka. Karena para salaf mereka menyebut seluruhnya (*hadits marfu&#8217;, hadits mauquf, dan atsar sahabat) dengan nama hadits. Dan dengan demikian mudah perkaranya, karena bisa jadi satu hadits memiliki 100 jalan atau lebih.</p>
<p>Lihatlah hadits &#8220;Al-A&#8217;maalu binniyyaat&#8221; …telah dinukilkan dari Al-Haafiz Abu Ismaa&#8217;iil Al-Anshooriy Al-Harowiy bahwasanya ia telah menulis hadits ini dari 700 para perawi yang meriwayatkan dari Yahyaa bin Sa&#8217;iid Al-Anshooriy. Dan Al-Ismaa&#8217;iliy mengomentari perkataan Al-Bukhari : &#8220;Hadits-hadits shahih yang aku tinggalkan lebih banyak&#8221; dengan perkataan beliau : &#8220;Seandainya Imam Al-Bukhariy mengeluarkan seluruh hadits yang ada padanya maka ia akan menggumpulkan dalam satu bab hadits jama&#8217;ah (banyak orang) dari sahabat, dan Imam Al-Bukhari akan menyebutkan jalan-jalan (*periwayatan) dari masing-masing sahabat tersebut jika shahih&#8221;</p>
<p>Al-Jauzaqiy berkata bahwasanya telah dilakukan istikhrooj terhadap hadits-hadits dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim (*yaitu meriwayatkan hadits-hadits yang terdapat dalam shahih al-Bukhari dan shahih Muslim akan tetapi tidak melalui jalur Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim), maka bilangannya mencapai 25.480 jalan&#8221;</p>
<p>Kemudian As-Sakhoowi menukil perkataan gurunya Ibnu Hajar, ia berkata :</p>
<p>&#8220;Guru kami (Ibnu Hajar al-&#8217;Asqolaaniy) berkata : Jika Al-Bukhari dan Muslim –dengan begitu ketatnya persyaratan mereka berdua- telah mencapai bilangan tersebut (*yaitu sekitar 14 ribu hadits) dengan pengulangan, maka hadits-hadits yang tidak dikeluarkan oleh mereka berdua berupa jalan-jalan (riwayat) dari matan-matan hadits yang telah dikeluarkan oleh mereka berdua bisa jadi juga mencapai jumlah bilangan tersebut atau lebih. Dan matan hadits-hadits yang shahih yang sesuai dengan persyaratan (kriteria) Al-Bukhari dan Muslim bisa juga mencapai jumlah bilangan tersebut, atau mendekatinya. Lalu jika bilangan-bilangan tersebut ditambah dengan atsar para sahabat dan tabiin maka bilangannya akan mencapai bilangan yang telah dihafal Imam Al-Bukhari (*yaitu sekitar 100 ribu hadits shahih), dan bisa jadi lebih banyak.</p>
<p><strong>Dan harus demikian penjelasannya, </strong>karena jika tidak demikian maka jika dihitung hadits-hadits yang terdapat dalam musnad-musnad, jami&#8217;-jami&#8217;, sunan-sunan, mu&#8217;jam-mu&#8217;jam, al-fawaaid dan juz-juz, dan yang selainnya yang ada pada tangan kita baik yang hadits-hadits shahih maupun tidak shahih maka tidak akan mencapai bilangan tersebut (*100 ribu) jika tanpa pengulangan. Bahkan tidak akan sampai setengahnya (*50 ribu)&#8221; (Fathul Mughiits 1/56-57)</p>
<p>Demikianlah penjelasan yang sangat gamblang dari Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-&#8217;Asqolaaniy As-Syafi&#8217;i.</p>
<p>Oleh karenanya jangan sampai seseorang berfikir bahwasanya jika Imam Al-Bukhari menghafal 100 hadits shahih padahal jumlah hadits-hadits dalam Shahih Al-Bukhari (disertai pengulangan) adalah sekitar 7000 dan tanpa pengulangan sekitar 4000 hadits, maka berarti masih tersisa 93.000 hadits shahih !!!, ini tentunya pemahaman yang keliru sebagaimana penjelasan Ibnu Hajr tadi.</p>
<p>Jadi dengan demikian maka maksud dari para imam tatkala mereka menyatakan telah menghafal atau menulis ratusan ribu hadits maka maksudnya adalah jumlah jalan-jalan haditsnya.</p>
<p>Ibnu Hajar juga berkata :</p>
<p>&#8220;Sa&#8217;iid bin Abi Maryam berkata : Aku mendengar Imam Malik bin Anas berkata : &#8220;Aku menulis dengan tanganku 100 ribu hadits&#8221;.</p>
<p>Al-Qoodhi Ibnu al-Muntaab mengomentari : &#8220;Dan seratus ribu yang didengar oleh Imam Malik maka semakin berlipat-lipat jumlahnya hingga di masa kami dan bercabang-cabang lebih banyak dari satu juta jalan&#8221; (An-Nukat &#8216;alaa Ibni as-Sholaah 1/184-185)</p>
<p>Berkata Imam Adz-Dzhabi As-Syafii :</p>
<p>&#8220;Dalam kitab &#8220;Taariikh Dimasyq&#8221; dari jalan Muhammad bin Nashr, ia mendengar dari Yahya bin Ma&#8217;iin ia berkata : &#8220;Aku telah menulis dengan tanganku satu juta hadits&#8221;. Aku (Imam Adz-Dzahabi) berkata : &#8220;Yaitu dengan berulang-ulang, tidakkah engkau melihatnya berkata : &#8220;Kalau kami tidak menulis hadits 50 kali maka kami tidak mengetahui hadits tersebut&#8221; (Siyar A&#8217;laam An-Nubalaa 11/84-85).</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Kedua </strong></span>: Pernyataan logika Habib Munzir bahwasanya ada jutaan hadits yang sirna…, maka ini bisa menimbulkan keraguan kepada kaum muslimin akan kesempurnaan Islam dan penjagaan Allah Ta’ala terhadap Islam. Karena hal ini melazimkan bahwa ada hadits-hadits tentang amalan-amalan dan penjelasan-penjelasan Islam yang telah hilang. Kalau hadits-hadits yang ada di buku-buku hadits seluruhnya (tanpa perulangan) tidak sampai 50 ribu hadits -sebagaimana penjelasan Ibnu Hajar tadi- padahal jumlah hadits yang sirna menurut Habib Munzir adalah jutaan maka tentunya yang terjaga dalam islam kurang dari 5% !!!. Tentunya hal ini sangat menimbulkan keraguan akan kesempurnaan Islam.</p>
<p>Dan yang benar adalah bahwasanya seluruh hadits-hadits Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang shahih pasti sampai kepada kita dan terjaga, tidak ada satu hadits shahihpun yang hilang dan sirna –tidak sebagaimana persangkaan Habib Munzir-.</p>
<p>Hal ini dijelaskan dari <em><strong>tiga </strong></em>sisi pendalilan :<br />
<span style="text-decoration:underline;"><br />
<em>Pendalilan Pertama</em></span><em> </em>: Kita diperintahkan oleh Allah untuk mentadabburi dan mengamalkan al-Qur&#8217;an. Dan Allah telah menjelaskan kepada kita bahwasanya Allah telah menyerahkan penjelasan dan praktek isi al-Qur&#8217;an kepada Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Allah berfirman :</p>
<p>وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ</p>
<p><em>Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan</em> (QS An-Nahl : 44)</p>
<p>وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ</p>
<p><em>Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.</em> (QS An-Nahl : 64)</p>
<p>Karenanya penjagaan Allah kepada Al-Qur&#8217;an melazimkan penjagaan Allah terhadap hadits-hadits Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang merupakan penjelasan bagi Al-Qur&#8217;an. Dan penjagaan Al-Qur&#8217;an mencakup penjagaan terhadap lafal-lafalnya dan juga penjelasannya melalui hadits-hadits Nabi yang shahih.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><em>Pendalilan Kedua</em></span> : Dalam banyak ayat Allah memerintahkan kita untuk taat kepada Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, diantaranya firman Allah</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ (٥٩)</p>
<p><em>Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya)</em> (QS An-Nisaa : 59)</p>
<p>مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ</p>
<p><em>Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah.</em> (QS An-Nisaa : 80)</p>
<p>Dan Allah memerintah kita untuk kembali kepada Al-Qur&#8217;an dan sunnah Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tatkala terjadi perselisihan.</p>
<p>فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ</p>
<p><em>Kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.</em> (QS An-Nisaa : 59)</p>
<p>Allah memerintahkan kita untuk meneladani Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</p>
<p>لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا</p>
<p><em>Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.</em> (Al-Ahzaab : 21)</p>
<p>Lantas bagaimana kita bisa melaksanakan perintah-perintah Allah ini jika kemudian Allah tidak menjaga hadits-hadits Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam??. Kalau kita meyakini ada hadits-hadits (apalagi berjuta-juta) hadits yang hilang maka berarti Allah telah membebankan kepada kita apa yang tidak mungkin bisa kita laksanakan !!!. Kalau berjuta-juta hadits hilang dan yang tersisa hanya 50 ribu hadits lantas bagaimana kita bisa meneladani Nabi?, bagaimana kita bisa merujuk kepada sunnah tatkala berselisih?, bagaimana kita bisa menghindari larangan-larangan Nabi??!!. Oleh karenanya pengraguan akan terjaganya hadits-hadits Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengantarkan pada pengraguan terhadap Al-Qur&#8217;aan !!!<br />
<span style="text-decoration:underline;"><em><br />
Pendalilan Ketiga</em></span> : Sabda-sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam merupakan wahyu dari Allah sebagaimana Al-Qur&#8217;an, karenanya sabda-sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam termasuk adz-dzikr yang akan dijamin oleh Allah penjagaannya.</p>
<p>Ibnu Hazm rahimahullah berkata</p>
<p>&#8220;Allah berfirman :</p>
<p>إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ</p>
<p><em>Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya</em> (QS Al-Hijr : 9)</p>
<p>Dan Allah berfirman :</p>
<p>قُلْ إِنَّمَا أُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِ<br />
<em><br />
Katakanlah (hai Muhammad): &#8220;Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu&#8221;</em> (QS Al-Anbiyaa&#8217; : 45)</p>
<p>Allah mengabarkan –sebagaimana telah lalu- bahwasanya sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam seluruhnya adalah wahyu, dan tidak ada perselisihan bawhasanya wahyu merupakan adz-dzikr. Dan Adz-Dzikr terjaga (oleh Allah) berdasarkan nash dari al-Qur&#8217;an. Maka dengan demikian benarlah bahwa seluruh sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam terjaga dengan penjagaan Allah, terjamin bagi kita bahwa tidak ada sedikitpun yang hilang, karena sesuatu yang dijaga oleh Allah maka kita yakin bahwa tidak akan ada sedikitpun yang hilang, seluruh sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah dinukilkan kepada kita&#8221; (Al-Ihkaam fi Ushuul al-Ahkaam 1/98)</p>
<p>Ibnu Hazm rahimahullah juga berkata :</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah telah berfirman :</p>
<p>إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ<br />
<em><br />
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya</em> (QS Al-Hijr : 9)</p>
<p>Maka telah terjamin di sisi setiap orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat bahwasanya sesuatu yang telah dipegang oleh Allah untuk menjaganya maka selamanya tidak akan hilang. Dan tidak seorang muslimpun yang ragu akan hal ini. Dan sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam seluruhnya adalah wahyu berdasarkan firman Allah</p>
<p>وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (٣)إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى (٤)</p>
<p><em>Dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)</em> (QS An-Najm : 2-4).</p>
<p>Dan umat seluruhnya telah bersepakat bahwa wahyu adalah dzikr, dan adz-Dzikr dijaga oleh Allah berdasarkan nash al-Qur&#8217;an, maka sabda-sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pasti dijaga oleh Allah, pasti seluruh sabda-sabda Nabi telah dinukil kepada kita&#8221; (Al-Ihkaam fi Ushuul al-Ahkaam 2/71)</p>
<p>Dari penjelasan di atas maka dipahami bahwasanya meskipun para ulama menghafal ratusan ribu hadits atau bahkan sejuta hadits maka mereka memilih dari jalan-jalan jalur periwayatan hadits-hadits shahih tersebut. Sehingga apa yang mereka tulis telah mewakili kebanyakan apa yang tidak mereka tuliskan dari hadits-hadits shahih.</p>
<p>Ibnu Hajr Al-&#8217;Asqolaaniy berkata:</p>
<p>&#8220;Abu Hafsh Umar bin Abdil Majiid Al-Mayaanisi dalam kitabnya &#8220;Iidhooh ma laa yasa&#8217;u al-muhadditsa jahluhu&#8221; menyebtukan : Kandungan hadits-hadits dalam shahih al-Bukhari yang jumlahnya 7600 sekian hadits telah dipilih oleh Imam Al-Bukhari dari satu juta 600 ribu sekian hadits&#8221; (An-Nukat &#8216;alaa Ibni as-Sholaah 1/190)</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja</p>
<br />Filed under: <a href='http://kampungsalaf.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kampungsalaf.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kampungsalaf.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kampungsalaf.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kampungsalaf.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kampungsalaf.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kampungsalaf.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kampungsalaf.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kampungsalaf.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kampungsalaf.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kampungsalaf.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kampungsalaf.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kampungsalaf.wordpress.com/1234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kampungsalaf.wordpress.com/1234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kampungsalaf.wordpress.com/1234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kampungsalaf.wordpress.com&amp;blog=1849693&amp;post=1234&amp;subd=kampungsalaf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/11/22/habib-munzir-berbicara-tentang-ilmu-hadits-seri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/99a386e98b980ec16edabcd9c8701469?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Ihyaus Sunnah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
