//
you're reading...
Syarah Riyadhush Shalihin

Hadits No. 9


Dari Abu Bakrah, yakni Nufai’ bin Haris as-Tsaqafi bahawasanya Nabi bersabda:

Apabila dua orang Muslim berhadap-hadapan dengan membawa masing-masing pedangnya – dengan maksud ingin berbunuh-bunuhan – maka yang membunuh dan yang terbunuh itu semua masuk di dalam neraka.”

Saya bertanya: “Ini yang membunuh – patut masuk neraka -tetapi bagaimanakah halnya orang yang terbunuh – yakni mengapa ia masuk neraka pula?”

Rasulullah menjawab:

Kerana sesungguhnya orang yang terbunuh itu juga ingin sekali hendak membunuh kawannya.

(Muttafaq ‘alaih)

KANDUNGAN HADITS

1. Barangsiapa yang berkeinginan keras untuk berbuat maksiat dengan sepenuh hati dan mengkonsentrasikan dirinya untuk melakukan kemaksiatan itu serta mendekati sebab sebabnya, maka dia berhak mendapatkan siksaan, dan urusannya terserah kepada alloh, jika menghendaki, Dia akan mengadzabnya, atau akan mengampuninya.

2. Detikan hati dan bisikan bisikan jiwa termasuk hal yang dimaafkan.

3. Peringatan agar mewaspadai sikap saling berperang antar sesama kaum muslimin, sebab hal itu dapat menjadikan mereka lemah, gagal dan kemurkaan alloh kepada mereka.

4. Peperangan yang dilarang adalah yang didasarkan karena kepentingan duniawi karena suatu kebodohan, kesewenangan, kezhaliman atau mengikuti hawa nafsu. Yang dimaksud disini bukanlah perang utk membela kebenaran atau melawan kelompok yang sewenang wenang sehingga kembali kepd perintah alloh. Sebab seandainya menjauhkan diri dan tdk berperang, menetap di rumah2, dan menghancurkan persenjataan wajib dilakukan dalam setiap perbedaan yang terjadi di kalangan kaum muslimin, niscaya tdk akan ditegakkan hukuman had dan kebatilan tdk diberantas, dan niscaya kaum fasik akan dengan mudah mendapatkan jalan utk merampas harta orang lain, menumpahkan darah, merebut isteri orang, dan merusak kehormatan dengan cara memerangi kaum muslimin dan mereka diam saja karena berdalih bahwa ini adalah fitnah yg mana org islam disuruh utk menahan diri dan tdk ikut berperang. Hal tersebut jelas bertentangan dengan perintah utk membalas serangan orang orang bodoh dan memerangi orang orang zhalim dan sewenang wenang.

5. Masuk neraka tidak mengharuskan untuk tetap abadi di dalamnya. Tidak mengkafirkan seorangpun karena suatu perbuatan dosa yang dikerjakannya selama ia tidak menghalalkannya.

About Abu Fathan As Salafy

Anak Yang Tampan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: