//
you're reading...
Silsilah Hadits Shahih

Silsilah Ash-Shohihah No. 6


Selanjutnya hadits yang berisi tentang berita gembira dari Nabi shollalohu ‘alaihi wa sallam mengenai kembalinya kekuasaan kepada kaum muslimin dan tersebarnya pemeluk Islam di seluruh penjuru dunia hingga dapat membantu tercapainya tujuan Islam dan menciptakan masa depan yang prospektif dan membanggakan hingga meliputi bidang ekonomi dan pertanian. Hadist yang dimaksud adalah sabda Nabi Shollalohu ‘alaihi wa sallam:

Silsilah Hadits Shohih 6

“Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum tanah Arab menjadi tanah lapang yang banyak menghasilkan komoditas penting dan memiliki pengairan yang memadai.”

Hadist tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim (3/84), Imam Ahmad (2/703, 417), dan Imam al-Hakim (4/477), dari hadits Abu Hurairah.

Berita-berita gembira itu mulai terealisasi di beberapa kawasan Arab yang telah diberi karunia oleh Allah berupa alat-alat untuk menggali sumber air dari dalam gurun pasir. Di sana bisa kita lihat adanya inisiatif untuk mengalirkan air dari sungai Eufrat ke jazirah Arab. Saya membaca berita gembira ini dari beberapa surat kabar lokal. Hal itu mungkin akan menjadi kenyataan. Dan selang beberapa waktu kelak, akan benar-benar terwujud dan bisa kita buktikan.

Selanjutnya yang perlu diketahui dalam hubungannya dengan masalah ini adalah sabda Nabi Shollalohu ‘alaihi wa sallam:

“Tidak akan datang kepadamu suatu masa, kecuali masa sesudahnya akan lebih buruk, sampai kalian bertemu dengan Tuhanmu, (yakni datangnya hari kiamat)”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam alFitan, dari hadis Anas, secara marfu’.

Hadist ini selayaknya dipahami dengan membandingkan hadits-hadits lain yang terdahulu dan hadits lain (yang ada hubungannya). Seperti halnya hadits-hadits tentang al-Mahdy dan turunnya Nabi Isa ‘Alaihis salam. Hadits-hadits itu menunjukan bahwa hadits ini tidak mempunyai arti secara umum,  tetapi mempunyai arti khusus (sempit). Oleh karena itu, kita tidak boleh memahaminya secara umum (apa adanya), sehingga menimbulkan keputus-asaan yang merupakan sifat yang harus di buang jauh dari orang mukmin. Sebagaimana firman Allah Subhanallohu wa Ta’ala:

87

Saya senantiasa memohon ke haribaan Allah Subhanallohu wa Ta’ala, semoga Dia berkenan menjadikan kita sebagai orang-orang yang benar-benar mukmin.

About Abu Fathan As Salafy

Anak Yang Tampan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: