//
you're reading...
Syarah Riyadhush Shalihin

Hadits No. 41


Dari Abu Abdullah, yaitu Khabbab bin Aratti , katanya: “Kita mengadu kepada Rasulullah dan beliau ketika itu meletakkan pakaian burdahnya di bawah kepalanya sebagai bantal dan berada di naungan Ka’bah, kita berkata: Mengapa Tuan tidak memohonkan pertolongan – kepada Allah – untuk kita, sehingga kita menang? Mengapa Tuan tidak berdoa sedemikian itu untuk kita?” Beliau lalu bersabda:

“Pernah terjadi terhadap orang-orang sebelum mu – yakni zaman Nabi-nabi yang lalu, iaitu ada seorang yang diambil – oleh musuhnya, kerana ia beriman, kemudian digalikanlah tanah untuknya dan ia diletakkan di dalam tanah tadi, selanjutnya didatangkanlah sebuah gergaji dan ini diletakkan di atas kepalanya, seterusnya kepalanya itu dibelah menjadi dua. Selain itu ia pun disisir dengan sisir yang terbuat dari besi yang dikenakan di bawah daging dan tulangnya, semua siksaan itu tidak memalingkan ia dari agamanya -yakni ia tetap beriman kepada Allah. Demi Allah nescayalah Allah sungguh akan menyempurnakan perkara ini – yakni Agama Islam, sehingga seseorang yang berkendaraan yang berjalan dari Shan’a ke Hadhramaut tidak ada yang ditakuti melainkan Allah atau kerana takut pada serigala atas kambingnya – sebab takut sedemikian ini lumrah saja. Tetapi engkau semua itu hendak bercepat-cepat saja.”

PENGESAHAN HADITS

Diriwayatkan oleh Bukhori [VI/18 Fath].

KANDUNGAN HADITS

1. Pujian atas kesabaran ketika menerima cobaan dalam menjalankan agama.

2. Orang-orang lemah diperkuat dengan doa dan nasehat dari orang-orang yang kuat.

3. Diperbolehkan mendoakan keburukan bagi orang-orang kafbahkan hal itu memang dituntut.

4. diperbolehkan menyebut siksaan dari orang-orang kafir yang menimpa orang mukmin dan hal itu bukan termasuk pengaduan.

5. Seorang mukmin aqidahnya akan tetap kokoh, meskipun di siksa dengan gergaji.

6. Cobaan merupakan suatu keharusan atas iman pada setiap saat.

7. Beratnya cobaan yang dialami para sahabat Nabi, dan kesanggupan atau tabah menerima perlakuan tak menyenangkan.

8. Perlawanan terhadap keimanan itu sudah ada sejak dahulu

9. Masa depan hanya milik Islam.

10. Pemberitahuan Nabi mengenai berbagai hal yang akan terjadi di kemudian hari sudah ada yang terwujud.

11. Islam merupakan agama keimanan dan kedamaian.

12. Manusia senang sekali dengan segala sesuatu yang cepat dan segera. Jika kebaikan terlambat maka akan hilang kesabaran.

13. Diantara hukum Siyasah Syar’iyah adalah menyandingkan antara cobaan, kesabaran dan perjuangan dengan harapan luas.

About Abu Fathan As Salafy

Anak Yang Tampan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: