//
you're reading...
Syarah Riyadhush Shalihin

Hadits No. 31


Dari Anas, katanya: “Nabi berjalan melalui seorang wanita yang sedang menangis di atas sebuah kubur. Beliau bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah!” Wanita itu berkata: “Ah, menjauhlah daripadaku, kerana Tuan tidak terkena mushibah sebagaimana yang mengenai diriku dan Tuan tidak mengetahui mushibah apa itu.” Wanita tersebut diberitahu – oleh sahabat beliau – bahawa yang diajak bicara tadi adalah Nabi. Ia lalu mendatangi pintu rumah Nabi tetapi di mukanya itu tidak didapatinya penjaga-penjaga pintu. Wanita itu lalu berkata: “Saya memang tidak mengenai Tuan – maka itu maafkan pembicaraanku tadi.” Kemudian beliau bersabda: “Hanyasanya bersabar – yang sangat terpuji – itu ialah di kala mendadaknya kedatangan mushibah yang pertama.”

PENGESAHAN HADITS

Diriwayatkan oleh Bukhori [III/148 Fath] dan Muslim (926).

KANDUNGAN HADITS

1. Kesabaran itu bertolak belakang dengan takwa.

2. Sabar yang menjadikan pelakunya terpuji adalah pada awal musibah.

3. Sikap rendah hati dan kelembutan nabi kepada org yang tidak mengerti.

4. Keharusan untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

5. Seseorang tidak diberikan pahala atas suatu musibah, tetapi diberikan pahala karena kebaikan niat, keteguhan, dan kesabaran dan keridhoannya terhadap ketetapan takdir Alloh.

6. Memberikan toleransi kepada orang yang sedang tertimpa musibah dan menerima halangannya.

7. Orang yang diperintahkan untuk berbuat baik, maka hendaklah menerima dan mengerjakannya dengan senang hati serta tunduk kepada kebenaran meskipun tidak mengenal siapa orang yang menyuruhnya.

8. Dianjurkan untuk bersabar dalam menerima hal-hal yang menyakitkan ketika memberi nasehat atau menyebarkan kebaikan.

9. Bagi penguasa dan hakim agar tidak menggunakan penjaga atau orang-orang yang menghalangi dirinya dari rakyat dan kebutuhan orang banyak.

10. Penguasa agar selalu mengawasi dan memeriksa apa yang dipercayakan kepadanya, lalu menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran, memperkecil kesalahan, memenuhi segala kebutuhan, memperbaiki kerusakan yang ada, dan menerima udzur mereka.

11. Penguasa diharapkan agar tidak pilih kasih dalam memperlakukan orang-orang yang dipimpinnya dan tidak perlu memakai tanda agar dikenal orang banyak.

About Abu Fathan As Salafy

Anak Yang Tampan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: