//
you're reading...
Majalah AL FURQON

Majalah Al Furqon Edisi 7 Tahun 12


Baca Dan Download :

 http://www.docstoc.com/docs/143900568/Kupas-Tuntas-Syafaat

Islam secara umum dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah secara khusus adalah agama tengah-tengah antara sikap ghuluw (berlebihan) dan meremehkan. Begitu pula dalam masalah syafa’at, sebab ada dua tipe golongan yang me­nyimpang dan saling bertolak belakang:

Golongan Pertama:

Golongan yang meremehkan syafa’at sehingga mereka mengingkari syafa’at yaitu kelompok Khawarij dan Mu’tazilah. Mereka berpendapat bahwa orang yang berhak masuk neraka, pasti akan memasukinya dan tidak akan keluar darinya selama-lamanya.

Golongan Kedua:

Golongan yang berlebih-lebihan dalam syafa’at yaitu kaum Quburiyyun (pengeramat/pemuja kuburan) dan ahli khurafat dari para sufi, pengikut tarekat, dan sebagainya yang bergantung kepada penghuni kubur dan me­minta syafa’at dari mereka, berdo’a kepada mereka, menyembelih untuk me­reka sehingga jika mereka ditegur: “Ini perbuatan syirik” mereka menjawab: “Kita hanya mencari syafa’at dari mereka karena mereka adalah orang-orang yang dekat dengan Allah sedangkan kita manusia yang berlumur dosa.” Bagaimana mereka ingin meraih syafa’at dengan cara syirik seperti ini?!! Pa­dahal syafa’at itu tidak terwujudkan kecuali dengan izin dan ridha Allah sedangkan Allah tidak akan ridha kecuali kepada ahli tauhid.

Nabi si§ bersabda:

“Orang yang paling berbahagia memperoleh syafa’atku pada hari Kiamat adalah orang yang mengucapkan ‘La ilaha illa Allah’ ikhlas dari lubuk hatinya.” (HR Bukhari: 99, 6570)

Imam Ibnul Qayyim -&M berkata, “Dalam hadits ini terdapat rahasia penting­nya tauhid, sebab syafa’at hanya diperoleh dengan pemurnian tauhid. Siapa saja yang sempurna tauhidnya berhak mendapat syafa’at, bukan dengan syi­rik.”

Sumber penyimpangan dua golongan yang tersesat di atas adalah me­reka hanya mengambil satu dalil, melalaikan dalil yang lain. Tidak memadu­kan dan menggabungkan secara keseluruhan. Oleh karenanya, jalan yang benar adalah jalan yang ditempuh oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Mereka (Ahlus Sunnah) tidak mengingkari syafa’at sebagaimana kaum Khawarij dan Mu’tazilah dan juga tidak “kebablasan” sebagaimana kaum Quburiyyun dan ahli khurafat.

Maka sudah semestinya kita mengetahui lebih mendalam tentang seluk- beluk syafa’at, kiat-kiat menggapainya dan penghalangnya dengan harapan agar kita termasuk hamba-hamba-Nya yang kelak mendapatkan syafa’at Nabi-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Referensi lain :

1. http://manhaj-tauhid.blogspot.com/2013/04/syafaat-al-quran-untuk-yang-beramal.html

2. http://manhaj-tauhid.blogspot.com/2013/04/syafaat-bermanfaat-bagi-penghuni-neraka.html

3. http://manhaj-tauhid.blogspot.com/2013/04/mengenal-syafaat.html

4. http://manhaj-tauhid.blogspot.com/2013/04/kiat-mendapatkan-syafaat-nabi-muhammad.html

5. http://manhaj-tauhid.blogspot.com/2013/04/meminta-syafaat-pada-rasulullah.html

6. http://manhaj-tauhid.blogspot.com/2013/04/amalan-untuk-menggapai-syafaat.html

7. http://manhaj-tauhid.blogspot.com/2013/04/syafaat-dari-allah-menurut-pemahaman.html

8. http://manhaj-tauhid.blogspot.com/2013/04/benarkah-syafaat-diminta-kepada-selain.html

9. http://manhaj-tauhid.blogspot.com/2013/04/syafaat-rasulullah-yang-agung.html

10. http://manhaj-tauhid.blogspot.com/2013/04/pengetian-syafaat-dan-macamnya.html

11. http://manhaj-tauhid.blogspot.com/2013/04/syafaat-hanya-milik-allah.html

About Abu Fathan As Salafy

Anak Yang Tampan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: